Adam & Hawa

Adam & Hawa
Chapter XVIII


__ADS_3

Setelah satu bulan berpuasa ,hari ini semua umat muslim merayakan hari kemenangan bersama-sama dengan sanak saudara di kampung halamannya.


Seperti Hawa yang mudik ke rumah orang tuanya di Jakarta. Selama 8 bulan bekerja di Jogja, hawa baru kali ini pulang. Bukan berniat kurangajar kepada orang tuanya, tapi selama bekerja di Jogja hawa memang jarang sekali libur panjang. kalaupun libur,itu hanya satu hari dan hawa menggunakannya untuk beristirahat di kontrakan.


Sungguh malang sekali Hawa.


Beruntung keluarganya tidak menghapus namanya dari KK alias Kartu Keluarga, bahkan sesekali orang tuanya bergantian mengunjungi hawa di Jogja. Hawa sangat beruntung mempunyai keluarga seperti keluarganya yang selalu memperhatikan keadaan nya.


"Sayang... Nanti kamu jangan lupa untuk makan bekal kamu yah...!! Lagian Bos kamu tuh kebangetan banget sih!! kamu kan seharusnya libur !! kenapa harus kerja di hari kaya gini?" Gerutu sang ibu negara kepada anaknya yang sedang berganti baju dinasnya, alias kaos serta celana jeans-nya.


"Ya mau gimana lagi mah. Kan ini sudah tugas hawa. Lagian lumayan mah, uangnya bisa buat nambah-nambahin modal hawa buat beli mobil. hehehe."


"Ckckck." Decak sang ibu.


Hawa berjalan mendekati ibunya yang berdiri di samping pintu kamarnya. Ia genggam kedua tangan ibunya. Senyum manis ia berikan kepada ibu tercinta.


"Mah...!! Maafkan hawa bila selama ini belum bisa membahagiakan mamah dan papah. Hawa belum bisa membalas semua pengorbanan kalian. Sebagai anak...Hawa sadar belum bisa membalas semua jasa kalian kepada kami. Hawa minta maaf mah."


Air mata hawa sudah tidak bisa terbendung lagi. Hawa menangis di pelukan ibunda tercinta. Sedangkan sang ibu juga ikut menangis melihat ketulusan anaknya.


Cup


Sambil menahan tangis Ibunda hawa mencium kening anaknya.


"Mamah dan papah tidak pernah meminta apapun kepada kalian, mamah juga tidak pernah meminta balasan dari kalian. Kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung semua apa yang kalian impikan. "


"Tapi mah.."


"Udah..Sekarang lebih baik kamu fokus dalam karir kamu saja. Mamah sama papa sudah bersyukur bisa melihat kalian tidak kekurangan apapun kok." Sela sang ibu.


"Makasih yah mah. Hawa sayang banget sama mamah." Hawa mencium pipi sang ibunda dengan cepat kemudian memeluknya kembali.


"Mamah juga sayang banget sama kamu sayang."


...------------...


"Ya ampun Kaya gini amat yah nyari duit. Di saat yang lain lagi pada kumpul bareng keluarga mereka, gue harus berjibaku mencari berita. Huhuhuhu. Yang sabar yah hawa, Adam Oppa sedang berjuang buat mencari nafkah buat menghidupi masa depan kalian." Hawa mencoba menghibur dirinya sendiri yang kini sedang berada di sebuah rumah salah satu artis ternama.


Tadi saat akan berangkat, atasannya menelfon untuk menggunakan kostum yang terbaik dan rapih. Alhasil dia yang tadinya menggunakan kostum santai langsung melepaskan kembali bajunya dan berganti dengan baju yang baru saja di belinya kemarin dengan ibunya.

__ADS_1


Hawa kini sudah bergabung dengan para Pers yang lainnya. Sang artis sedang mengadakan Open House dengan teman media, jadi disinilah hawa sekarang menggunakan atasan serta bawahan celana berwarna putih serta pashmina yang di sematkan di kepala untuk menutupi rambutnya.


Sang artis memang menyuruh semua awak media mengenakan baju berwarna putih dan bagi yang muslim mengenakan jilbab sedangkan yang non muslim tidak.


"Hawa..? Ya ampun kamu cantik banget sih? Sampai pangling loh aku?" Panggil salah satu lelaki saat mendekati hawa. Dia sedari tadi sudah ingin menegur hawa tapi takut salah.


"Abang bisa aja sih."


"Dih bener deh. Oh iya Minal aidzin wal faidzin yah. Maaf bila selama ini aku punya salah sama kamu."


"Iya bang. Hawa juga minta maaf bila ada salah selama ini."


"Abang lihat sedari tadi kamu cemberut Mulu, Pasti kamu lagi ngomel gara-gara di suruh kerja waktu libur kaya gini?"


