AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 49 Kejadian tak terduga


__ADS_3

Pemakaman Romi Bramantyo telah usai di lakukan, keluarga memutuskan untuk segera kembali pulang ke rumah karena hari sudah mulai terlihat gelap.


Dareen dan Asha menduduki jok di depan mobil, sedangkan Mira dan Sarah duduk berdampingan di jok belakang mobil.


Saat Dareen sedang fokus menyetir, tiba-tiba sebuah mobil Jeep hitam menghadang dari arah depan mobil Dareen.


Yang membuat Dareen harus menginjak rem mobil secara tiba-tiba, sehingga membuat ketiga perempuan yang berada di dalam mobil Dareen sedikit terpentok ke arah depan.


Terlihat Rania turun dari mobil Jeep itu, yang membuat Dareen dan Asha juga ikut turun juga dari dalam mobil.


"Rania apa yang kamu lakukan?"tanya Dareen dari jarak yang tidak terlalu jauh dengan Rania yang kini tengah berdiri di depan sana.


"Apa yang aku lakukan? seharusnya aku yang bertanya sama kalian, apa yang kalian lakukan?"Rania malah kembali melontarkan sebuah pertanyaan dengan posisi diam di tempat menyisakan jarak antara dirinya dengan Asha dan Dareen.


"Memangnya apa yang kami lakukan?"kembali Dareen bertanya.


"Kalian dengan sengaja telah memenjarakan Mama aku, kenapa kamu tega sama aku Dareen?"ungkap Rania dengan nada suara yang sedikit meninggi.


"Itu bukan salah kami, tapi itu mutlak kesalahan Mama kamu sendiri yang membuatnya harus sampai di penjara seperti sekarang."Asha mencoba memberi penjelasan.


"Diam kamu anak sampah,! Aku tidak sedang berbicara dengan kamu dan tidak ingin juga berbicara denganmu."lagi-lagi suara Rania begitu keras dan meninggi.


"Rania, jaga bicara kamu! Dia ini adalah kakak kamu sekarang yang harus bisa kamu hormati."Dareen mencoba memberi penjelasan supaya Rania tidak semena-mena lagi terhadap Asha.


"Cih..! sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi punya kakak seperti dia, dan asal kalian tahu saja aku bukan anak Romi Bramantyo jadi dia sama sekali tidak ada hubungannya dengan ku."kata-kata Rania membuat Asha dan Dareen saling pandang.


"Apa yang kamu katakan Rania?"tanya Dareen yang tidak mengerti dengan ucapan Rania.


Mira dan Sarah hanya melihat interaksi antara kedua saudara itu dari dalam mobil.


Begitupun dengan Doni yang sama halnya dengan Sarah dan Mira hanya melihat putrinya yang sedang mengeluarkan kemarahannya dari dalam mobil Jeep nya itu.

__ADS_1


"Aku bukan anak dari Romi Bramantyo, dan aku sangat bahagia karena aku bukan anak kandung dari Bramantyo sehingga aku tidak punya hubungan darah dengan gadis rendahan seperti dia."ungkap Rania berapi-api.


"Rania...!" bentak Dareen.


"Kamu lebih belain dia, wanita itu."tunjuk Rania pada Asha yang kini tengah berdiri di samping Dareen.


"Rania.. cukup! sekarang ayo sekarang ikut aku kita pulang!"Dareen berjalan mendekati Rania.


"Aku nggak mau pulang, itu bukan rumahku. Dan kamu.. kamu sudah mengambil semuanya dari aku papa aku, Mama aku, dan sekarang pria yang aku cintai juga kamu ambil."tunjuk Rania pada Asha.


"Rania ini bukan salah Asha, kenapa kamu tidak mengerti?"Dareen menyentuh kedua bahu Rania untuk mencoba menjelaskan semuanya.


"Terus ini salah siapa? salah siapa Dareen? dia udah ngambil semuanya dari aku, termasuk kamu dan perhatian kamu."ucap Rania seraya tangannya melepaskan tangan Darren yang menyentuh bahunya.


