
"Aku harus segera pulang, kasian ibu pasti dia khawatir karena aku telat pulang ke rumah." gumam Asha.
Asha berjalan keluar dari kamar itu. Dia mendapati Zidan yang sedang minum air hingga air itu tandas dari gelasnya.
"Maaf Zidan, aku harus pulang ini sudah sore.Aku takut ibu khawatir." ucap Asha sambil menghampiri Zidan, yang membuat Zidan berbalik hingga dia dan Asha saling berhadapan dengan begitu dekat.
Zidan hanya diam saat dia dan Asha beradu pandang dengan begitu dekat.
Kembali Zidan merasakan jantung nya yang berdetak dengan begitu cepat.
Zidan kembali berbalik dan langsung menuangkan segelas air lagi, dia kembali meminum air itu hingga tandas.
"Kamu kenapa Zidan?ko minumnya seperti kehausan seperti itu." tanya Asha menatap intens Zidan.
"Jangan menatap ku seperti itu!" ucap Zidan sambil berjalan dan duduk di sebuah kursi di ruang tv.
Sedangkan Asha dia juga ikut mengekor di belakang Zidan.
"Aku harus pulang ini sudah sore." kembali Asha berucap.
"Ya udah, kamu ganti dulu baju kamu gih!" pinta Zidan.
"Bajunya dimana?" tanya Asha.
"Ada di ruang ganti di kamarku, asisten rumah tangga ku sudah mencuci dan menyimpan nya disana." jelas Zidan sambil fokus ke layar tv yang dia nyalakan.
Asha menurut dan mulai berjalan menuju ke kamar Zidan.
Setelah Asha pergi Zidan melihat punggung Asha hingga punggung itu menghilang di balik pintu.
Setelah itu Zidan membuang nafas panjang berkali-kali.
Saat Zidan dan Asha membuka pintu apartemen Zidan, tiba-tiba di depan pintu sudah ada seorang pria disana.
Pria itu tampak kebingungan dan mencoba melihat kembali nomor kamar yang hendak dia kunjungi.
"Perasaan gue gak salah masuk apartemen deh." gumam Dino teman Dareen sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Melihat itu Zidan terlihat menahan tawanya, sedangkan Asha dia hanya melihat tingkah Dino yang kebingungan.
"Maaf mass, mbak mungkin saya salah kamar." ucap Dino sambil pamit untuk pergi.
"Iya tidak apa-apa." jawab Asha sambil mengangguk dan tersenyum manis.
Beda dengan Zidan yang hanya diam tidak menjawab ucapan Dino.
******
Zidan mengantar Asha dengan mobilnya.
"Makasih ya kamu sudah nolongin aku." ucap Asha yang kini sedang duduk bersampingan dengan Zidan di dalam mobil.
__ADS_1
"Iya sama-sama." jawab Zidan singkat sambil fokus menyetir.
"Kamu di apartemen tinggal sendiri?" tanya Asha.
"Iya,!"
"Asisten rumah tangga kamu?" kembali Asha bertanya.
"Dia pulang kalau sudah mengerjakan tugasnya." jawab Zidan yang masih fokus dengan setirnya.
"Oh..!" jawab Asha singkat.
Tak lama kemudian mobil yang mereka tumpangi telah sampai di rumah Asha.
"Sekali lagi terima kasih." ucap Asha sebelum turun dari mobil Zidan.
Zidan hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Asha darimana saja?kenapa baru pulang?" tanya Mira yang langsung menghampiri putrinya itu.
"Iya bu, tadi aku ngerjain dulu tugas di rumah temen." bohong Asha.
"Terus teman kamu nya mana, kenapa tidak di ajak masuk?" tanya Mira sambil celingukan mencari teman Asha.
"Dia sudah pergi bu." jawab Asha yang melihat mobil Zidan sudah melaju jauh.
"Ya sudah, ayo masuk! ibu sudah masak makanan kesukaan kamu." ucap Mira sambil memasuki rumah bersama Asha.
Drrrttt....drrtttt....drrrt.....
Ponsel Zidan bergetar di atas dashboard mobil, dia menepikan mobilnya dulu untuk menjawab telpon itu.
"Elo pindah kamar apartemen ya, ko gak bilang-bilang sih sama gue." suara dari sebrang sana.
"Enggak..gue gak pindah ko." jawab Zidan sambil menahan tawanya.Dia masih ingat saat Dino sahabatnya kebingungan tadi.
"Lo pasti bohong, tadi gue ke apartemen lo.Dan gue malah ketemu sama dua orang yang satu cewek, dan yang satu cowok."
