Adam & Hawa

Adam & Hawa
Chapter XXXIII


__ADS_3

Suasana studio disebuah stasiun televisi swasta di penuhi oleh para kaum hawa. Mereka rela berdesak-desakan dengan orang yang tak dikenal, hanya untuk melihat penampilan seorang penyanyi yang sedang naik daun. Dia adalah Adam Alditri, sosoknya yang selalu dielu-elukan oleh kaum hawa, sekarang sedang duduk sambil memegang mic.


Adam melambaikan tangannya untuk menyapa penggemarnya yang sudah datang kesini. Suara petikan gitar mengawali lagu yang akan di nyanyikan oleh Adam malam ini.


...🎶remember the day...


...Even wrote down the date, that I fell for you (mmhm)...


...And now it's crossed out in red...


...But I still can't forget if I wanted too...


...And it drives me insane...


...Think I'm hearing your name, everywhere I go...


...But it's all in my head...


...It's just all in my head...


...But you won't see me break, call you up in three days...


...Or send you a bouquet, saying, "It's a mistake"...


...Drink my troubles away, one more glass of champagne...


...And you know...


...I'm the first to say that I'm not perfect...


...And you're the first to say you want the best thing...


...But now I know a perfect way to let you go...


...Give my last hello, hope it's worth it...


...Here's your perfect...


...My best was just fine...


...How I tried, how I tried to be great for you...


...I'm flawed by design and you love to remind me...


...No matter what I do...


...But you won't see me break, call you up in three days...


...Or send you a bouquet, saying, "It's a mistake"...


...Drink my troubles away, one more glass of champagne...


...And you know...

__ADS_1


...I'm the first to say that I'm not perfect...


...And you're the first to say you want the best thing...


...But now I know a perfect way to let you go...


...Give my last hello, hope it's worth it...


...I'm the first to say that I'm not perfect...


...And you're the first to say you want the best thing (best thing, yeah)...


...But now I know a perfect way to let you go...


...Give my last hello, hope it's worth it...


...Say yeah, yeah, yeah...


...But now I know a perfect way to let you go...


...Give my last hello, hope it's worth it...


...Here's your perfect🎶...


Prok prok prok prok


Suara riuh tepuk tangan diberikan oleh para penonton untuk sang penyanyi, Yang tidak lain tidak bukan adalah Adam Alditri. Senyum merekah tercetak jelas dari bibirnya, hingga membuat para penonton semakin histeris. Para kru langsung meminta para penonton untuk tidak terlalu berlebihan.


"Iya, benar. Lihat saja, lututku masih terasa lemas saat melihat Adam Oppa tersenyum. Kyaa, Oppa Saranghaeyeo!" Seru salah satu fans Adam sambil membentuk tanda cinta dengan tangannya.


Adam tersenyum manis saat melihat antusiasme penggemarnya yang begitu besar, sehingga membuatnya tidak bisa menahan rasa bahagia. pandangannya mengedar, menjelajahi area penonton yang berada di bawa panggung, mencari keberadaan gadis-nya maksudnya Hawa. Namun selama acara berlangsung, Adam tidak menemukan keberadaan Hawa.


'Apa dia tidak datang yah?'


"Waah! Tepuk tangan sekali lagi dong, buat bintang tamu kita hari ini." Para penonton bertepuk tangan sekali lagi, mengikuti instruksi sang pembawa acara. Bahkan tanpa diminta pun mereka akan dengan sukarela bertepuk tangan, kalau perlu sampai besok pun mereka sanggup.


Emang beda yah kalau udah bicara tentang kecintaan seorang Fans terhadap Idolanya, loyal setengah mampus.


"Bagaimana kabar kamu sekarang, Dam?"


"Baik. Seperti yang kak Ardi lihat. kkkk."


"Makin ganteng aja nih, jodoh orang. hahaha." Ucap Ardi sang pembawa acara, dia memang terkenal sangat baik hati kepada semua Artis. Bahkan tidak jarang, Ardi sering dijodoh-jodohkan dengan Artis perempuan yang menjadi bintang tamu di acaranya.


"Hahaha, terimakasih kak, atas pujiannya. Kakak juga makin ganteng semenjak," Adam menaik turunkan alisnya, menggoda Ardi.


Ardi yang mengerti arah pembicaraan Adam langsung menepuk punggung Adam dengan pelan. Namun, penonton yang mendengarnya menjadi heboh sendiri. Mereka berspekulasi bahwa rumor yang selama ini menyebutkan, Ardi sedang menjalin kasih dengan Artis berinisial C adalah benar adanya.


"Yakh! Kenapa malah jadi bahas saya, sih? Kan, seharusnya saya yang mengulik tentang kehidupan kamu."


"Kkkkk. Semua orang di dunia Maya juga sudah tahu kali, Kak. Nggak usah malu gitu, iya nggak?" tanya Adam ke arah para penonton.