"Rania aku tidak bermaksud untuk menyakiti kamu."kini Asha yang berbicara seraya kakinya berjalan mendekati Rania.


"Stop disitu! aku nggak suka kamu deketin aku."teriak Rania yang membuat Asha menghentikan langkahnya.


"Sudah berapa kali aku bilang dia bukan kakak aku, sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi menjadi adiknya."teriak Rania menolak keras.


"Terserah apa yang kamu katakan, sekarang aku sudah tidak akan peduli lagi sama kamu."ucap Darren yang terlihat sangat kesal seraya kakinya berjalan ke arah Asha.


Melihat sikap Dareen yang dingin dan acuh seperti itu, membuat Rania begitu marah.


Rania mengepalkan kedua tangannya, saat ini Rania benar-benar sedang di kuasai amarahnya bagaimana tidak, satu-satunya orang yang paling dia butuhkan untuk bisa mengurangi rasa sedihnya justru orang itu juga tidak ada di pihaknya sekarang.


Dia lebih memilih gadis yang menurutnya sudah menghancurkan kehidupannya, mengambil semua kebahagiaannya.


Termasuk merebut Dareen darinya, pria yang sudah lama dia suka dan cinta membuat Rania semakin kalang kabut di buatnya, sehingga saat ini dia tidak bisa berfikir dengan jernih.


Dia begitu benci dengan satu nama yaitu Asha.

__ADS_1


Tangan Rania mengambil sesuatu dari balik jaket yang kini dia pakai, dan mulai mengeluarkan benda itu mengarah ke arah punggung Asha yang sedang di gandeng Dareen untuk kembali memasuki mobil.


Tak berpikir panjang lagi akhirnya Rania melewati batas sebagai seorang anak sekolah. Dorr...! suara tembakan menggema di jalanan sepi itu membuat mata Mira dan Sarah terbelalak ketika melihat sekaligus mendengar suara yang menakutkan itu terjadi di depan matanya.


Begitupun Doni yang sama terkejutnya, saat mendapati jika sesuatu miliknya telah hilang dari tempatnya, benda yang seharusnya tidak di gunakan oleh seorang anak sekolah seperti Rania.


Tanpa sepengetahuan Doni, Rania mengambil sebuah pistol yang tersimpan di mobil Doni sebelum mereka pergi tadi.


Mata Asha terbelalak seraya membalikan tubuhnya, dan mendapati tubuh Darren yang sudah ambruk ke atas aspal.


"Dareen...!"teriak Asha yang langsung menghampiri Dareen yang sudah tidak sadarkan diri.


Seketika kaki Rania juga ambruk dan terduduk di atas aspal.


Rania berniat untuk menembak Asha, tapi Dareen justru yang tertembak karena melindungi Asha.


Secinta itukah kamu sama dia? sampai kamu rela melawan maut demi untuk melindunginya. Apa tidak bisakah kamu memberi kesempatan untuk aku membuktikan cintaku padamu Dareen.


Kamu hanya selalu menganggap aku sebagai seorang adik, tapi aku nggak bisa Dareen, aku nggak mau hanya jadi adik kamu. Aku ingin jadi orang yang spesial di dalam hidup kamu.


Aku sudah mencintai kamu sebelum dia datang di antara kita, tapi kamu tidak pernah bisa melihat cintaku ataupun membalasnya kenapa? kenapa Dareen?


"Arrrrggg....! hiks...hiks ..."teriak Rania histeris.


"Bu Dareen Bu"lirih Asha yang kini Mira sudah berada di hadapan Dareen yang terbaring di aspal.


"Kamu tenang ya sayang Dareen pasti akan baik-baik saja."Mira mencoba menenangkan Asha.


"Rania apa yang kamu lakukan?"Doni turun dari mobilnya seraya tangan menyugar rambutnya frustasi.


Tak lama kemudian mobil ambulance dan polisi pun datang ke tempat kejadian itu.

__ADS_1


Darren langsung dibawa ke rumah sakit, sedangkan Rania dan Doni terlihat di bawa oleh polisi.


__ADS_2