
"Kenapa Lo sendirian bang? Mana hawa?"Tanya Adam lewat kaca meja rias yang ada di hadapannya kepada Bima yang baru saja menutup pintu. Bima melangkahkan kakinya menuju sofa yang telah di sediakan di pojok ruangan. Sambil merebahkan tubuhnya , Bima memandang ke arah Adam yang masih dengan setia menanti penjelasan darinya.
"Lo ada buat salah apa sama hawa Dam?"
"Maksud Lo apa bang?" Adam mengernyitkan dahinya bingung dengan pertanyaan Bima. Dia merasa tidak pernah melakukan hal yang salah selama ini.
Melihat Adam yang kebingungan sendiri membuat Bima akhirnya menjelaskan kronologi kejadiannya.
"Tadi gue udah samperin hawa dan gue nungguin dia di depan pintu , tapi dia justru malah langsung pergi setelah baca note yang gue kasih ke dia. Dari raut wajahnya, seperti nahan sedih deh dam. Lo tadi nggak lihat sih, kasihan banget dia."
Penjelasan Adam membuat Adam makin kebingungan dibuatnya.
"Kenapa dia harus sedih? Tadi waktu gue lagi pemotretan aja,gue lihat wajah nya masih baik-baik aja deh bang . bahkan senyumnya tidak pernah luntur dari bibirnya waktu ngelihatin gue pemotretan. Lo jangan ngarang deh bang,,paling Lo nya aja kan yang nggak mau manggil dia kesini? "
"Ckckck. Buat apa sih gue bohong sama Lo dam. Lagian gue juga semalem habis nongkrong bareng hawa, jadi nggak ada faedahnya buat bohongin Lo.!!"
"APA..!! Maksud Lo.?? .Lo semalem pergi itu buat ketemuan sama hawa ? dan Lo nggak ngajak gue? Waaahhhh....Sumpah Lo yah Bim!! " Adam mengusap wajahnya kasar. Entah kenapa dia merasa marah ketika tau bahwa manajer nya bertemu dengan hawa.
Bima mengernyitkan dahi nya bingung. Ada apa dengan Adam? Dan kenapa Adam seperti marah kepadanya?
"Eits.....Tunggu dulu !! Gue kemaren itu beneran pergi bareng temen-temen gue, dan waktu malemnya kita nongkrong di pendopo lawas, nggak sengaja kita duduk semeja bareng sama hawa. Jujur gue juga nggak nyangka bisa ketemu lagi sama hawa di sini." Terang Bima sambil membereskan peralatan dan baju-baju Adam lalu di masukan ke dalam koper mereka. Pekerjaan an mereka sudah selesai,dan waktunya mereka untuk pulang.
"Tapi kenapa Lo nggak bilang semalem,dan malah diam Bae nggak ngomong apa-apa sama gue." Adam berdecak sebal saat dirinya gagal bertemu dengan hawa.
Sadar dam !! Lo udah punya Aurora. Lo nggak boleh kayak gitu.
"Lah Lo semalem main langsung nyembur aja. Gue kan jadi lupa , padahal gue semalem mau cerita sama Lo. Oh iya dam? gue boleh tanya nggak?"
"Apaan?"
"Ehm....kalau..gue sama dia cocok nggak?" Adam yang sedang memainkan ponsel langsung mengangkat wajahnya dan menatap Bima dengan wajah datar.
__ADS_1
...---------------...
Kejadian tadi siang membuat hawa memilih mengurung diri di ruangannya, dia bahkan tidak mau turun ke lantai 1 untuk makan siang di kantin, dan memilih berdiam diri di depan komputer nya sambil menyelesaikan pekerjaan nya yang memang butuh perhatian darinya.
Saat jam pulang kerja, hawa tidak langsung pulang ke kontrakannya tapi malah memilih berjalan kaki ke arah yang berlawanan dari tempat tinggalnya.
Hawa masih kepikiran dengan pertemuan nya tadi dengan sosok idolanya, orang yang sangat di cintai nya dengan tulus. Hawa bimbang dan ragu, apakah yang dia lakukan tadi benar atau tidak?
tapi hawa juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia begitu merindukan sosok laki-laki yang selalu menjadi semangatnya setiap hari untuk menjalani hidup yang keras ini.
Air matanya mulai menumpuk di pelupuk matanya seakan sudah tidak bisa di tahan lagi akhirnya turun membasahi pipinya. Hawa merasa kakinya begitu lemas hingga membuatnya tidak kuat untuk menopang beban tubuhnya, memilih menghentikan laju kakinya di sebuah toko di pinggir jalan.
Sambil bersandar di depan tembok, hawa membekap mulutnya dengan telapak tangannya. Lalu tangan yang satunya di gunakan untuk memukul dad*nya yang terasa begitu sesak karena menahan rasa sakit dan rindu yang begitu besar.
