
"Baju siapa yang Lo pakai?"Hawa yang baru saja mendudukkan pantat nya di kursi langsung menatap canggung ke arah temannya yang sedang berdiri menjulang di depan meja kerjanya.
"Ooh...ini..ini..baju beli di toko. Iya!. Itu tadi waktu hujan kan baju gue basah ,terus gue kan berhenti di depan toko baju, jadi sekalian deh beli. Iya seperti itu." Mendengar suara hawa yang mendadak jadi gagap membuat Vivi curiga.
Sejak kapan temannya ini suka beli baju cowok?
Vivi menatap hawa sekali lagi. Ia sangat hafal betul apa kesukaan hawa. Dan baju yang di kenakan nya hari ini jauh sekali dari yang biasa hawa kenakan. lagian style nya juga jelas baju itu untuk cowok.
"Lo lagi nggak bohongin gue kan?"
"Nggak-nggak kok. Be-ner deh. Ngapain gue bohong." Hawa langsung menghindari tatapan Vivi yang begitu mengintimidasinya.
Kriing Kriing
Telepon yang ada di atas meja Vivi berbunyi,membuat acara interogasi Vivi terhadap hawa harus terhenti. Vivi memperingati hawa untuk tidak kabur.
"Oke. kali ini Lo bisa lolos. Tapi......? Jangan harap Lo bisa kabur dari gue nanti.! " Vivi pergi meninggalkan hawa menuju kubikelnya.
Hawa sendiri langsung bernafas lega karena bisa terhindar dari interogasi dadakan temannya itu. ia berharap pak Rahmat memberikan tugas lebih kepada Vivi agar ia bisa kabur nanti saat jam pulang kantor.
..._________...
...Berita terbaru : Adam Alditri mendapat penghargaan untuk kategoriat Son**g of the Year**. ...
"Eonni..!! Oppa mendapatkan perhargaan lagi tahun ini. KYAAA.....Oppa emang yang terbaik."
"Iya. Bangga banget gue jadi fans dia Udah suaranya bagus, berbakat,terus pinter akting , pokoknya Oppa paket komplit deh. Oppa... Saranghaeyeo.!!!"
Cafe yang di sulap menjadi tempat berkumpulnya Fans Adam Alditri kini sudah di penuhi para perempuan yang berusia belasan hingga dua puluhan. Bahkan banyak dari mereka yang masih berstatus anak sekolah. Mereka sangat mengidolakan Adam Alditri, mereka juga rela menyisihkan uang jajan mereka untuk membeli album terbaru Adam yang baru rilis.
Orang tua mereka tidak melarang asal tidak mengganggu belajar mereka, apalagi meminta uang lebih dari orang tuanya.
Dan saat ini para fans base utama Adam Alditri sedang merayakan berhasilnya Adam memboyong penghargaan Song of the Year. Mereka sangat bahagia sekali hingga menyewa satu kafe untuk mereka gunakan.
Salah satu gadis cantik yang bernama Hawa kini sedang bersenda gurau bersama para fans Adam di sebuah meja besar, bahkan makanan yang mereka pesan pun sudah tinggal setengah saking lamanya mereka di cafe itu.
"Eonni...eonni tau nggak? Kemaren aku tuh habis beli Marchendhise Oppa di gerai khusus ,dan kalian tahu nggak apa yang aku dapetin?" Beritahu gadis berkuncir dua kepada hawa. Hawa sendiri hanya menanggapinya dengan senyuman serta gelengan.
"Palingan gantungan kunci??." tebak salah satu gadis berbaju pink.
"Bukan lah. Lebih spesial lagi."
"Tanda tangan Adam Alditri?"
"Bukan~~. Masa kalian nggak bisa tebak sih?"
"Udah ah kelamaan. Buruan keburu gue tidur nih." Seru Yang lainnya.
"Ish kalian nggak asyik." Gadis berkuncir dua itu mengeruvutkan bibirnya. Dia melihat ke arah hawa untuk meminta pertolongan. Hawa hanya terkekeh geli melihatnya.
"Buruan put!" Mendengar ketidak sabaran yang lainnya membuat gadis itu menyerah lalu mengambil barang yang akan ia perlihatkan kepada semuanya.
