Adam & Hawa

Adam & Hawa
Diam-diam Cinta Xlll


__ADS_3

Setelah menerima ajakan dari Anggun, Mereka kini sudah berada di antara para pengunjung yang sedang makan di Pendopo Lawas. Hawa sendiri sudah tidak terkejut lagi kalau disini adalah tempat nongkrong yang sangat di minati oleh anak muda jaman sekarang, bagaimana tidak sejak para penyanyinya terkenal di YT orang-orang pada berbondong-bondong datang ke sini hanya untuk menonton live musik mereka.


Hawa sendiri cukup merasa terhibur dengan kedatangannya ke tempat ini, dia sangat menikmati setiap lagu yang di bawakan oleh para penyanyi nya. Bahkan suara mereka sangat enak di dengar, lagu yang mereka bawakan juga kebanyakan lagu jaman Old dan itu memang kesukaan Hawa.


Anggun yang sangat mengidolakan salah satu di antara penyanyi yang ada sangat excited sekali saat penyanyi tersebut bernyanyi di depan. Dengan acuhnya anggun maju kedepan-karena kursi yang mereka duduki berada di tengah-tengah - untuk merekam penampilan nya dengan ponsel.


Entah apa yang sedang di pikirkan oleh hawa hingga dia hanya duduk terdiam sambil menikmati setiap lagu yang di bawakan oleh para penyanyi nya. Bahkan hawa mengabaikan para pengunjung yang mencuri-curi kesempatan untuk melihatnya.


Kursi yang mereka tempati memang di khususkan untuk orang banyak,jadi mau tidak mau hawa dan anggun mempersilahkan siapapun orang yang akan duduk di kursi yang mereka tempati. Seperti sekarang ini, hawa duduk di temani oleh beberapa lelaki yang sayangnya mereka datang bersama.


Hawa sendiri tidak merasa risih ataupun terganggu, yang membuat hawa menjadi ketar-ketir sendiri adalah orang yang berada di samping lelaki yang meminta ijin untuk ikut bergabung duduk di kursi yang masih kosong di sampingnya. Beruntung hawa mengenakan masker tadi, jadi hawa bisa meminimalisir orang yang bisa melihat wajahnya.


Tapi tetap saja ada saja mata para lelaki yang tahu mana cewek cantik dan cewek yang sangat cantik. Walaupun sudah di tutup-tutupi tetap saja hawa tidak bisa menghindari tatapan kagum dari orang yang melihatnya.


Dibalik masker hawa mengerucutkan bibirnya.


"Sepertinya gue melewatkan banyak waktu sampai gue nggak tau jadwal nya beberapa bulan ini." Ucap hawa pelan sambil memainkan sedotan di dalam gelas minum nya.


Sementara itu lelaki yang duduk di samping hawa sering kali mencuri pandang terhadap hawa. Dia sangat menyukai parfum yang di kenakan perempuan yang ada di sebelahnya, walau ada jarak di antara mereka tapi tetap saja wanginya tercium dan membuat nyaman orang yang berada di sampingnya.


"Bang ! Orang yang ada di samping gue cecan, dan dia wangi banget. Sumpah deh bang.!" Ucapan temannya membuat orang yang di panggil Bang langsung mengalihkan matanya ke arah perempuan yang duduk paling ujung di samping temannya. Karena wajah perempuan itu tertutup masker jadi dia tidak bisa melihat wajah nya secara langsung.


"Ckckck ,itu mah elonya aja yang buaya.!!" balas temannya sambil menatap ponselnya kembali, dia datang kesini karena ajakan teman-temannya, karena mereka sudah satu tahun tidak berjumpa dan tentu saja karena kesibukan di antara mereka. Apalagi jarak mereka yang cukup jauh jadi bisa di pastikan mereka akan bertemu saat salah satu diantara mereka sedang mengunjungi kota dimana mereka tinggali.


"Elo mah yang di urusin laki Mulu, takutnya orientasi Lo jadi berubah karena saking seringnya berduaan terus sama dia."


