
Bunyi dering ponsel masih berbunyi nyaring membuat sang pemilik ponsel menyadari ada yang menelfonnya, Hawa berjalan mendekati ranjang dan mencari-cari dimana dia menaruh ponselnya semalam. Setelah mengobrak-abrik ranjangnya , akhirnya hawa menemukan ponselnya yang berada di bawah tumpukan selimutnya yang dia buang tadi ke arah samping.
"Untung Hp gue nggak rusak. Lagian siapa sih yang nelfon pagi-pagi gini? Itu orang nggak punya jam apa gimana yah dirumah? Loh ngapain mereka pada nelfonin gue sih? Eh...apa ini? " Hawa membuka salah satu pesan dari teman satu fandomnya. kerutan di dahinya terlihat jelas saat membaca isi chat dari mereka.
Karena penasaran Hawa langsung membuka sosial medianya yang telah membuat gempar paginya.
"What..!!! Kok bisa ! Ya ampun..! Ya ampun..! Gue nggak lagi mimpi ini kan ? KYAAAA.....!!!" Hawa sudah seperti cacing kepanasan karena di notice oleh idolanya, dia bahkan berteriak histeris sendiri di kamarnya karena komentar nya di balas oleh Adam Alditri sang idola masa kini.
Suara Hawa yang berteriak kencang ,membuat orang rumah berlarian masuk kedalam kamar sang anak perempuan. Mereka langsung mendobrak pintu kamar hawa dan membuat sang pemilik kamar terkejut.
"Sayang apa yang terjadi? Kenapa kamu teriak-teriak?"
"Kamu kenapa sih Ndu ? Masih pagi kok udah bikin gempar satu RT?"
"Kakak kenapa? kakak nggak kerasukan setan kan?"
Hawa melirik tajam Randy karena sudah merusak kebahagiannya, dengan tampang datar Hawa berjalan mendekat ke arah Randy dan langsung memukul punggung Adik kurang ajarnya ini dengan keras hingga menimbulkan bunyi yang cukup kencang.
BUGH
"Kalau nggak tau apa-apa diem deh!!" Peringat hawa kepada adiknya. Kemudian hawa beralih ke arah kedua orang tuanya yang berada di depannya. Senyum hawa langsung terukir saat bertatapan dengan mata ayah dan ibunya.
"Mah..Pah..! Komenan Kakak di balas sama Oppa Adam. Kyaa...kakak seneng banget Pah !!." cerita hawa sambil menubruk tubuh ayahnya,dan di terima oleh sang ayah dengan senang hati. Kedua orang tuanya memang sudah mengetahui anaknya yang begitu mengidolakan Penyanyi bersuara Baritone itu, mereka tidak melarang anaknya untuk menyukai seseorang karena mereka tahu bahwa anaknya tahu batasnya.
"Wah..Selamat yah sayang !!! Papah ikut seneng dengernya."
"Makasih papahku sayang !! "
"Tapi ngomong-ngomong.!! Kayaknya Adam Oppa kamu itu harus tahu deh !! kalau anak papah yang satu ini bau,karena belum mandi.!" Ledek sang ayah sambil berpura-pura menutup hidungnya di depan Hawa. Membuat Mamah dan juga adiknya terkikik karena sang papah yang memang selalu hobi mengerjai anaknya.
"Papah~" Rengek hawa sambil memanyunkan bibirnya tidak terima karena di bilang bau oleh papahnya, bahkan mamah serta adiknya ikut menertawakan hawa yang merajuk seperti anak kecil tidak di beri permen oleh orang tuanya.
"Hahaha...sudah sudah sudah.!! Masa anak papah yang cantik ini merajuk sih? Nanti cantiknya hilang loh sayang !"
"Mamah sama adik tuh lah ! Masa mereka ngetawain kakak ! "
"Ngadu Mulu kayak anak kecil !!"
"Biarin !!"
"Dih nggak inget umur kayaknya dia Mah !! "
"Yang penting gue cantik!"
"Sudah..sudah..!! Kenapa kalian selalu bertengkar terus sih?! Lagian kalian kan sudah besar ! Lebih baik sekarang Kakak sama adek mandi terus sarapan bareng ! Mama sama papa tunggu di ruang makan yah!"
"Yes ,MOM !!" Jawab hawa dan Randy kompak. Kedua orang tua hawa pergi meninggalkan kamar hawa untuk melanjutkan kegiatannya yang tadi tertunda karena teriakan Sang anak. Sedangkan Randy memilih keluar setelah melemparkan bantal guling ke arah hawa yang seketika itu berniat membalasnya tapi seakan Randy sudah tahu, dia berlari keluar kamar kakaknya dengan kekuatan penuh.
