Adam & Hawa

Adam & Hawa
Chapter XVII


__ADS_3

Bugh


"Auww..sshhhhh.." rintihan hingga ringisan keluar dari bibir mungil hawa yang baru saja terkena kecelakaan kecil di kantor. Jempol kaki hawa kejatuhan palu yang di bawa oleh OB untuk memalu paku di dinding yang akan di pasang frame foto Adam Alditri waktu pemotretan kemarin.


Lalu kenapa hawa bisa terkena palu?


Tentu bisa...secara OB yang sedang mengerjakan tugasnya itu berada di belakang meja kerja hawa . lalu saat hawa berdiri dari duduknya, tiba-tiba palu itu terlepas dari genggaman OB tersebut dan jatuh mengenai kaki hawa yang sedang bertelanjang kaki,karena sepatu yang dia kenakan sedang di lepas.


Alhasil kuku jempol kakinya langsung membiru,membuat hawa langsung berjongkok dan menangis merasakan betapa sakitnya jempolnya.


"Sumpah ini sakit banget Ya Allah." Rintih hawa sambil memegangi kakinya.


Sang OB sangat merasa bersalah hingga ikut panik, sedangkan karyawan yang lain langsung menyarankan untuk di bawa ke klinik.


"Hawa..Kamu masih bisa berjalan kan? Atau mau saya gendong? " Ucap Rian khawatir karena melihat hawa yang menangis.


"Tunggu sebentar mas...hiks" Hawa meminta waktu sebentar untuk menenangkan dirinya, sambil menahan isakan hawa mencoba berdiri dan menolak dengan halus bantuan riang yang akan menggendongnya.


Rian menyuruh karyawan lain untuk bekerja kembali,sedangkan dia mengantar hawa ke klinik di lantai satu. Beruntung lift dalam keadaan kosong dan hawa serta Rian berjalan memasuki lift dalam diam.


Rian menatap khawatir hawa yang masih sesekali menghapus air matanya. Seakan bisa merasakan sakitnya, rian ikut meringis saat hawa meringis kesakitan.


"Kamu beneran nggak perlu di papah sama saya? Maaf hawa bukannya saya memaksa,tapi saya ngga tega lihat kamu seperti ini. Jadi ijinkan saya buat menolong kamu,please!!" Ucap Rian memohon kepada hawa. Hawa yang sedang merasakan ngilu di jempolnya tidak mendengar apa yang Rian katakan. Dia hanya bisa bersandar di tepi dan berpegangan di besi yang ada di dalam lift.


Ting


Greeb


"Biar say bantu. Kamu nggak perlu merasa tidak enak dengan saya. Lagian kalau kamu berjalan sendiri nanti malah tidak sampai-sampai."


Hawa langsung menghentikan tangisnya saat dengan tak terduga Rian merengkuh bahunya dan didorong dengan lembut agar berjalan bersama. Hawa langsung menunduk, entah kenapa hatinya berdesir hangat saat tangan Rian merengkuh bahunya.


Setelah melewati beberapa ruangan akhirnya hawa dan Rian sampai di depan ruang kesehatan di lantai 1. Rian membukakan pintu untuk mereka kemudian membantu hawa untuk duduk di ranjang khusus pasien.


"Kamu tunggu disini dulu yah hawa !! Biar saya panggilkan dokter jaga dulu yah !!"


"Hmm..." Setelah kepergian Rian dari ruangan,hawa langsung mendesah lega. Sedari tadi hawa menahan nafas karena jantungnya berdegup begitu kuat berada di dekat Rian. Bahkan hawa bisa mencium aroma parfum Rian yang begitu menusuk hidungnya. Wanginya begitu memabukkan, hampir saja hawa terlena jika dirinya tidak sadar kalau orang yang berada di sampingnya adalah lelaki lain bukan ayah atau adiknya.


Ceklek


Mendengar bunyi pintu dibuka dari luar membuat hawa tersadar dari lamunan sesaatnya.


"Bagaimana kejadiannya? dan kenapa bisa?" mendengar pertanyaan dari sang dokter jaga, hawa hanya bisa meringis.


"Ya begitulah dok. Saya juga tidak tahu bagaimana kronologisnya, tau-tau udah kena aja."


