
Saat ini Asha sedang menyiram bunga di halaman rumahnya."Ngapain lagi sih dia kesini!" gumamnya saat melihat mobil Dareen yang berhenti di luar rumahnya.
"Hayy..!" sapa Dareen yang sekarang sudah berada di hadapan nya.
"Ngapain lagi kesini?" tanya Asha ketus dengan mata dan tangan yang fokus menyiram bunga.
"Kamu masih marah ya Sha?"
"Udah tahu nanya." ujar Asha yang berpindah tempat menyiram bunganya.Sedangkan Dareen dia hanya bisa mengekor di belakang Asha.
"Kamu masih belum bisa maafin aku?"
"Udah tahu juga jawabannya masih nanya."sahut Asha mendelik kesal.
"Aku minta maaf, tapi aku nggak ada niatan buruk ko sama kamu."
Asha hanya diam tanpa menjawab ucapan Dareen lagi.
"Jadi kamu mau kan maafin aku?" tanya Dareen yang terus mengekor di belakang Asha yang masih sibuk menyiram bunga.
"Sha..!" panggil Dareen yang masih tidak di hiraukan Asha.
"Ya udah deh kalau kamu nggak mau maafin aku.Aku kasih tahu ibu kamu aja kalau kita sebenarnya sudah nikah." ancam Dareen.
Mendengar itu mata Asha langsung melotot ke arah Dareen.
Dareen bergegas berjalan untuk masuk ke rumah Asha.
"Heyy tunggu!" teriak Asha sambil menyusul Dareen yang sudah berada di depan pintu rumahnya.
"***..!"ucap Dareen yang terpotong.
"Suuuuuttt....!" ucap Asha yang membungkam mulut Dareen dengan tangannya seraya meletakan jari telunjuknya di atas bibirnya.
"Apaan sih jangan macem-macem ya,!" decak Asha kesal.
"Rupanya ada tamu." ucap Mira yang keluar rumah.
Dareen melepaskan tangan Asha yang menutupi mulutnya."Assalamualaikum tante..!" sapa Dareen seraya mencium punggung tangan Mira.
"Ini..?"tanya Mira
"Itu Dareen buk, alias Zidan." ungkap Asha dengan mendelik kesal.
"Oh nak Dareen.. kenapa nggak di suruh masuk?ayo masuk nak Dareen!" tutur Mira yang di jawab anggukan oleh Dareen.
__ADS_1
Masuk dan mengekor di belakang Mira, Dareen langsung duduk di kursi panjang yang ada di rumah Asha.Tanpa menunggu di suruh dari pemilik rumah.
Mira hanya bisa tersenyum melihat kelakuan dari sahabat putrinya itu.
"Asha siapin minum untuk nak Dareen!" pinta Mira.
"Ngapain di buatin minum buk, mending suruh pulang aja." decak Asha.
"Asha..!" ucap Mira dengan menatap tajam ke arah putrinya itu.
Mendapati tatapan tajam dari sang ibu akhirnya Asha terpaksa membuatkan minum untuk Dareen dengan hati yang masih terasa kesal.
"Sebenarnya anak ibu itu siapa sih, dia atau aku? bukannya belain anak sendiri malah belain orang lain."' decak Asha kesal yang kini tengah berada di dapur untuk membuatkan minum untuk Dareen.
"Aku ada ide." gumamnya seraya tangan mengambil sebuah gelas dengan senyum lebar di bibirnya.
Asha datang dari arah dapur dengan membawa segelas teh hangat yang terlihat masih mengepulkan asap dari gelas itu.
Menyimpan nya di atas meja dengan senyum yang terlihat dia tahan.
Entah kehausan atau apa dengan sigap Dareen langsung mengambil teh yang di bawakan Asha tadi.Mulai meniup-niup teh itu yang kemudian perlahan dia minum sedikit karena masih terasa panas.
Sejurus kemudian wajah Dareen terlihat menunjukan ekspresi yang berbeda, melihat itu Asha hanya tersenyum dalam diam.
Astaga..ini teh apa air laut? rasanya asin kek gini sih..
"Tidak..tidak apa-apa ko tante." sanggah Dareen.
