Adam & Hawa

Adam & Hawa
chapter XLIV


__ADS_3

Bunyi suara bel membuat sang pemilik apartemen menoleh. Lelaki tampan itu baru saja selesai mandi, dan hanya menggunakan handuk yang melilit pinggangnya.


Lelaki itu langsung mengambil baju serta memaki celananya. Tak lupa ia juga menyisir rambutnya yang masih basah dengan jari tangan nya.


Saat ia melihat ke arah layar intercom, bibirnya langsung tersenyum.


Ia tidak menyangka kalau dia akan mendapatkan tamu sore ini.


Di bukannya pintu besi itu, ke dua tangannya merentang lebar seolah menyambut sang tamu. Sedangkan tamu itu langsung menghamburkan tubuhnya ke pelukan lelaki itu.


"Kangen~," ucapnya manja. Membuat gadis dalam rengkuhan semakin menyusupkan wajahnya ke tubuh sang kekasih.


Yap, siapa lagi kalau bukan pasangan terpanas tahun ini. Adam dan Hawa.


Tamu itu adalah Hawa.


Ia senagaja tidak mengabari sang kekasih untuk memberinya kejutan. Tadi sebelum kesini, ia sudah konfirmasi terlebih dahulu dengan si manajer artis.


"Aku juga kangen banget sama kamu, Oppa," jawab gadis itu.


Mereka melepaskan diri masing-masing, tetapi hanya sedikit. Tubuh mereka masih berada dekat satu sama lain.


Adam mengusap wajah sang kekasih dengan penuh kasih. Ia begitu merindukan gadisnya.


"Kenapa tidak mengabariku terlebih dahulu? Aku kan bisa jemput kamu, sayang?"


"Kalau aku bilang sama aja bohong dong. Aku, kan, emang niatnya mau bikin surprise buat kamu."


"Bagaimana kabar kamu sayang? Apa pekerjaan kamu begitu meyita waktu kamu, hingga membuat kamu terlihat kurus seperi ini?"


"Namanya kerja jelas menyita waktu, lah, sayang,"


"Tapi kamu beneran nggak apa-apa? Kamu nggak lagi sakit, kan, sayang?"


"Nggak, Oppa. Aku sehat. Lihat, sekarang aku bisa berada di sini, berarti aku baik-baik saja."


"Tetap saja aku sangat khawatir,"


"Kkkkk. Apa kita akan berada di posisi ini terus, Oppa?"


"Emang kenapa? Apa kamu tidak merindukan kekasihmu ini?"

__ADS_1


"Apaan sih, Oppa. Kalau aku tidak rindu, buat apa aku kesini? Mending aku tidur, terus streaming drama Korea lihat Oppa-Oppa Korea,"


"Ciih, lebih tampan geh aku kemana-mana. Buktinya kamu saja sampai tidak bisa berpaling dari pesona Oppa mu ini,"


Hawa langsung menyembunyikan pipinya yang merona malu. Ia tidak bisa berkata-kata lagi, karena itu memang kenyataannya.


Adam mengangkat dagu sang kekasih. Ia menyelami mata sang kekasih, yang begitu meneduhkan hatinya.


Pipi Hawa sendiri sudah merah. Dari jarak sedekat ini, wajah sang kekasih begitu menyilaukan. Apalagi bau sabun yang tercium dari balik kaos sang kekasih yang begitu menenangkan.


Adam memajukan wajahnya, menipiskan jarak di antara wajah mereka. Ketika hidung mereka sudah saling bersentuhan, Adam menghentikannya.


Ia akan memberikan waktu bagi sang kekasih. Ia akan menerima jika hawa menolaknya. Namun setelah di tunggu beberapa saat, tak ada penolakan dari sang kekasih.


Hubungan mereka memang sudah cukup lama. Namun selama ini gaya pacaran mereka hanya sekedar saling pegangan tangan atau pelukan saja. Adam sendiri tidak akan memaksa sang kekasih, tetapi ia juga sangat ingin merasakan bib*r sang kekasih.


"Apa aku boleh mencium kamu?" tanya Adam pada akhirnya.