"Setan Lo pada. Gini-gini gue masih suka sama perempuan. Kalau ngomong di filter dulu apa yah."


"Lagian di kasih tahu ada cecan di samping gue malah cuek bebek kaya gitu,malah sibuk main ponsel Mulu lagi. Pasti Lo lagi ngurusin artis Lo itu yah?"


"Hust..berisik banget deh kalian. Dan bisa tidak suara kalian di pelanin dikit, itu orang yang lagi kalian omongin denger Bege."


"Hehehe...maaf yah mba kalau kita ganggu mba nya."


"Nggak papa, tempat ini milik umum kok jadi kalian tidak usah merasa sungkan." Jawab hawa sambil tersenyum kecil di balik maskernya, sesaat matanya bertatapan dengan mata lelaki yang di panggil Bang oleh temannya. Hawa yang merasa kenal langsung menunduk sopan untuk memberi salam, sementara Abang-abang tadi langsung terdiam saat mendengar suara yang cukup familiar di telinganya.


Dia memutuskan untuk bertanya langsung, dari pada penasaran.


"Maaf mba ! Kalau boleh tahu apa kita saling mengenal? Karena sepertinya suara anda cukup familiar di telinga saya?" Hawa yang di tanya langsung mengalihkan pandangannya ke arah depan, dia bingung harus menjawab apa. Dan teman Abang tadi langsung menyoraki nya karena sudah SKSD dengan orang lain, bahkan mereka melempari Abang tadi dengan kacang yang ada di Pring mereka.


Suasana di meja hawa seketika menjadi ramai karena keributan yang di timbulkan oleh para lelaki yang duduk di sekitar hawa , membuat sekeliling mereka melihat ke arah meja mereka. Bahkan para penyanyi yang ada di depan langsung menoleh ke arah meja mereka, membuat hawa malu dan menundukkan kepalanya.


"Yang ada di belakang ada apa yah? Kok ramai sangat. Boleh lah kasih tahu biar kita semua juga ikut tertawa bersama?" Ucap salah satu penyanyi yang berambut gondrong penasaran, Bahakan dia langsung menghampiri meja yang berada paling belakang itu dengan membawa kameranya.


Orang-orang di sekitar mereka langsung berubah antusias saat bang Zidan salah satu penyanyi di pendopo lawas ikut bergabung dan duduk di depan hawa dan kameraman yang ada di sampingnya langsung menyorot ke arah hawa dan orang-orang yang ada di mejanya.


"Ada apa ini sebenarnya? Tolong kasih tahu lah sama kami biar kami tidak penasaran?"

__ADS_1


"Gini bang Zidan ! Tadi kami sedang menertawakan teman jamin yang SKSD dengan perempuan yang ada id depan bang Zidan."


"Ya ampun kirain ada apa kalian tuh. Terus mba nya kenapa kok nunduk Mulu? Malu yah ketemu sama saya?" ucap Zidan menggoda hawa yang langsung mengangkat wajahnya tidak terima. Tapi saat dia akan protes, sang kameramen memintanya untuk melepaskan masker nya.


"Maaf bang saya lagi sariawan jadi nggak enak nanti di lihatnya." Ucapan hawa tidak membuat orang di sekitarnya percaya, tapi hawa masih mencoba mempertahankan maskernya.


"Udah copot aja. Lagian emang kamu bisa minum kalau pakai masker?" Zidan sengaja mengompor-ngompori hawa dan lainnya. membuat keadaan makin ramai, bahkan live musik mereka harus berhenti karena ikut penasaran dengan hawa.


"Tapi maaf bisa tidak jangan di rekam? Jujur saya tidak suka." Ucap hawa dengan tidak enak.


"Sip. Gus mending Lo rekam bang tri sama yang lain ok?"


"Ok." Setelah melihat sang kameramen pergi hawa melihat ke arah lelaki yang duduk di pojok alias Abang tadi untuk mendekatinya.