"Ya ampun tante lupa kalau tante harus mengantarkan baju bu Rt siang ini." ujar Mira dengan langsung berdiri.
"Mau saya anterin tante?" tawar Dareen.
Mira mengambil beberapa baju yang sudah dia setrika dan mulai menatanya untuk dia antar ke pemiliknya.
"Enggak usah, sebaiknya kamu temenin aja Asha di rumah ya,!" sahut Mira yang sudah siap untuk pergi.
"Buk biar aku aja yang anterin bajunya." tawar Asha yang ingin mengambil kantong berisi baju itu dari tangan sang ibu.
"Enggak usah, kamu di rumah aja. biar Ibu aja yang pergi." pamit Mira yang meninggalkan rumah sekaligus Asha dan Dareen berdua.
Memilih untuk menghindar dari Dareen, Asha berniat untuk pergi ke kamarnya tapi tiba-tiba tangannya di cekal Dareen secara mendadak.
Dareen mulai menghimpit tubuh Asha ke dinding sedangkan Asha dia hanya bisa diam sambil mengatur nafas nya yang mulai tidak beraturan.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Asha dengan mencoba melepaskan tangannya yang di pegang Dareen.
__ADS_1
"Kamu sengaja kan campurin garam di teh aku tadi." ungkap Dareen yang kini posisi wajahnya, semakin mendekat ke arah wajah Asha.
"Enggak..Dareen lepasin aku!" sanggah Asha dengan tangan yang mencoba dia lepaskan dari cekalan suaminya itu.
"Aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu mau maafin aku." ungkap Dareen.
"Aku bilang lep_" kata-kata Asha terpotong karena bibirnya di ***** oleh bibir Dareen.
Mata Asha melotot saat mendapati perlakuan Dareen yang secara tiba-tiba itu.
Hanya kecupan singkat namun membekas yang membuat Asha tidak bisa berkata apa-apa.
Dareen langsung menyusut bibir Asha yang basah karena ulahnya dengan tangannya.
"Aku pulang, dan besok aku akan jemput kamu untuk pergi ke sekolah." ucapnya dengan meninggalkan Asha yang masih mematung di tempatnya.
"Dua kali kamu cium bibir aku tanpa izin dari aku Dareen!" decak Asha kesal.
Sedangkan Dareen dia tersenyum puas karena sudah berhasil menggoda gadis yang selama ini mulai memenuhi pikirannya.
Kenapa terasa manis sekali.. suara hati Dareen dengan bibir yang tidak berhenti tersenyum sambil berjalan memasuki mobilnya.
...****************...
Klunting! tanda pesan masuk.Menatap ponsel yang berkedip di atas nakas sambil menyesap kopi hangat yang kemudian dia simpan cangkir yang berisi kopi itu di atas nakas tepat di samping ponsel.
Tangannya mulai mengambil ponsel untuk mencari tahu siapa yang mengirimi nya pesan.
(Apa kabar sayang aku dengar sekarang kamu sudah menikah dengan pengusaha yang kaya raya.) isi pesan itu membuat Rosa menautkan kedua alisnya.
(Bagaimana keadaan anak ku sekarang? pasti dia sudah besar ya sekarang) kembali nomor tidak di kenal itu mengirimkan pesan yang membuat Rosa seketika tertegun dengan raut wajah yang sulit untuk di artikan.
"Rosa..!" panggil Sarah dari luar kamarnya yang membuat Rosa terkesiap dengan langsung berdiri sambil menyembunyikan ponselnya di bawah bantal.
"I-iya bu." jawab Rosa gelagapan dengan keringat dingin yang sudah membasahi keningnya.
"Sedang apa kamu?" tanya Sarah yang sekarang tengah ada di dalam kamar menantunya itu.
"Ibu ngapain disini?apa ibu membutuhkan sesuatu?" tanya Rosa yang balik bertanya.
"Besok saya mau melihat sekolah Romi kamu bisa antarkan saya?" tanya Sarah.
"Bisa..bisa bu.Besok saya akan antar ibu ke sekolah mas Romi." jawab Rosa.
"Ya sudah." ucap nya seraya meninggalkan kamar menantunya itu.
__ADS_1
Setelah melihat Sarah sudah pergi menjauh Rosa membuang nafas panjang berkali-kali.