Adam & Hawa

Adam & Hawa
Chapter XXIII


__ADS_3

^^^To: My wife^^^


^^^Makasih atas tawarannya. Tapi saya sudah di jemput.^^^


Saat perjalanan menuju rumah, Hawa kepikiran terus dengan wajah Adam yang masam saat dirinya menolak tawarannya.


Tapi Hawa juga tidak mungkin menerima tawaran Adam karena ia takut kepergok oleh orang lain. Parahnya lagi kalau nanti dia jadi bulan-bulanan netizen. Bisa Stres dia nanti.


"Tumben diem? Biasanya kaya petasan banting. Kesambet Lo kak?"


"Ngomong kaya gitu lagi sama kakak, nggak bakalan gue kasih duit jajan!!."


"Ampun deh! Punya kakak satu kok ya gini amat, hobinya ngancem Mulu ."


"Lagian kalau ngomong jahat banget. Masa gue di katain petasan banting! terus apaan lagi tuh kesambet? Dapat bahasa dari mana lagi tuh?"


"Ya elah kakak aja yang katro. Masa kesambet aja kagak ngerti!!"


"Astaghfirullah hal'adzim. Seneng banget yah dari tadi jelek-jelekin kakak Mulu. Tinggal di jelasin bentar kan beres tanpa perlu menyakiti hati kakak yang seperti hello Kitty ini."


"Sumpah jijik banget gue dengernya."


" Siapa yang Lo maksud? Gue gitu? Lo jijik sama gue? Waahhh!! Bener-bener nih Adik satu tapi kurangajar."


"Hatinya kayak Hello Kitty? Mimpi Lo? Hahahha."


Bug bug bug


"Yah..Yah..yah!!!! Apa-apa an sih loh! Yah..!! Kakak mau kita kecelakaan apa gimana?" Randy langsung menepikan motornya ke pinggir jalan. Dia tidak mau kecelakaan gara-gara tingkah hawa yang nafsu sekali memukul dirinya.


"Minta maaf!!!"


"Diih...Diih..Diih..!! Yang mukul siapa? Kenapa jadi gue yang di suruh minta maaf."


"Minta maaf nggak sekarang sama gue!!"


"Allah Hu Akbar! Ya udah maaf yah Nona."


"Bagus! Gue suka kalau punya adek penurut kayak gini. Hehehe!!"


Hawa mengusap dengan sayang kepala adiknya yang tertutupi dengan helm.


"Haaahh..Kayak anak kecil banget sih Lo kak. Mau lanjut nggak nih?"


"Lanjut dong sayang.!"


"Jangan panggil gue sayang-sayang. Jijik gue dengernya.!!"


"Diihhh...ngambekan.!! Ayo buruan jalan. Takut di cariin ayah sama ibu."


"Haahhhh... sabar-sabar. Untung kakak! Coba kalau bukan udah gue tinggalin nih orang."


Hawa memeluk adiknya dari belakang. Ia juga tidak menggubris adiknya yang mencibir kelakuannya.


Mungkin jika bagi orang yang tidak tahu, mereka akan mengira bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Di lihat dari postur tubuh Randy yang lebih tinggi serta perawakan tubuhnya sudah jelas Hawa lebih imut, jadi mereka sudah seperti pasangan kekasih yang sedang berantem terus baikan.


Hawa tidak menyadari ada seseorang yang sedang mengikutinya dari arah belakang. Dia kini sedang menatap tajam kearah Hawa dan Randy yang sedang bersenda gurau. Bahkan Adam sampai mengepalkan kedua tangannya melihat hawa yang begitu nyaman merengkuh lelaki itu dari belakang.


Bima sendiri cukup kecewa. Dia pikir hawa masih single ternyata , hawa sudah ada yang punya. Bisa di bayangkan betapa kecewanya kedua lelaki beda profesi ini sekarang?


"Jalan!!" Ucap Adam dingin.