"Tada...Bantal dengan foto Adam Alditri." Gadis itu langsung berseru gembira memperlihatkan bantal bergambar Adam Alditri yang sedang tersenyum manis.
"Ya elah put. Kalau itu doang gue juga bisa bikinin 100 buat Lo." Hawa menggelengkan kepala saat teman-temannya mengusili gadis di sebelahnya yang bernama Intan. Hawa mengacungkan ibu jarinya sebagai tanda bangga pada Intan.
"Hawa eonni kok diem dari tadi sih? Eonni lagi sakit yah?" Tegur intan saat melihat eonni kesayangannya hanya berbicara sedikit hari ini. Padahal biasanya hawa akan selalu ikut nimbrung di setiap pembicaraan. apalagi mengenai Adam Alditri.
__ADS_1
"Nggak kok. Eonni baik-baik saja. Cuma lagi seneng aja ,bisa kumpul-kumpul lagi sama kalian kaya gini " Sangkal hawa. Dia memang sedang malas berbicara, tapi dia jujur kok saat mengatakan dia bahagian bisa kumpul bareng fans Adam Alditri.
"Iya . kita juga seneng banget eooni udah bisa Dateng lagi setelah sekian lama absen dari pertemuan."
"Oh iya eonni. Denger-denger tempat kerja eonni sekarang sudah kerja sama dengan Oppa? Apa bener itu eonni?" Hawa menggaruk belakang kepalanya saat di singgung masalah kerjasama perusahaannya dengan Adam. ia merasa mati kutu, apalagi dia masih teringat kalau kaos Adam ada di lemarinya sekarang. Ia belum sempat mengembalikan kepada pemiliknya.
"Berarti eonni udah pernah bertemu dengan Oppa secara langsung dong? iihhh enak banget sih eonni."
"Ya seperti yang kalian denger. Adam Oppa sudah tanda tangan kontrak dengan perusahaan eonni. Tapi kalau untuk bertemu Oppa , ehmm Kasih tahu nggak yah.....?" Hawa memilih jujur kepada mereka, karena tidak mungkin juga dia membohongi orang lain. Hawa sengaja membuat mereka semua penasaran dengannya.
"EONNI~~~~" intan sampai merajuk memegang lengan hawa.
"Ayo dong eonni kasih tahu kita? Eonni nggak boleh main rahasia-rahasiaan sama kita."
"Kkkkkk. Kalian lucu banget sih. jadi gemes deh." Mereka makin tidak sabar saat melihat hawa menertawakan mereka semua.
"Eonni_____"
"Iya-iya. Kemarin eonni Emang berkesempatan untuk mewakili perusahaan untuk bertemu dengan Adam Oppa dalam rangka tanda tangan kontrak, tapi cuma sebentar doang kok."
"DEMI APA EONNI BISA KETEMU LANGSUNG SAKA OPPA?" Seru gadis berbaju hitam.
"Eonni Lucky banget sih. Aku kan jadi iri...."
"Terus eonni sempet foto berdua nggak sama Oppa?"
"Saking gugupnya, eonni sampai lupa. kasihan banget kan eonni..." Hawa berpura-pura memasang wajah memelas supaya mereka percaya dengan dirinya. Hawa juga tidak mungkin jujur kalau dia di antar oleh Adam + di pinjami baju Adam. bisa berabe nanti.
"Yahhh....poor eonni."
Dering ponsel menghentikan aktivitas mereka dan melihat ke arah ponsel mereka masing-masing, tapi ternyata bukan. Hawa sendiri yang sangat hafal betul dengan dering ponselnya langsung mengambil ponselnya dan melihat Nomor Adam terpampang di layar ponselnya.
Detak jantung Hawa langsung terasa berhenti sesaat.
"Demi apa Oppa nelfon gue?" Ucap hawa dalam hati.
"Eonni kenapa nggak di angkat? Jangan bilang itu dari Bos eonni yah? Duuhhh kasihan banget sih eonni." Hawa hanya meringis saat di singgung masalah penelpon ponselnya. Hawa merasa bulu kuduknya meremang saat sang penelpon masih bersikeras menelfonnya.
Setelah meminta ijin mengangkat telfon, Hawa menyingkir ke tempat yang lebih sepi untuk mengangkat telfon dari Adam. Tidak mungkin dia mengangkat telfon Adam di depan para fans Adam, yang ada itu cari mati namanya.