"Bang ! bisa kesini sebentar?" panggil hawa membuat para lelaki langsung heboh di buatnya. Sementara itu Abang tadi langsung meminta temannya untuk bertukar tempat dan dengan tidak rela temannya mempersilahkan kursinya di ambil temannya.


Hawa langsung mendekat ke arah Abang tadi dan berbisik di telinganya.


Semoga bang Bima masih ingat saya.


" Ini saya hawa bang Bima, Yang dulu pernah di tolong sama Adam Oppa waktu kecelakaan." Saat namanya di sebut, Bima alias manajer artis bernama Adam Alditri langsung menoleh cepat menatap wajah hawa shock. Membuat teman-teman Bima langsung penasaran dengan pembicaraan hawa dan Bima.


"Bang kenapa bang? Kenapa wajah ente terlihat seperti melihat hantu? apa yang dia katakan?" Tanya teman Bima, Zidan langsung ikutan penasaran hingga membuatnya menatap wajah hawa yang masih tertutup masker.


Setelah beberapa detik, Bima seakan tersadar dan langsung mengalihkan pandangan ke arah lain. Dia bahkan mengambil minuman yang ada di depannya dan meminumnya dengan cepat. Setelah di rasa tenggorokan nya sudah basah ,Bima langsung memandang hawa kembali.


"Ya ampun, pantesan waktu denger suara kamu tadi, kaya nggak asing. Ya ampun gimana kabar kamu? Kok kamu ada di sini sih? pantesan saya nggak pernah lihat kamu beberapa bulan ini di Jakarta." Tanya Bima bertubi-tubi mengabaikan temannya yang mati penasaran dengan perempuan yang bernama hawa tadi. Melihat interaksi antara hawa dan Bima,mereka berspekulasi bahwa mereka saling kenal dan sudah lama tidak bertemu.


Mereka semua langsung minta di kenalkan dengan hawa.


"Tuhkan kalian malah asyik ngobrol sendiri? Hei, tadi katanya kamu mau ngelepasin masker kamu kalau nggak ada kamera? Sekarang kan dia udah pergi, jadi bisa dong kamu kasih lihat sama kita-kita wajah cantikmu?" Goda Zidan kepada hawa dan membuat meja mereka makin ramai saja.


"Dan !! Lo nggak mau nyanyi lagi? jatah Lo nih?" Panggil salah satu temannya dengan pengeras suara. Zidan langsung berdiri dari kursinya dan memberikan tanda silang sebagai balasannya,,membuat semur orang tertawa melihat tingkah kocak Zidan.


Kemudian Zidan duduk kembali dan memasang wajah tanpa dosa kepada hawa yang sedang terkikik geli melihat tingkahnya.


"Dih senyumnya aja ngegemesin...Ayo dong bang Zidan penasaran tauuuu sama kamu?"


"Berasa murahan banget nggak sih saya bang disini. kkkkk"


"Siapa yang bilang kamu murahan? Sini biar aku bayar mereka pakai seperangkat alat macul."


guyonan yang di lontarkan oleh hawa membuat meja mereka ramai lagi.


"Ayo dong hawa! kami juga penasaran tahu. Semenit aja deh habis itu maskernya pakai lagi?" Nego teman Bima kepada hawa.


"Ya hawa, nggak papa lagian kita nggak gigit kok. Jadi santai aja sama kita? Oh iya temen kamu mana? bukannya tadi kamu sama temen kamu yah?"

__ADS_1


"Iya. Lagi di depan . Tapi bener yah kalian jangan nyesel melihat wajah saya. Soalnya enggak tahu kenapa , kalau orang ngelihat wajah saya bawaannya pengin mbuang saya kelaut. kkkkk"


"Masa sih?"


"Iya mana mungkin. Dari suara kamu yang merdunya ngalahin suara tri suaka aja saya bisa tahu kalau kamu canting sekali."


"Lah kok tri suaka sih? kan saya perempuan bang."


"Oh iya yah lupa saya."


