AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 12 Duo Ketombe


__ADS_3

"Ibu.. Asha berangkat sekolah dulu ya bu,!"teriak Asha sambil memakai sepatu di teras rumah.


"Iya, hati-hati di jalan ya nak!"jawab Mira yang menghampiri Asha keluar rumah.


"Iya Asha berangkat ya, bu."pamit Asha sambil mencium punggung tangan Ibunya.


"Iya, ingat hati-hati di jalan.!" pesan Mira.


Asha hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Eh.. Asha dimana sepeda kamu?" tanya Mira saat dia menyadari tidak melihat sepeda putrinya di halaman rumah.


Mendengar itu langkah Asha terhenti, dan memejamkan matanya untuk beberapa detik sebelum membalikan badannya untuk menjawab pertanyaan sang ibu.


"Sepeda ku..itu...emmm..apah.. lagi di rumah temen bu." bohong Asha.


"Kenapa bisa di rumah temen?" kembali Mira bertanya.


"Iya soalnya kemarin temen aku pinjam." kembali Asha berbohong.


"Ya sudah, nanti sehabis pulang sekolah ambil ya,! kamu kan juga butuh sepeda itu buat pergi ke sekolah." tutur Mira.


"I-iya bu, nanti pasti aku ambil." jawab Asha.


"Ya sudah, nih uang untuk kamu naik bis!" ucap Mira sambil menyodorkan uang pada Asha.


"Gak usah bu, Asha punya ko uang untuk naik bis." tolak Asha.


"Kamu yakin, kamu punya uang?"


"Iya bu Asha punya ko, mending uangnya ibu simpan aja!" ucap Asha.


"Ya sudah hati-hati di jalan ya,!"


Asha mengangguk dan mulai berjalan untuk pergi ke sekolah.


********


"Bukannya itu si tikus ya,!" gumam Dareen di dalam mobil nya.


Saat Asha sedang menunggu busnya lewat tiba-tiba sebuah mobil warna putih berhenti tepat di depan nya.


Dareen membuka kaca mobil.


"Zidan..!" ucap Asha.


"Mau ke sekolah?" tanya Dareen yang kini berpenampilan sebagai Zidan.


"Iya,!" jawab Asha sambil menganggukan kepalanya.


"Ya sudah yuk kita bareng!" ajak Zidan sambil membuka pintu mobilnya.


Asha hanya bisa menuruti ajakan Zidan dengan berjalan dan masuk ke mobil Zidan.


Sepanjang perjalanan mereka tidak banyak bicara, sampai pada akhirnya mobil yang mereka tumpangi telah sampai ke sekolah mereka.


Mereka turun dan menjadi pusat perhatian para siswa dan siswi disana.


"Lihat si anak sampah sekarang sudah punya teman rupanya." ucap Megan saat Asha dan Zidan berjalan berdua untuk pergi ke kelas mereka.

__ADS_1


"Iya dia punya temen, tapi temennya cupu abiss iyu..!" jawab Rika yang tengah berdiri bersama Megan.


Mendengar itu Zidan sempat terpancing emosi dan hendak ingin mengatakan sesuatu, tapi seketika Asha menyentuh tangannya untuk menghentikan nya.


"Ayo sebaiknya kita pergi ke kelas!" ajak Asha yang di jawab anggukan oleh Zidan.


"Asha kamu ko bisa tahan sih dengan ucapan buruk mereka?" tanya Zidan.


Asha membuang nafas panjang.


"Ucapan duo ketombe itu udah biasa buat aku."


"Duo ketombe?apa itu?" tanya Zidan bingung.


"Iya duo ketombe, Megan dan Rika." jelas Asha sambil tersenyum.


"Hahaa...kamu bisa aja kasih nama orang lucu gitu." ucap Zidan yang tidak bisa berhenti tertawa.


"Apanya yang lucu?" tanya Asha sambil menatap intens Zidan.


"Ya menurut aku nama itu lucu gitu, dengan alasan apa kamu beri nama mereka duo ketombe?" tanya Zidan penasaran.


"Ya.. karena mereka kan dua orang, dua itu bisa juga jadi duo.Terus kalau ketombe kan itu bikin gatel dan ganggu di kulit kepala."


"Ya.. sama lah sama mereka yang suka ganggu dan gatal kalau gak ganggu aku." ungkap Asha.


"Ada-ada aja kamu." ucap Zidan sambil terus berjalan bersama Asha menuju kelas mereka.


Saat pelajaran di kelas sedang berlangsung tiba-tiba Zidan melihat Asha yang seperti sedang gelisah.


"Kamu kenapa?" tanya Zidan yang merasa aneh dengan sikap Asha.


Kembali Zidan melanjutkan menulis pelajarannya.


Aduuh..kenapa perut aku mules dan kram seperti ini rasanya sakit sekali.Apa aku mau dapet ya.