"Untung Adik! Coba kalau bukan udah gue rebus tuh bocah.!" Gerutu hawa sambil mengambil bantal serta selimut yang berceceran di bawah. Setelah merapihkan kamarnya serta ranjangnya yang sudah seperti terkena angin ****** beliung, hawa bergegas masuk ke kamar mandi untuk menyelesaikan aktifitas mandinya.
Setelah menghabiskan waktu 20 menit untuk mandi serta memakai baju, hawa mengambil ponselnya di atas nakas lalu membaca kembali balasan dari idolanya.
__ADS_1
Pipinya bersemu merah dan hatinya juga berdesir hangat.
"Ya ampun gue masih Nggak percaya sama ini semua. Kyaaa....Adam Oppa tuh bisa bikin hati gue kelojotan kaya gini. Yakh Oppa!! Oppa harus tanggung jawab sama hati Hawa !! Hawa nggak mau tau,, Oppa harus nikahin Hawa sekarang juga !" Hawa asyik bermonolog sendiri sambil berkali-kali membaca balasan komen dari Adam, bahkan sesekali hawa mencium Ponselnya.
"KAKAK !! WAKTUNYA MAKAN!! jangan Halu Mulu !!" Panggil Randy yang sudah menempati salah satu kursi di ruang makan, sementara orang tua mereka hanya menghela nafas melihat kelakuan anaknya yang selalu ribut kapanpun dan di manapun mereka berada.
"IYA..Nih kakak udah selesai.!" Balas hawa sambil menaruh ponselnya kedalam Tas, sebelum keluar hawa juga memeriksa perlengkapan tempurnya.
"Ckckck !! Sumpahnya !! itu bocah makin lama makin tidak berperikeAdikan aja. Awas aja !! Gue bakalan balas nanti." Selesai mengechek peralatan kerjanya, hawa berjalan keluar kamar dan membiarkan pintu kamarnya yang terbuka.
Hawa menempati kursi di samping papah nya dan berseberangan langsung dengan adik nya. Mereka saling menjulurkan lidah dan saling mengejek satu sama lain. Walaupun tidak bersuara , tapi kelakuan mereka tetap membuat orang tuanya menggelengkan kepalanya. Sarapan pagi yang selalu keluarga hawa lakukan itu memang sudah menjadi rutinitas mereka.
......----------......
Eonni lucky banget sih bisa di notice sama Adam Oppa! Gue kan jadi envy sama eonni. Huhuhuhu
^^^...Kkkkkk, maaf yah ! Eonni emang se lucky itu . Asal kalian tau sebenarnya eonni juga pernah ngobrol langsung dengan Adam Oppa loh.......^^^
Jinjayeo..?! Eonni nggak lagi bohong kan?
^^^Sure. Buat apa eonni bohong. Lo ingat nggak waktu kita ketemu di acara pemotretan Oppa?^^^
Ahh iya eonni aku inget. Emang eonni beneran ketemu Oppa ? Dimana? Kok eonni baru cerita sih?
^^^Sorry !! Eonni lupa . Kemarin kerjaan eonni tuh lagi banyak banget jadi sampai lupa. Kkkkk^^^
Iiiihhhhhh..! Bete deh ! Tapi beneran eonni ngobrol berdua aja sama Oppa? Terus..terus..Oppa gimana orangnya?
Hawa sekarang sedang berada di kantornya untuk mengerjakan tugas membuat laporan, hari ini dia bekerja di dalam kantor, kata pak Rohmat hawa harus mengerjakan tugasnya hari ini juga. Jadi mau tidak mau hawa harus menyelesaikan pekerjaannya di depan laptop. .
Jujur hawa lebih suka bekerja di kantor dari pada dia harus berkeliling seperti geland*angan yang terlunta-lunta mencari berita.
Gue nggak mau tau ! Eonni harus traktir gue besok dan ceritain semuanya!!
^^^Iya...iya...!! Udah dulu yah! eonni harus kerja ,soalnya tugas eonni belum selesai.^^^
Gue tunggu loh eon!!
Setelah memastikan panggilan telepon nya sudah berakhir Hawa melepaskan headset yang melekat di kedua telinganya, karena tidak mungkin membuat laporan sambil memegang ponsel.
Waktu terus bergulir, jam makan siang pun telah tiba. Hawa merentangkan kedua tangannya keatas dan meregangkan otot lehernya yang terasa pegal karena menunduk teras. Matanya juga terasa kering karena menatap layar komputer sedari tadi. Hawa mengambil obat tetes mata di laci meja kerjanya kemudian meneteskan di kedua matanya.