Setelah sekian lama obrolan panjang mereka, anggun datang ke mejanya tadi bersama hawa, dan langsung minta foto sama zidan. Dia sampai beberapa kali nyenggol lengan hawa karena baru ngeh kalau cowok yang duduk di sekitarnya tadi ternyata ganteng-ganteng.


"Kok dari tadi Lo nggak ngomong sih kalau kita duduk di antara cowok-cowok ganteng?" Bisik anggun di samping telinga hawa. Hawa sendiri hanya meringis tidak enak, dia saja merasa biasa saja. Hawa melihat jam yang menunjukkan pukul 10 malam langsung undur diri karena dia harus istirahat .


"Makasih buat semuanya karena sudah menemani kita mengobrol tadi. Kalau begitu saya permisi dulu. Bang Bima saya pulang dulu. Permisi"


"Loh kok pulang? Kamu tadi kan janji mau kasih lihat wajah kamu?"


"Hehehe maaf kak lupa. tapi bener yah kalian jangan Sawan karena habis lihat wajah saya ini?"


"Udah kasih lihat aja." ucap anggun mengompori. Hawa melihat Bima CS dan juga Zidan yang sudah tidak sabar menantikan nya.


"Berasa artis saya bang .kkkkk" Kelakar hawa malu sendiri.


"Hawa tunjukan pesonamu, jeng jeng jeng!!" Ucap teman Bima dan juga Zidan.


Setelah di desak sana sini , akhirnya hawa menundukkan kepalanya dan melepaskan maskernya dengan pelan lalu merapihkan rambutnya yang tergerai indah. Dia mengangkat wajahnya untuk melihat bagaimana reaksi semuanya.


Bima CS serta Zidan langsung terkesima melihat wajah cantik perempuan yang ada di hadapan mereka.


"Anjay ..!! Lo sedari tadi nutupin wajah Lo karena nggak mau kita mimisan yah wa? wah sumpah yah , Lo mau nggak jadi cewek gue sekarang juga?


"Yakh..!!! Gue bunuh Lo yah kalau macem-macem sama dia. Nggak usah dengerin dia wa!! Mending sama gue aja? Gue udah punya pekerjaan tetap kok. Jadi hidup Lo gue jamin bakalan terpenuhi."


"Terimakasih Ya Allah karena engkau telah menurunkan bidadari tak bersayap di sini Ya Allah." seru Zidan saat hawa melepaskan maskernya.


"Jangan mau wa !! mending sama gue?"


"Sama gue aja wa!"


"Sama gue aja!" Perdebatan diantara 3 orang itu tidak terelakan lagi hingga membuat Hawa meringis di balik maskernya yang sudah dia kenakan lagi setelah beberapa saat tadi melepaskan nya. Bima yang melihat ketidak nyamanan hawa langsung memukuli teman-temannya satu persatu.


"Bikin malu aja Lo pada. Kaya nggak pernah lihat cewe cantik aja sih. Ya udah katanya tadi kamu mau pulang, mau saya antar nggak nih? mumpung saya lagi free." ucap Bima sambil mengabaikan rasa sakit di punggungnya yang di pukul balik oleh temannya tadi.


Hawa langsung menggandeng Anggun yang ada di sampingnya dan ijin pamit pergi tanpa mau menerima ajakan salah satu di antara Bima dan teman-temannya. Hawa hanya merasa tidak ingin membalas perasaan siapapun sekarang. cintanya sudah mentok kepada lelaki yang kini sudah berbahagia dengan pacarnya.


Lagian hawa memang belum ingin menjalin hubungan asmara dengan lelaki manapun. Pekerjaan nya begitu riweh hingga malas jika harus berpacaran yang kadang membutuhkan waktu yang cukup banyak menyita pikiran dan perasaan. Dan hawa kini belum punya itu, jadi hawa memilih sendiri dulu dan menunggu orang yang tepat yang akan mengisi hatinya nanti.

__ADS_1


TBC


__ADS_2