"Iya, Oppa!" Seru penonton kompak, sehingga membuat studio semakin ramai.

__ADS_1


"Tuh, kak Ardi dengar sendiri kan apa kata mereka. Mereka saja tahu, jadi nggak usah dirahasiakan lagi."


"Tapi, maaf yah! Saya nggak dibayar buat jawab penasaran kalian."


Gelak tawa terdengar dari seisi studio mendengar tanggapan Ardi yang terdengar seperti jual mahal.


"Kita balik lagi ke awal. Kapan album baru kamu rilis? Kabarnya kamu sudah mulai rekaman?"


Adam bersandar di sofa yang dia duduki, sambil membayangkan proses rekamannya yang sudah selesai. Sekali lagi matanya menatap ke arah penonton, barang kali ada sosok yang di carinya. Tetapi, harapannya harus pupus karena dia tidak menemukan bayangannya sekalipun.


"Kok, malah diem, bro? Lagi bayangin apaan, sih?" tanya Ardi saat melihat Adam yang terdiam sambil menatap kearah penonton.


"Atau, jangan-jangan kamu sedang terpesona dengan salah satu fans kamu yang disini, yah? Hayo, ngaku? Cie cie, siapa tuh orangnya?"


Adam langsung salah tingkah sehingga membuat para penonton iku menduga-duga. Mereka saling menatap satu sama lain tetapi tidak menemukan jawabannya.


Sementara itu, seseorang yang duduk dikursi paling belakang merasa tubuhnya berubah kaku. Ekor matanya melihat tak tentu arah, bahkan saking gugupnya, gadis itu mencengkeram rok rimpel selututnya. Bibirnya terasa kelu, sampai tidak sanggup berkata apa-apa.


Adam tersenyum kecil, "Saya sedang berpikir, bagaimana kalau ternyata jodoh kita adalah orang di sekitar kita sendiri? Lucu nggak, sih?"


"Iya, bener banget. Kadang kita tuh dengan bodohnya mencari jodoh kita hingga ke pelosok negeri, tetapi ternyata jodoh kita adalah tetangga kita sendiri. Hahaha. Udah kayak judul sinetron, kan?"


"Bisa jadi. Hahaha,"


"Terus, bagaimana petualangan cinta kamu? Apa jangan-jangan, lo jatuh cinta sama tetangga lo?"


"Ya, kali. Bisa digebukin satu apartemen nanti saya, secara tetangga saya sudah pada berumah tangga semua. Kalaupun ada, mereka itu makhluk sejenis sama saya. Hahaha."


"Duh, kasihan banget sih kamu. Kalian emang nggak ada yang tinggal satu apartemen dengan Adam?" tanya Ardi kearah penonton dan di jawab gelengan kepala oleh semuanya.


Acara berlanjut sampai satu jam kemudian. Diselingi iklan juga sehingga Adam serta para penonton bisa bersantai walaupun sebentar. Ketika diakhir acara, kru meminta salah satu penggemar yang beruntung, untuk bisa maju kedepan menemani sang idola. Berita itu di sambut antusias oleh para penggemar.


Kru akan memilih acak penggemar yang beruntung agar tidak ricuh. Ketika waktu istirahat selesai, kamera mulai menyala menyorot kembali Adam serta Ardi. Penonton sudah tidak sabar, berharap bahwa salah satu di antara mereka yang akan terpilih.


"Untuk acara terakhir, kita akan memilih penonton secara acak untuk bisa duduk menemani Adam di akhir acara. Nanti penonton yang beruntung bisa mendapatkannya tandan tangan gratis dari Adam. Apa kalian mau?"


"Mau!" Jawab serempak para penonton. Adam tersenyum melihatnya.


"Baiklah, kita mulai yah!"


Tiba-tiba lampu di area penonton mati dan membuat para penonton terkejut hingga membuat mereka berteriak. Tidak lama kemudian, lampu sorot mulai mencari siapa diantara para penonton yang beruntung malam ini.


"Kalian tidak perlu takut, karena ini hanya permainan. Jadi gini, jika nanti lampu sorot ini berhenti, berarti dia adalah penonton yang terpilih. Jadi, mari kita lihat siapa penonton beruntung itu. Jeng jeng jeng."


Beberapa saat kemudian, tiba-tiba lampu berhenti dan menyorot salah satu gadis yang sedang menunduk tidak menyadari kalau dialah yang menjadi penonton beruntung itu.


"Nona yang sedang menunduk, Hai! Halo." Panggil Ardi . Adam ikut menatap penonton yang beruntung itu, dahinya berkerut samar saat melihat gadis yang sedang mendongak menatapnya terpaku.


TBC


Siapa yah kira-kira gadis yang beruntung itu? Yuk kepoin kelanjutannya nanti.


jangan lupa like , vote, dan klik ♥️ untuk menambah semangatku melanjutkan cerita ini. Salam sayang dari Adam dan Hawa.♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2