Bima hanya diam, tanpa menanggapi artisnya Bima tetap mematuhi perintah dari Adam. Mobil mereka membelah jalanan kota yang cukup lengang sore ini.


Adam membasahi bibirnya yang terasa kering. Matanya melihat ke arah luar jendela mobil sambil terdiam memikirkan tentang kejadian tadi. Melihat tawa hawa yang begitu lepas membuatnya di Landa rasa kecewa. Ada sisi kecil dalam hatinya yang tidak rela saat melihat hawa berbahagia dengan lelaki lain.


...-----------...


Setelah satu bulan lebih Hawa tidak mengikuti jadwal dari idolanya di karenakan sedang sibuk dengan tugas yang di berikan atasannya di Bali, Hawa kini sudah berada di kota kelahirannya sedang duduk bersandar sambil menyeruput teh nya di sebuah cafe yang di dominasi dengan cat warna putih dan abu-abu di tengah kota.


Hari ini adalah waktu free nya setelah satu bulan lebih bekerja seperti gelandangan mencari berita. Bahkan waktu di Bali hawa tidak menikmati sama sekali liburan atau seperti turis manca negara yang bersantai di pinggir laut sambil mengenakan bikini atau liburan seperti sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.


Justru, hawa di sana sudah benar-benar seperti gembel yang hidupnya lontang Lantung mencari berita dari pagi hingga pagi lagi. Coba apa enaknya?


Ke Bali buat Liburan X


Ke Bali buat jadi gembel βœ“


Bahkan hawa sampai lupa satu Minggu nggak keramas karena saking sibuknya memburu berita. Untung cantiknya nggak luntur walaupun nggak keramas.

__ADS_1


Tapi mau gimana lagi? Itu sudah jadi tuntutan kerja.


Kini Ia sedang menunggu temannya. Mereka sudah janjian akan bertemu di cafe ini setelah temannya pulang kerja.


Kliinnggg


Wanita yang memakai baju setelan kantor berwarna biru dan abu-abu baru saja membuka pintu masuk kafe lalu matanya mengedar memandang sekitar demi mencari temannya yang sudah satu bulan lebih tidak di temui nya.


Senyumnya langsung terukir indah ketika melihat orang yang di carinya ada di kursi bagian pojok sedang menikmati minumnya.


Kakinya melangkah pasti ke arah orang tersebut, senyumnya pun tak pernah luntur dari bibir berwarna merah. Saat sudah dekat Wanita itu mencolek pundak wanita tersebut.


"Hai..." Sapa Vivi saat melihat hawa yang kini sedang menatapnya berbinar.


"Chagiya. Long time no see . Bogoshipo!"


"Nado. Gila gosong banget sih Lo! Lo di sono berjemur terus apa gimana?"


"Bukan cuma di jemur, di panggang gue di sono.!! Asal Lo tahu aja, gue udah kaya gembel di sana? Dan jangan tanya oleh-oleh sama gue karena gue nggak sempet beli."


"Sumpah jelek banget sih Lo! "


"Yang bener ah? Mas sih sejelek itu gue?"


"Bener. Ngapain gue bohong. Nih ngaca aja sendiri?"


Hawa menerima kaca kecil yang di berikan kepadanya ,lalu menatap pantulan wajahnya yang memang berubah rada kehitaman karena terpapar sinar matahari di Bali.


Hawa berdecak sebal."Ckckck"


Vivi menerima uluran kacanya kembali dan memasukkan kacanya kembali ke dalam tas nya. Vivi menatap temannya yang kini sedang uring-uringan karena baru menyadari betapa buluknya dia.


"Kkkkk.. Udah nggak apa-apa nanti bentar lagi juga balik lagi Wa. Santai aja lah! Oh iya gimana kerjaan lindi sana? udah beres?"


"Haaahhhh. Kalau belum beres mana mungkin gue udah pulang Vi. Haahh,,lagian gue juga sengaja minta libur sama Pak Rahmat buat ganti kemaren. Sumpah cape banget gue Vi. Tapi gue juga kalau di suruh duduk terus sambil mantengin komputer terus gue juga nggak bisa."