"Hawa ayo makan siang?" Ajak salah satu karyawan kantor hawa yang bernama Vivi. Dia adalah teman satu kantornya sejak lama. Mereka memang selalu menghabiskan makan siang bersama jika berada di kantor, beda lagi kalau hawa sedang berada di luar mereka akan makan sendiri-sendiri.
"Iya Vi tunggu bentar ! Gue ambil dompet dulu.!"
" Iya santai aja! "
" Kuy!! Mau makan siang dimana kita?"
" Di depan kantor aja yuk ?! Gue lagi pengin makan di luar nih . Lagi bosen sama makanan di kantin yang itu itu Mulu."
__ADS_1
"Oke.! Gue ikut sama Lo aja."
"Gitu dong. Lo emang sahabat terbaik gue."
"Iya dong . Istri Adam Alditri gituloh !"
"Iya percaya deh. Oh iya besok Lo Dateng ke acara Fansign Adam nggak?"
"Serius Lo nanya sama gue?"
"Ya serius lah Hawa.!!"
"Lah Lo pikir aja. Masa suami gue mau ngadain Fansign istri nya masa Nggak Dateng? Pertanyaan Lo itu nggak jelas banget sih Vi!"
"Lah lupa gue. Emang kapan acaranya sih Wa?"
"Tanggal 11 di Mall XXVII. Tepatnya hari Sabtu jam 5 sore. Bisa tau banget kan suami masa depan gue kapan jam pulang kerja gue."
"Itu mah bisa-bisanya elo aja.!!"
"Lah nggak percaya banget sama gue.!"
"Percaya sama Lo sama aja musyrik mba bro.!!"
"Halah bilang aja Lo cemburu sama gue,karena Suami gue lebih ngerti gue dari pada pacar Lo itu, siapa itu pacar Lo?" Hawa dan Vivi membuka pintu kaca yang menghubungkan antara luar dengan area dalam cafe.
"Hahh... Raffael namanya Hawa.!! Masa Lo lupa Mulu sih sama pacar gue.!!" Sungut Vivi sambil menempati kursi yang berada di pinggir kaca. Mereka lebih memilih tempat duduk yang berada di pinggir karena bisa melihat keadaan luar langsung.
"Lagian punya pacar Gonta ganti Mulu , udah kaya ganti Daleman. Tapi Lo besok bisa nemenin gue kan?"
"Iya gue temenin. Tapi gue tunggu di tempat biasa yah, soalnya gue mau sekalian beli kado buat pacar gue. Kan bentar lagi dia mau ulang tahun jadi gue harus kasih kado yang berkesan buat dia."
"Oke siap. Lagian kita Dateng ya juga mepet , jadi gue yakin Lo nggak bakalan nunggu lama."
"Hemmm. Tapi nanti habis itu kita nonton dulu yah?! Soalnya ada film yang bagus nih."
"Ngapa Nggak Lo ajak pacar Lo aja?"
"Dia paling anti nonton film begituan. Tau sendiri dia itu lebih suka nonton film action. Haahhh kadang gue juga bingung sama dia. Selera gue sama dia beda banget Wa?"
"Ya udah jalani aja dulu !! Jangan jadikan perbedaan antara kalian sebagai pemicu hubungan kalian retak. Lagian setiap pasangan kan emang harus saling melengkapi. Kaya Lo yang sekarang ini sama dia. Kalaupun emang dia bukan jodoh lo , Allah pasti akan memberikan jalan yang terbaik buat kalian."
"Ehm..Thanks yah wa. Lo emang temen terbaik gue."
"Iya iya gue juga tau. Ya udah yuk makan, nanti pak Rohmat nyariin gue kalau kita kelamaan disini."
Akhirnya mereka menghabiskan makanan yang ada di depan mereka sambil membicarakan masalah mereka sendiri. Mereka juga menertawakan sesuatu hal yang memang patut mereka tertawakan. Hawa dan Vivi tidak memperdulikan tatapan kagum dari lelaki yang berada di sekitar mereka. Kecantikan mereka memang sudah tidak diragukan lagi, bahkan mereka berdua sudah seperti bunga desa yang menjadi idaman setiap lelaki.
Wajah yang cantik,serta tidak pernah neka-neko membuat mereka semakin terlihat anggun. Tapi seakan tidak perduli dengan mereka, hawa dan juga Vivi tetap enjoy dengan pribadi mereka yang selalu easy going terhadap semuanya.
TBC
__ADS_1