"Haahhhh...Abang tahu aja. "


"Ya tahu lah. Istri Abang juga gitu, tapi mau gimana lagi, demi kompor bisa ngebul makanya istri ngijinin. hihihi"


"Gitu yah bang kalau udah nikah sekarang mah yang dipikir mah yang penting dapur sama bisa beli susu buat anak."


"Iya bener banget. Makanya kamu sekarang lebih baik seneng-seneng dulu,puas-puasin deh traveling kemana-mana . Besok kalau kamu udah punya anak kamu nggak bakalan sebebas waktu masih sendiri."


Perbincangan hawa dengan salah satu seniornya terhenti karena sang tuan rumah sudah datang, Hawa beserta semua tamu langsung memberikan tepuk tangan meriah.


Sementara di sisi lain, ada laki-laki yang kini sedang menatap dingin hawa yang sedang berbincang dengan seniornya. Dia adalah Adam Alditri, dia adalah salah satu tamu undangan di acara hari ini. Dia akan bernyanyi dua lagu untuk memeriahkan acara Open house di rumah artis senior yang bernama Lidya.


Lidya adalah artis senior dan dia adalah teman dari ibunya, jadi sebagai anak yang berbakti Adam menemani ibunya sekalian mengisi acara.


Adam sudah datang sedari tadi, bahkan sebelum hawa datang dia sudah standby disini . Waktu pertama kali melihat hawa datang, Adam sangat terpukau. Hawa begitu cantik hari ini, dan Adam sangat menyukainya. Apalagi setelah kejadian beberapa bulan yang lalu.


......---------......


Flashback


"Loh kok hitam?" Adam kebingungan saat layar ponselnya berubah jadi warna hitam.


"Halo...halo...hawa...?" Adam memanggil hawa tapi yang dia lihat hanya layar hitam saja. Padahal panggilan mereka terhubung.


Sementara itu hawa yang memang mengarahkan kameranya kebelakang dan sengaja menaruh ponselnya di atas kasurnya hanya bisa terdiam dan membekap mulutnya tak percaya.

__ADS_1


Bagaimana bisa Adam menelfon dirinya?


Setelah beberapa saat terdiam, hawa langsung mengambil ponselnya dan mengarahkan kameranya ke arah tembok. Hawa terkikik pelan saat melihat wajah Adam yang seperti orang bingung.


"Yah..!! kenapa kamu malah tertawa hawa? Dan bisa tidak kameranya kamu hadapkan ke arah depan.?" Bibir Adam mengerucut.


"Ini beneran Oppa?" Tanya hawa yang masih belum percaya Adam menelfonnya, apalagi ini adalah panggilan video. Seakan teringat, hawa langsung mengecek wajahnya di kaca , tadi dia habis menangis jadi bisa saja wajahnya sekarang sangat mengerikan.


"Iya ini beneran saya, Adam. Idola kamu.kkkk" Adam terkekeh sendiri mendengar suara hawa yang masih belum percaya kalau ia adalah Adam Alditri. Adam masih belum bisa melihat wajah hawa karena hawa masih belum mengganti mode kameranya.


"Oppa.." Panggil hawa.


"Iya Hawa . Ada apa?" Jawab Adam lembut. Bahkan senyum manis tersemat di bibir Adam membuat hati hawa berdesir hangat.


"Enggak kok. Cuma pengin manggil aja. hehehe"


"ckckck. Hawa...bisa nggak saya melihat wajah kamu?"


"Ehmmm...boleh sih. Bentar yah oppa!! Hawa cuci muka dulu."


"Oke."


Hawa langsung pergi ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya buat cuci muka. selesai cuci muka hawa langsung mengambil handuk untuk mengeringkan wajahnya, lalu kembali lagi duduk di atas ranjang.


Hawa mengangkat ponselnya dan mengarahkan ke depan wajahnya, tapi sebelum mengganti mode ke kamera depan hawa menarik nafas terlebih dahulu. Setelah siap hawa menatap wajah Adam terlebih dahulu yang kini sedang menunggu nya.


Klik


Mode kamera sudah berganti menjadi kamera depan, wajah cantik hawa kini sudah terpampang indah di dalam ponsel Adam. Senyum di bibir Adam langsung mengembang melihat wajah yang sudah sekian lama tak dia lihat. Tatapan rindu begitu terpancar dari wajah mereka.


Adam tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia tertarik dengan fans nya sendiri. Tingkah hawa sangat menarik perhatian Adam, di saat yang lain berlomba-lomba menarik perhatiannya dengan baju yang bagus hingga hadiah yang mahal. Justru hawa malah menutupinya dengan pakaian yang biasa saja.


Hawa yang ditatap sedemikian rupa oleh Adam langsung tersipu malu. Kedua pipinya merona merah membuat Adam makin terpesona.


Akhirnya dua insan itu menghabiskan waktu dengan saling bersenda gurau.


Flashback off


TBC

__ADS_1


__ADS_2