Dokter memeriksa keadaan jempol kaki hawa setelah itu mengambil salep yang ada di kotak obatnya. Lalu dokter mengoleskan salep di bagian pinggir kuku hawa dan sekitarnya. Hawa meringis menahan sakit saat bagian yang membiru tersentuh jari dokternya.


"Haahhhhh,pasti sakit sekali yah? Ini saya beri obat salep sama obat pereda nyeri,diminum setelah habis makan yah. Besok seminggu kamu kesini lagi. Habis ini kamu langsung ijin pulang aja ke pihak HRD, ini sudah saya buatkan surat keterangan nya. Dan semoga lekas sembuh yh nona?" Dokter menuliskan surat ijin sakit untuk hawa supaya di berikan ke pihak HRD agar dirinya bisa pulang. Karena hawa tidak mungkin bisa bekerja sambil menahan rasa sakit di kakinya.

__ADS_1


"Baik dok. Terimakasih." Hawa kalah cepat karena Rian sudah menerima surat beserta obat yang di berikan oleh sang dokter untuk hawa, Rian langsung membantu hawa untuk bangun dari ranjang.


"Nggak usah mas. Saya bisa sendiri kok !"


"Beneran?"


"Iya mas. Lebih baik mas Rian kembali ke ruangan saja, saya bisa ke HRD sendiri kok."


"Saya antar kamu ke HRD,dan saya juga tidak menerima penolakan."


Akhirnya hawa mengalah dan membiarkan Rian mengantarnya ke Bagian HRD. Selama perjalanan menuju Ke HRD,hawa serta Rian hanya saling diam dan entah apa yang sedang mereka pikirkan hingga mereka hampir saja melewati bagian HRD yang memang terletak di lantai satu.


"Saya masuk dulu mas. Maaf surat serta obatnya biar saya yang pegang."


"Ohh..ini suratnya. Kalau obatnya biar saya bantu bawa sampai ruangan. Kamu masuk antar suratnya dulu biar saya tunggu di sini."


"Tapi.."


"Udah nggak apa-apa. sana buruan!"


"Baiklah,saya janji tidak akan lama kok mas."


...------------...


Jam menunjukkan pukul setengah 11 siang, Adam yang baru saja selesai dengan kegiatannya ngeGYM langsung meminum air mineral yang telah disediakan.


Entah kenapa hari ini pikirannya selalu tertuju dengan gadis itu. Bayangan wajahnya selalu terlintas di setiap pikirannya. Dan hatinya juga merasa tidak nyaman seperti ada yang terjadi dengan gadis-nya.


Adam langsung memukul kepalanya sendiri karena dengan entengnya mengeklaim kepemilikan gadis itu.


"Ingat dam!! Lo itu udah punya kekasih! Jadi Lo nggak boleh mikirin wanita lain !!"


Fuuhhhhh


Demi mengalihkan pikirannya Adam mengambil ponselnya,lalu membuka akun ig'nya. Dia mengambil selfie dirinya sendiri yang sedang berkeringat kemudian dia meng-upload nya di ig-nya.


Adam menaruh kembali ponselnya di sampingnya, setelah merasa keringatnya sudah tidak banyak lagi Adam bergegas menuju kamar mandi yang di sediakan di tempat nge-gym.


15 menit kemudian Adam sudah selesai dengan urusannya di kamar mandi,lalu bergegas ke basement untuk mengambil mobilnya.


Selama di perjalanannya menuju apartemennya,bunyi tanda notifikasi nya begitu berisik. Adam lupa tidak men-silent ponselnya jadilah ponselnya sudah seperti apa hingga berisik sekali.


"Memang tidak ada yang bisa menolak pesona gue." Ucap Adam percaya diri.


Sementara itu di kota lain, hawa yang sedang beristirahat di kamar kontrakannya . Mendengar bunyi notifikasi dari ig-nya ,hawa langsung mengambilnya. Dia membuka akun ig'nya dan wajahnya langsung tersenyum manis.


Adam Alditri, idolanya baru saja meng-upload foto dirinya yang baru saja selesai olahraga. seperti fans kebanyakan lainnya, hawa langsung mengeklik tanda love di postingan Adam.