"Kenapa sesakit ini Ya Allah? hiks...apa salah jika aku begitu mencintainya?...apa salah jika aku merindukannya..hiks....Tapi kenapa...?" Akhirnya luruh juga isakan demi isakan dari bibirnya. Tak di perdulikan lagi tatapan orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya.
Tak ada yang tahu ,betapa besar rasa cinta yang di berikan hawa untuk Adam......
Orang yang berada di sekitar nya , ikut merasakan sedih melihat gadis yang sedang menangis seorang diri.
Mungkin dalam pikiran mereka , kalau gadis itu baru saja di putuskan oleh pacarnya...Atau sedang bertengkar dengan pacarnya.
Ada seorang wanita yang mendekatinya ,dan tanpa di minta langsung merengkuh tubuh hawa ke dalam pelukannya. Untuk menenangkan gadis dalam rengkuhannya, Wanita itu menepuk-nepuk dengan pelan punggung gadis tersebut.
"Sayang~ apapun masalah yang sedang kau alami, kau harus tetap kuat menghadapinya. Karena kau tidak sendiri. Ingat..!! Masih Ada yang di atas yang akan siap mengabulkan semua doamu. Jadi berdoalah !! Meminta lah kepada-NYA !! Mengadulah pada NYA !! Dan menangis lah pada NYA!! Berdoalah di antara dua sujud mu, insya Allah hatimu akan tenang setelahnya."
Tak ada isakan lagi yang keluar dari bibirnya,membuat wanita itu melepaskan rengkuhannya. Wanita itu tersenyum menatap gadis itu sedang menatapnya dengan mata yang begitu sayu karena habis menangis.
Dengan pelan wanita itu menghapus air mata yang membasahi pipi hawa. Selama hawa di sini baru kali ini ada orang yang begitu peduli padanya. Bahkan hangat tubuh wanita itu,sama persis dengan hangat pelukan dari ibunya.
Hawa menatap wanita yang ada di depannya dengan takjub. jilbab syar'i yang menutupi rambut serta gamis yang di kenakan nya tidak menutupi kecantikan wanita tersebut,. justru aura yang di bawa oleh wanita itu sungguh membuat hati hawa merasa tenang dan damai.
__ADS_1
Siapakah wanita Sholehah di depannya ini? Kenapa aku begitu merasa damai di dekatnya?
Seakan tau apa yang sedang di pikirkan oleh hawa. Wanita itu langsung tersenyum manis padanya.
"Panggi saja nama saya mbak Nana. Kalau boleh tau? nama kamu siapa?"
"Hawa, nama say hawa kak. Terima kasih atas support nya kak."
"Sama-sama sayang. Semoga masalah yang kamu hadapi cepat selesai yah sayang. Kakak doakan semoga apa yang hajatkan bisa terkabul oleh Allah SWT,aamiin.!!"
"Aamiin kak. sekali lagi terima kasih kak. Kalau begitu saya pergi dulu, hari sudah mulai gelap dan sepertinya sudah mau Maghrib juga. Assalamualaikum kak. see you next time kak .!!"
Senyum terukir dari bibir wanita itu."Wa'alaikumsalam salam. see you."
Hawa melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan. Hatinya begitu terasa lega saat dia sudah menangis, mungkin yang hawa butuhkan adalah tempat bersandar dan dia telah menemukan sandarannya.
Hawa sangat berterimakasih kepada wanita cantik tadi, berkat dirinya , sekarang hawa sudah merasa lega dan seperti bebannya selama ini ikut hilang tak bersisa . Senyum cantik dari bibir hawa terukir indah menghiasi wajahnya yang cantik.
Di setiap langkah kakinya menuju tempat tinggal sementaranya di Jogja,begitu ringan dan tanpa beban. Sambil bersenandung kecil hawa berjalan di antara para warga setempat yang sedang berlalu lalang di pinggir trotoar.
Sesampainya di kontrakan, hawa memutuskan untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi yang ada di kamar kontrakan nya. setelah 15 menit berlalu, terdengar suara Adzan berkumandang . Hawa langsung mengambil mukena dan melaksanakan sholat Maghrib di dalam kamarnya seorang diri.
Dalam setiap doanya, hawa meminta untuk diberikan kesehatan dan juga di pertemukan dengan jodohnya. Hawa merasa ,ia sudah bisa membuka hati untuk lelaki lain yang akan mengisi separuh hatinya.
Walaupun cinta nya untuk Adam masih begitu besar, hawa akan mencoba membuka hatinya untuk lelaki yang akan menjadi calon suaminya nanti. Ia akan mencoba mengikhlaskan Adam dengan wanita pilihannya, dan semoga Allah memberikan jodoh yang baik untuknya.
Aamiin.
......-----------......
Tbc
__ADS_1