"Dua-dua nya gue gak kenal siapa, tapi yang cewek nya cantik, cantik banget malahan. Cuman sayang yang cowok nya jelek, menurut gue mereka gak pantas kalau jadi pasangan kekasih." jelas Dino dari sebrang sana.
Mendengar itu Zidan merasa kesal.
"Ya udah lo balik lagi ke apartemen gue! gue di jalan menuju apartemen."ucap Zidan sambil memutuskan panggilan telponnya.
"Kurang ajar lo, ngatain gue jelek.Awas aja gue gibeng lo kalau ketemu."gumam Zidan sambil kembali melajukan mobilnya.
Dino sudah menunggu di depan apartemen Zidan, sedangkan Zidan langsung membuka pintu apartemen yang membuat Dino kembali kebingungan.
"Gak usah bingung gitu, ayo masuk!" pinta Zidan yang masuk duluan ke dalam apartemen nya.
Mendengar suara Zidan, Dino langsung melotot dan langsung mengekor di belakang Zidan.
__ADS_1
"Tadi lo bilang apa?gue jelek gitu?" desis Zidan kesal.
"Ngab ini elo kan?" tanya Dino yang masih bingung.
"Terus menurut lo gue siapa?" kembali Zidan bertanya sambil tangannya melepas kacamata bulat yang bertengger di hidungnya.
Kemudian Zidan melepas tompel dan gigi bohongannya tepat di depan Dino sahabatnya.
"Astaga.. Dareen!" ucap Dino sambil melotot kebingungan.
"Iya ini gue, yang lo bilang jelek!" desis Dareen kesal sambil berjalan dan duduk di kursi depan tv.
"Ya habisnya ngapain lo pake nyamar-nyamar segala jadi orang jelek." ungkap Dino sambil ikut duduk di samping Dareen.
"Sebenernya gue juga gak mau, tapi ini tugas dari Pak Romi yang harus gue lakuin." jelas Dareen.
"Ko tugasnya aneh-aneh ya big boss itu." ucap Dino heran.
"Iya gue di suruh untuk mengawasi Rania di sekolah." ungkap Dareen sambil menyelipkan sebatang rokok di tangannya dan mulai menyalakannya dengan gas solin.
"Maksudnya gimana sih gue masih gak ngerti?" ucap Dino.
"Jadi gue itu di tugasin Pak Romi untuk masuk ke sekolah dan diam-diam ngawasi Rania.Dan berhubung kalau gue gak nyamar kaya tadi pasti Rania akan tahu dong gue siapa."
"Makanya gue mencoba menyamar sedemikian rupa supaya Rania gak ngenalin gue.Dan ternyata bukan cuma Rania doang yang gak ngenalin gue lo juga ketipu." jelas Dareen sambil mengeluarkan asap rokok dari mulutnya hingga asap itu menguar di udara.
"Oh gitu, eh terus cewek yang tadi itu siapa?" kembali Dino bertanya.
"Dia.. namanya Asha."jawab Dareen santai.
"Wahh.. baru sehari aja lo jadi anak sekolah sudah bisa kenal sama gadis cantik." ucap Dino kagum.
"Pak bos setuju gak ya, kalau gue nemenin lo jadi detektiv buat Rania?"
"Maksud lo?" tanya Dareen sambil menautkan kedua alisnya.
"Gue mau dong jadi detektiv kaya lo pasti seru.Ajak gue ya,!"pinta Dino.
"Emang ini kemauan gue apa?ya gak bisa lah orang ini tugas dari boss." tegas Dareen.
"Iya juga sih, eh tapi ko cewek tadi.. siapa namanya itu Asha ya, dia ko mau gitu jalan sama lo padahal menurut gue lo itu jelek banget kalau sedang meranin nama lo siapa?"
"Zidan!"jawab Dareen singkat.
"Nah ya, Zidan..! secara nih ya waktu lo jadi Zidan, beeuuh.. jeleknya kebangetan."ungkap Dino.
"Sialan lo!" umpat Dareen sambil mentoyor kepala sahabatnya itu.Yang membuat Dino tertawa.
Memang kebanyakan cewek pasti melihat fisik, tapi beda dengan Asha dia justru malah ramah sama sosok Zidan yang jelek.
Lain halnya saat ketemu dengan sosok Dareen yang jauh dari kata jelek, dia malah lebih suka marah-marah dan bersikap nyebelin..
__ADS_1
Suara hati Dareen sambil senyum-senyum sendiri.