Suara hati Asha yang terus terlihat gelisah.


Tet...tet....tet....


Bell berbunyi menandakan sekolah telah selesai.Semua siswa dan siswi bergegas untuk segera pulang.


Begitupun Zidan yang sudah berkemas memasukan semua bukunya ke dalam tas.


Tapi tidak dengan Asha yang masih diam diri sambil memegangi perutnya yang terasa nyeri.


"Asha.. kamu baik-baik aja kan?" tanya Zidan yang melihat Asha seperti menyembunyikan sesuatu.


"I-iya aku baik-baik aja ko. Kamu bisa pulang duluan aku masih mau belajar." jawab Asha.


"Kenapa?" tanya Zidan tambah penasaran.


"Iya soalnya tadi aku kurang paham, makanya aku mau coba belajar lagi disini." sanggah Asha.


"Ya udah, kalau gitu aku pulang duluan ya,!" pamit Zidan sambil menyampirkan tas ke bahu dan mulai berjalan keluar dari kelas.


Setelah merasa semua murid sudah pulang, dan kelas sudah sepi. Asha mencoba untuk berdiri dan dia melihat ke arah pan*at nya dia mendapati roknya telah basah dengan bercakan darah.


"Tuh kan aku dapet, pantas saja perut ku mules dan kram." gumam Asha sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


"Lihat si anak sampah ini kenapa dia belum pulang, malah sendirian di dalam kelas." ucap Megan yang masuk ke dalam kelas bersama Rika.


Mendengar itu Asha langsung duduk kembali di bangkunya.


"Kenapa belum pulang hah..?padahal cowok lo si mister cupu itu udah pulang." timpal Rika sambil menghampiri Asha ke bangkunya bersama Megan.


"Kayanya si cupu juga gak mau temenan lagi sama anak sampah ini Meg." kembali Rika berucap sambil memainkan rambut Asha yang di ikat kuda dari bangku belakang.


"Fiks..gue rasa juga begitu." jawab Megan dengan tersenyum licik.


"Kalian mau apa sih kenapa selalu ganggu aku terus?" tanya Asha.


"Bukannya elo ya, yang nantangin gue untuk bersikap apa yang gue suka." ucap Megan sambil duduk di meja persis di depan Asha.


"Coba kita lihat, buku-buku anak sampah kaya lo bagusnya di apain ya,?" ucap Megan sambil mengambil buku Asha yang ada di mejanya.


"Bagusnya di robek aja Meg!" saran Rika sambil tersenyum licik.


"Ide bagus, mari kita coba." jawab Megan sambil hendak merobek buku Asha.


"Tidak..! jangan..! aku mohon jangan lakukan ini,!" pinta Asha yang berdiri dan merebut bukunya dari Megan.


Melihat itu Rika yang melihat Asha dari bangku belakang mendapati rok Asha yang basah oleh darah.Membuatnya melotot sambil membuka sedikit mulutnya.


"Oh, my God..!" ucap Rika yang membuat Megan heran.


Mendengar itu Asha langsung duduk kembali di kursi nya.


"Apa?" tanya Megan penasaran sambil menatap ke arah Rika.


"Berdiri lo cewek sampah, ayo berdiri!" pinta Rika sambil menarik Asha supaya berdiri.


"Ada apa sih?" tanya Megan yang semakin penasaran.


"Lo akan tau, ayo berdiri..! gue bilang berdiri,!" pinta Rika sambil memaksa Asha untuk berdiri.


Melihat Asha yang enggan untuk berdiri akhirnya Megan membantu Rika untuk menarik tangan Asha supaya dia berdiri dari duduknya.


Karena di tarik oleh berdua membuat Asha berhasil di buat berdiri oleh Megan dan Rika meski Asha sudah berusaha keras menolaknya.


"Iyu..! lo lagi dapet dan tembus ke rok sekolah lo." ucap Megan.


Megan dan Rika saling pandang dengan tersenyum licik.


"Ayo kita bawa dia keluar, supaya anak sekolah disini pada tau dan pasti lebih seru kan."ajak Rika yang di setujui Megan.


"Tidak..! jangan ..! aku mohon jangan..!" pinta Asha dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Tapi Rika dan Megan malah semakin bersemangat untuk mempermalukan Asha.


Kedua tangan Asha di tarik oleh Megan dan Rika dengan paksa.


"Tolong..! jangan...! jangan lakukan ini..!" kembali Asha memohon dan mencoba untuk melawan.


"Ayo..cepat..!" ucap Megan sambil terus menarik tangan Asha dengan keras.


Untuk yang suka dengan cerita Asha dan Dareen silahkan tinggalkan jejak dengan like, komen, vote.. supaya menjadi penyemangat untuk saya sebagai author.


Tapi jika yang tidak suka jangan di baca dan silahkan di skip saja.

__ADS_1


Dan terima kasih untuk yang sudah mau mampir..


__ADS_2