"Ckckck. Nikmatin aja lah say. Lagian nggak ada kerjaan yang nggak bikin capek. Oh iya gimana kabar Lo?"


"Ya Lo lihat sendiri. Gue cukup baik. Lo gimana?"


"Gue baik. Tapi hati gue nggak?"


"Gue habis putus sama pacar gue."


"Selamat kalau gitu."


"Sialan Lo! Bukannya ikut sedih malah ngasih selamat."


"Lah bener dong. Harusnya Li tuh seneng dosa Lo bisa berkurang karena udah putus dari pacar Lo."


"Seterah elo aja lah wa."


"Oh iya kabar laki gue gimana?"


"Laki Lo? Oh maksud Lo, Adam?"


"Heem. Siapa lagi emang nya laki gue?"


"Najis. Kaya dia mau aja sama cewek kayak elo?"


"Kkkkkk. Buruan kasih tau!!"


"Iya sabar-sabar.!! Sepenglihatan gue sih dia baik-baik aja. Dua hari yang lalu dia baru aja dari agensi buat melakukan pemotretan. Tapi ya gitu,gue cuma lihat sepintas doang."


"Syukur lah kalau dia baik. Gue kira dia bakalan nyariin gue karena nggak lihat gue sebulan ini!"


"Ciihhh. Sumpah yah wa ! jijik gue sama Lo!"


"Bodo amat!!"


🎢🎢


Tiba-tiba suara Adam alditri terdengar memenuhi satu kafe. Hawa sampai melihat ke arah speaker yang terletak di atas. Senyumnya langsung mengembang, dia benar-benar merindukan idolanya.


Vivi yang melihat hanya mendengus. Dia sudah hafal kelakuan hawa jika sedang bucin-bucinnya kepada Adam. Dia seperti melupakan keberadaan temannya hingga tersenyum-senyum sendiri.


"Kangen~!!" Ucap hawa sambil menatap Vivi dengan mata yang berkaca-kaca.


Haahhhhh

__ADS_1


"Datengin kalau kangen!!"


"Tapi kan gue nggak tahu dia lagi dimana?"


"Ya elah wa. Kaya Lo baru banget di dunia ini. Lo kan bisa hubungin antek-antek Lo!!"


"Ahh...Lupa gue. Gomawo.!"


Hawa langsung mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu temannya. Sambil menunggu panggilannya terhubung hawa memandang Vivi yang kini sedang menatapnya ogah-ogahan.


"Annyeong haseyeo Eonni. Eonni kangen~"


"Kkkkk. Annyeong intan. Nado. gimana kabar kamu?"


"Aku baik. eonni gimana? Emang eonni udah pulang?"


"Hemm.. Eonni baik. Oh iya kamu tahu nggak jadwal Oppa sekarang?"


"Tunggu Eonni,intan lihat dulu."


Hawa menunggu intan mengecek jadwal Adam sambil menyeruput tehnya kembali.


"Eonni. Hari ini Oppa sedang ada live musik di stasiun TV. Eonni mau kesana sekarang?"


"Selesainya jam berapa emangnya?"


"Masih 2 jam kayaknya."


"Ok. Eonni OTW." Vivi menatap datar hawa yang kini sedang memasukkan ponselnya ke dalam tas. Hawa melihat ke arah Vivi dan memintanya untuk ikut pergi dengannya. Vivi tidak bisa menolak ajakan hawa karena dia juga masih ingin bersama sahabatnya. Lagian dia juga tidak ada acara , secara Jomblo.


"Gue yang bawa yah?" Hawa meminta kunci motor dari vivi ,dan di berikan secara cuma-cuma oleh Vivi.


"Iya. Terserah."