Adam♥️Hawa, Sukses selalu buat kariernya Oppa. Jangan lupa untuk berdoa agar kita bisa menjadi keluarga yang sesungguhnya. hihihi😊😊😊

__ADS_1


Saranghae oppa♥️♥️♥️


Hawa tertawa sendiri melihat komenannya, walaupun hawa berusaha membuka hatinya untuk laki-laki lain tapi hawa masih begitu mencintai Adam. Hawa masih sulit untuk melupakan sosok cinta pertamanya. Lagian bagaimana bisa melupakan Adam, wajah Adam saja banyak sekali di tempel di manapun.


......---------......


Adam yang sudah sampai di kamarnya langsung membuka akun-nya. Adam tertawa sendiri membaca begitu banyak komen dari fans nya. Saat tangannya sedang menggulir ke bawah, Adam langsung memicingkan matanya melihat nama akun yang tidak begitu asing. Saat di ingat-ingat Adam baru sadar kalau nama akun itu yang dulu pernah dia balas komenannya.


"Tapi tunggu dulu...apa akun ini punya hawa yah? Coba deh gue cek profilnya." Adam langsung stalking akun bernama Adam ♥️ Hawa, disana juga tertera nomor ponsel hawa.


"Apa gue hubungin nomor ini yah?"


"Coba deh. siapa tahu ini benar nomor hawa. Kan sekalian bisa nanya kabar dia." Adam langsung mengetikkan nomor ponsel hawa menggunakan telepon rumahnya. Dia mencoba menghindari kejadian yang tidak diinginkan bila ini bukan nomor ponsel hawa.


"Gila terhubung coy. Wah..kenapa gue jadi deg-degan gini yah."


Adam berusaha mengontrol detak jantungnya sendiri, pada deringan ke enam barulah telepon nya diangkat.


"Assalamualaikum.." Suara merdu seorang perempuan mengalun indah menembus gendang telinga Adam. Adam mencoba berdehem untuk menghilangkan rasa groginya.


"Wa'alaikumsalam. apa benar ini nomor mba Hawa?" Tanya Adam sambil mengubah suaranya dengan menjepit hidungnya supaya suaranya tidak di kenali oleh so penerima telepon.


Ada jeda beberapa detik sampai suara hawa terdengar kembali.


"Iya dengan hawa disini. Maaf ini nomor siapa yah? Apa ada yang bisa saya bantu?" Sedangkan hawa disana tidak pernah bermimpi bisa di telepon oleh Adam. Hawa hanya berpikir mungkin ini adalah panggilan dari kantor pusatnya yang ada di Jakarta. Karena nomor yang menelfonnya adalah nomor dari Jakarta.


Adam langsung tersenyum bahagia, dia bahkan langsung meninju udara saking senangnya.


"Halo..halo.." Suara hawa memanggil membuat Adam langsung gelagapan.


"Iya halo. Maaf tadi saya sedang mengambil barang saya yang terjatuh di lantai."


"Oohh. tapi maaf dengan siapa saya berbicara yah?"


"Ini saya Adam Alditri." Ungkap Adam jujur, bahkan Adam sudah melepaskan jepitan di hidungnya. Sementara itu hawa yang mendengar nama si penelpon adalah Adam Alditri langsung tertawa.


"Maaf mas....sepertinya mas tidak perlu mengaku-ngaku sebagai Adam Alditri. Karena saya begitu mengenal idola saya. Jadi lebih baik anda bangun dari tidur anda dan jangan pernah mengaku-ngaku lagi sebagai idola saya."


"Tunggu dulu..!!" Adam langsung berseru panik saat mendengar hawa menuduhnya berbohong.


"Ok kalau kamu tidak percaya, saya akan melakukan panggilan video kenomor kamu."


"Ok siapa takut." Tantang hawa.


Setelah mematikan teleponnya Adam langsung mengetikan nomor hawa di ponselnya supaya di save terlebih dahulu. kemudian Adam menelfonnya lewat aplikasi hijau. Pada deringan pertama sampai ke lima barulah hawa mengangkatnya.


"Loh kok hitam sih?" Tanya Adam karena yang dia lihat di layar ponselnya hanya berwarna hitam. Sedangkan hawa langsung membekap mulutnya karena kaget, Adam benar-benar menelfonnya.


*Apa yang harus gue lakukan?

__ADS_1


TBC*


__ADS_2