
"Makasih sudah nganterin aku pulang." ucap Asha seraya membuka sabuk pengaman.
"Iya, sama-sama." jawab Zidan.
"Nggak mau mampir dulu?" tawar Asha.
"Lain kali saja ya,!" tolak Zidan lembut.
"Ya sudah, kalau gitu aku turun ya,!" ujar Asha yang di jawab anggukan oleh Zidan.
Setelah mobil Zidan terlihat sudah menjauh, Asha langsung bergegas untuk masuk ke dalam rumahnya.
Asha masuk ke dalam rumah secara diam-diam karena dia belum siap jika mendapatkan pertanyaan dari sang ibu.
"Sepertinya ibu tidak ada di rumah!" gumam Asha seraya mengintip terlebih dulu dari ambang pintu yang sengaja dia buka sedikit.
"Asha..!" panggil Mira yang melihat putrinya memasuki rumah.
Mendengar itu terpaksa Asha menghentikan langkahnya.
"Eh ibu!" ucap Asha seraya membalikan tubuhnya untuk menghadap sang ibu.
"Darimana saja kamu?kenapa semalaman tidak pulang?" tanya Mira dengan menatap intens Asha.
"Itu..bu..emmm..Asha kerja kelompok di rumah temen.Karena tugas nya banyak membuat Asha harus nginep bu di rumah temen Asha supaya tugasnya langsung selesai."sanggah Asha.
"Kamu jujur kan, nggak bohongin ibu?"
"I-iya lah bu aku jujur masa aku berani sih bohong sama ibu." jelas Asha dengan senyum yang di buat-buat.
"Ya sudah, kalau gitu ibu mau ke warung dulu!" ucap Mira dengan berjalan keluar rumah.
"Huupppt...untung aja ibu percaya." gumam Asha dengan membuang nafas panjang.
"Kenapa baru pulang?darimana aja sih sampai gak pulang semalaman?" tanya Dino yang sudah rapih dengan setelan kerjanya.
"Kepo banget sih lo." jawab Dareen yang sekarang tengah duduk di sofa, dan mulai melepaskan alat penyamarannya.
"Atau jangan-jangan semalam lo pergi pacaran ya,?makanya sampai lupa pulang." tuduh Dino curiga.
"Apaan sih, lo kan tahu gue gak punya pacar." sanggah Dareen.
"Iya juga sih, terus kalau bukan ketemu pacar kemana dong?" tanya Dino yang semakin kepo.
"Kenapa sih lo itu pengen tahu aja urusan gue?"
"Ya gue kan sebagai sahabat lo itu harus tahu lo itu pergi sama siapa? soalnya kan sampai semalaman gitu lo nggak pulang sahabat mana coba yang nggak khawatir?"ucap Dino so peduli.
"Bacot lo!" jawab Dareen seraya melempar bantal ke arah Dino, yang membuat Dino terkekeh.
"Udah sana pergi kerja nanti telat.Terus di pecat lagi sama bos!"
"Iya gue pergi.Eh lain kali kalau jalan lagi sama tante girang ajak gue ya,!" ucap Dino sambil berlari kecil menuju pintu keluar.
"Apa?sial.. lo nuduh gue jalan sama tante-tante?" teriak Dareen kesal.
"Enak aja, bukan berarti karena gue gak punya pacar terus gue harus jalan sama tante-tante."gerutu Dareen sambil bergidik ngeri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Rania..! kenapa jam segini baru pulang?" tanya Rosa yang melihat anaknya memasuki rumah.
"Aku habis nginep di rumah temen." jawab Rania yang hendak berjalan menuju kamarnya.
"Tunggu Rania!"
"Apa lagi sih mah?"
"Mamah gak suka kamu sering keluyuran malam-malam, apalagi kamu dari kemarin pulang sekolah baru pulang sekarang." tegas Rosa.
"Udah ngomongnya?" jawab Rania yang justru malah berjalan begitu saja meninggalkan Rosa.
"Rania..!" panggil Rosa yang tidak di hiraukan Rania.
"Anak ini kenapa makin kesini dia jadi semakin sulit untuk di atur." gumam Rosa sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
Ting tong....ting tong...