Jarak cafe dengan stasiun TV yang akan di datangi hawa tidak terlalu jauh. Hanya lima belas menit jika naik motor ,kalau nggak macet juga. Beruntung Vivi membawa helm dua, yang dia pinjam sama Ucup OB di kantornya bekerja. Karena Vivi yakin hawa tidak mungkin mau hanya duduk diam di cafe, dan tebakannya tidak meleset karena mereka kini sedang meluncur ke salah satu Stasiun TV swasta di kotanya.


Sesampainya di parkiran, hawa dan Vivi berjalan masuk ke dalam. Sebelum masuk hawa dan Vivi di periksa dulu oleh petugas dan setelah selesai mereka masuk ke dalam sambil berbincang-bincang.


"Gila banget sih wa. Emang Lo nggak capek apa? Lagian masker Lo mana? emang Lo PD ngadep laki Lo dengan wajah seperti ini?"


"Tenang gue selalu bawa masker kok. Lagian gue juga cuma pengin lihat doang nggak nyamperin. Lo kalau ngomong suka halu sih!"


"Sekarepmu aelah. Pusing gue lihatnya "


"Bagus. Diem aja. Gue juga lagi males ngobrol sama Lo.!"


"Waahhh emang bener-bener yah lo-"


"Vivi!!!"


"Iya-iya!! Gue diem.!"


Setelah memasuki studio dimana Adam berada, hawa serta Vivi langsung mengenakan maskernya. Mereka malas jika harus jadi pusat perhatian. Tadi saja waktu pertama kali masuk sudah banyak yang melirik mereka berdua.


Walaupun kulit hawa berubah kecoklatan tapi justru makin membuat kecantikan hawa menjadi lebih exotic. Sedangkan Vivi, aura kecantikannya emang tidak pernah luntur. Walaupun mereka tidak memakai make up, wajah mereka masih tetap cantik.


Hawa menarik Vivi untuk menerobos masuk lebih kedalam lagi agar mereka bisa leluasa memandang idolanya. Setelah berada di barisan ketiga dari depan hawa serta Vivi berhenti dan memandang Adam yang kini sedang mengikuti permainan yang diadakan oleh tim kreatif.


Dan kabar buruknya dia harus berpasangan dengan salah satu artis lainnya yang menjadi tamu juga di acara itu.


Vivi memandang wajah hawa yang berubah masam, dia yakin di balik maskernya pasti sekarang bibir hawa sedang mengerucut. Vivi terkikik geli melihatnya.


"Pas banget gitu momennya yah wa?" Ujar Vivi memanas-manasi hawa.


"Diem Lo!" Sungut hawa tanpa memandang lawan bicaranya karena fokusnya kini ke arah tangan perempuan yang berada di belakang punggung Adam.


Itu ngapa tangan dia bisa berada di belakang punggung Oppa sih? Emang nggak bisa apa dia menyingkirkan tangannya dari tubuh Oppa.!!


Adam yang merasa di perhatikan langsung menolehkan wajahnya ke arah penonton yang ada di depannya. Dia sangat merasa familiar dengan tatapan dari orang tersebut. Adam mencari-cari di antara penonton yang kini sedang memekik kecil karena Adam melihat kearah penonton.


Untuk kamera tidak sedang menyorot wajah Adam hingga dia bisa leluasa mencari orang tersebut.


Hawa yang menyadari bahwa Adam sedang melihat ke arah penonton langsung menundukkan kepalanya. Dia rindu tapi belum ingin ketahuan.


"Adam?" Panggil Lydia karena Adam tidak fokus dengan permainannya dan malah fokus ketempat lain.


Adam sendiri yang baru sadar langsung mengalihkan pandangannya ke gelas yang ada di tangannya. Dia harus menyusun gelas itu satu persatu hingga membuat jadi sebuah menara tanpa jatuh.


Kenapa gue merasa kalau ada hawa di sini? Tapi gue emang udah lama banget nggak lihat wajah dia di setiap kegiatan gue selama sebulan ini. Apa ini hanya perasaan gue aja?

__ADS_1


__ADS_2