Netranya sudah sedari tadi melirik bibir pink sang kekasih.


Sedangkan sang gadis bimbang.


"Apa kamu akan marah jika aku menolaknya?" cicit gadis itu takut.


Adam yang mengerti, kemudian menjauhkan wajahnya dari sang kekasih. Tangannya ia masukan ke dalam kantong celananya. Ia melihat hawa yang sedang memilin bajunya dengan takut.


Apa sebejat itu pikiran Adam hingga membuat sang kekasih ketakutan terhadapnya.


Desah nafas keluar dari bibirnya.


Tangannya meraih tangan gadis itu, kemudian mencium punggung tangan gadis itu.


Hawa yang melihat Adam seperti itu, langsung tersenyum. Ia takut sang kekasih akan marah karena ia menolak tawaran dia.


"Maaf. Maaf jika aku membuatmu ketakutan, sayang. Aku janji akan menahan diri lagi dari godaan syetan yang terkutuk itu. Kamu mau maafin aku kan, Honey?" sesal Adam hingg berkali-kali mencium punggung tangan sang kekasih.


Hawa menggelengkan kepalanya.


"Saya hanya ingin, kita terhindar dari Zina, Oppa. Maaf Oppa, jika kamu berniat memutuskan aku sekarang, aku terima. Karena aku hanya tidak ingin, membuat orang tuaku malu dengan kelakuanku." Timpal hawa panjang lebar.


Membuat hati Adam tersentil.

__ADS_1


lelaki itu menggeleng. "Aku akan menjadi lelaki yang tol*l, karena harus melepaskan perempuan sebaik dan secantik kamu, sayang." Ujar Adam. "Aku tidak mau kehilangan kamu, sayang." Imbuhnya.


Bibir Hawa tersenyum


Kemudian tangannyan menangkup wajah sang kekasih yang di tumbuhi rambut tipis di dagu bahkan di atas bibir sang kekasih. Membuat wajahnya terlihat makin tampan


Adam sangat menikmati saat tangan lembut sang kekasih yang sedang mengusap wajahnya.


"Oppa beneran nggak mau nyuruh aku buat duduk gitu? Atau minum gitu?" rajuk Hawa.


Adam langsung tertawa lebar. Kekasihnya memang sangat menggemaskan.


Coba mau nyari dimana pacar kaya gini? Kalaupun ada dia sudah tidak berminat, karena bagi dia Hawa sudah lebih dari cukup. Ia janji akan menjadi pacar yang baik buat sang kekasih.


"Silahkan duduk, Nyonya Adam. Mau teh, jus, kopi, atau air putih?" goda sang kekasih. Hawa langsung terkekeh geli.


"Air putih aja, Oppa."


"Baiklah, silahkan duduk dulu. Anggap saja rumah sendiri!" Jawab Adam.


Kemudian Adam pergi ke arah Pantry yang terhubung langsung dengan dapur di rumahnya. Ia mengambilkan air putih dingin yang bada di kulkas kemudian mengambil beberapa cemilan untuk menemani mereka.


Saat kakinya ke ruang tamu, Adam tidak menemukan sang kekasih di manapun. Ia tolehkan kepalanya ke kanan dan kiri, tapi tidak menemukan keberadaan gadis itu.


"Sayang ... Kamu dimana?" panggil Adam sambil berkeliling di apartemen nya yang cukup besar ini .


"Sayang~ jangan bercanda dong? Sayang,"


Sementara Adam sibuk mencari keberadaan sang kekasih. Justru gadis itu kini sudah berada di dalam lift. Tanpa berpamitan dengan sang kekasih, ia langsung pergi begitu saja.


TBC


Hayoo, siapa kira-kira yang menelfon hawa, hingga membuat hawa meninggalkan sang kekasih.


Kalau kalian penasaran tungguin kelanjutannya besok. Jangan lupa like, komen , masukan ke list favorit kalian agar tetap tau saat novel ini up.


Terima kasih


Mampir juga ke novel karya teman aku yah.


__ADS_1


__ADS_2