Saat telfon yang ke tiga barulah hawa mengangkatnya. Bahkan tangannya ikut bergetar saking gugupnya. Matanya mencoba menelusuri seisi cafe yang kini sedang sibuk dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri.
"Akhirnya....Apa kamu sedang sibuk hawa?"
"Mianhae Oppa baru di angkat. Sekarang saya sedang di luar dan tadi nggak enak mau jgangkat telfon Oppa. Sekali lagi maaf yah oppa?"
"Hei...tak perlu lah seserius itu menanggapinya. saya hanya takut kamu kenapa-kenapa."
"Hawa...apa kamu masih ada di sana?"
"Hah ...iya oppa. saya masih disini."
" kamu lagi dimana?"
"Saya sedang bersama teman-teman. Oh iya ..Selamat yah oppa atas penghargaannya."
"Kkkkk. Terimakasih yah Hawa. saya sangat merasa senang bisa mendengar ucapan selamat dari kamu. Hawa..?"
__ADS_1
"Hmm..."
"Apa kamu ada waktu nanti malam?"
"Maksudnya?"
"Itu...apa kamu mau merayakan hari ini bersama saya?"
"Tapi Oppa?"
"Kamu nggak mau yah hawa?"
"Bukan begitu Oppa. Maksud saya..aduhhh gimana yah ngomongnya?"
"Nggak apa-apa hawa,bicara saja!"
"Ehm...Oppa sekarang sedang dimana?"
"Oppa ada di apartemen . Kenapa?"
"Oppa bisa datang ke Kafe AND nggak? Dari apartemen Oppa Deket kok? Kalau oppa ada waktu, lebih baik Oppa merayakan bersama kami para fans Oppa. Itupun kalau oppa mau kalau nggak juga nggak apa-apa?"
" Ehmmm...oke deh. Saya juga sedang kosong. makasih yah hawa."
"Untuk?"
"Karena kamu tidak menolak ajakan saya."
"Tapi nanti Oppa jangan bilang kalau saya yang minta Oppa kesini yah?"
"Iya Saya tahu kok. Oke saya ganti baju dulu yah. Setengah jam lagi saya kesitu."
Setelah memastikan telfon mereka tidak terhubung lagi hawa langsung menghela nafas. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya seakan-akan sedari tadi ia tidak menghirup oksigen.
Hawa bingung harus bersikap apa nanti saat kedatang Adam. Ia melihat ke arah teman-teman nya yang memanggilnya untuk kembali ke mejanya tadi. Sambil menetralkan detak jantungnya yang berdetak kencang ,hawa melangkahkan kakinya ke arah mejanya dan duduk kembali di kursinya.
Selama 30 menit hawa berkali-kali melihat ke arah jam di tangannya, hawa merapihkan rambutnya yang masih terlihat rapih dengan canggung. Teman-temannya tidak ada yang tahu bahwa sebentar lagi akan kedatangan tamu spesial di antara mereka.
**Drrtt drrttt
My wife
*Saya sudah sampai. Kamu dimana?
^^^Kami di lantai dua. Oppa naik saja*.^^^
Hawa berusaha bersikap biasa saja saat menunggu kedatangan Adam. Untuk beberapa saat hawa melamun saking bingungnya harus bersikap seperti apa nanti jika bertemu kembali dengan Adam setelah kejadian Satu Minggu yang lalu.
Dan suara pekikan yang cukup keras dari salah satu fans Adam membuat hawa tersadar dari lamunan singkatnya.
Deg
Hawa tidak bisa menutupi rasa terkejutnya, bahkan mulut hawa menganga lebar melihat kedatangan Adam disini. Hawa menutup mulutnya sendiri saat bola matanya bertubrukan dengan mata Adam.
Adam mengedarkan pandangan untuk menyapa fans nya sendiri. Di temani Manajernya , Adam tersenyum hangat kepada mereka semua. Tidak bisa di bohongi bahwa Adam sangat merasa berteriak kasih kepada fans nya. karena tidak mungkin Adam bisa sesukses ini tanpa adanya fans nya. Maka dari itu Adam langsung menerima ajakan hawa saat tadi hawa memintanya bergabung dengan mereka.
"Boleh saya ikut bergabung dengan kalian?"
__ADS_1
TBC