Dareen beranjak dan berjalan menuju arah pintu.Melihat dari lubang pengintip.
"Asha..!" gumamnya sambil berlari dan mencari alat penyamaran nya yang tadi dia buka.
"Hayy..!" sapa Asha saat pintu apartemen di buka Zidan.
"Asha.. kamu..!"
"Iya, aku kesini untuk kerja." tutur Asha.
"Oh iya, ya udah ayo masuk!" ajak Zidan yang di jawab anggukan oleh Asha.
"Kalau gitu aku ke kamar dulu ya,!" pamit Zidan.
"Oh iya!" jawab Asha singkat.
Setengah jam telah berlalu.
"Ko sepi banget ya, apa dia udah pulang?" gumam Zidan sambil bangkit dari tidurannya.
Zidan beranjak dan berjalan keluar dari kamarnya.
"Kemana dia?" gumam nya lagi sambil celingukan mencari sosok Asha.
"Ya ampun.. dia tidur!" saat mendapati Asha sedang terlelap tidur di lantai sambil tangan bertungku pada sofa.
"Pasti dia kecapean!"gumamnya seraya berjongkok di hadapan Asha.
Seketika tangan Zidan merapikan anak rambut Asha yang jatuh di wajahnya.
Dan spontan perlakuan Zidan membuat Asha terbangun.
"Zidan..!apa yang kamu lakukan?" tanya Asha saat mendapati Zidan sedang berada di hadapannya.
"A-aku.. itu di rambut kamu tadi ada daun!" sanggah Zidan sambil gegas berdiri.
"Apa?masa sih!" ucap Asha sambil mengusap-ngusap rambutnya seraya ikut berdiri juga.
"Zidan, maaf tadi aku ketiduran!" ucap Asha yang merasa tidak enak hati.
"Iya, gak apa-apa ko." jawab Zidan yang sekarang tengah berdiri sambil memasukan kedua tangannya pada saku celana.
__ADS_1
"Karena pekerjaan ku sudah selesai, aku pulang ya,!" pamit Asha.
"Emm..kamu yakin pekerjaan kamu sudah selesai?" tanya Zidan memastikan.
"Seperti yang kamu lihat, aku sudah mengerjakan semuanya." ucap Asha sambil menyisir semua ruangan yang sudah dia bersihkan.
Iya sih pekerjaan nya emang sudah selesai.Tapi aku ko gak mau ya kalau Asha buru-buru pulang.Suara hati Zidan.
"Hallo Zidan.. ko malah ngelamun sih!" ucap Asha sambil menyentuh bahu Zidan yang membuat Zidan kaget.
"Haah.. enggak ko!"
"Ya udah, kalau gitu aku pulang ya,!" pamit Asha lagi yang hendak pergi.
"Emmm Asha tunggu!" panggil Zidan.
"Iya,ada apa?" tanya Asha yang menghentikan langkahnya.
"Tunggu sebentar disini!" pinta Zidan yang berlalu pergi menuju ke kamarnya.
"Zidan kenapa sih?" gumam Asha bingung.
"Apa ya,!" gumam Zidan sambil kebingungan seperti mencari sesuatu.
"Ini dia!" gumamnya lagi sambil mengacak-ngacak kamarnya.
Dia juga menumpahkan kuntung rokok yang ada di dalam asbak ke lantai.
Zidan membuat kamarnya seberantakan mungkin supaya Asha bisa membereskannya.
"Nah selesai!" gumamnya dengan senyum tipis di bibirnya.
"Asha..!" panggil Zidan yang keluar dari kamarnya.
"Iya,!" jawab Asha yang menunggu sedari tadi.
"Itu sepertinya kamar aku belum kamu beresin ya,!" ujar Zidan.
"Iya juga sih, ya udah aku beresin dulu ya, sebelum aku pulang." ucap Asha sambil berjalan pergi menuju kamar Zidan.
"Yes!" gumam Zidan kesenengan.
"Ya ampun..kenapa berantakan sekali!" gumam Asha saat sudah berada di kamar Zidan.
Asha membuang nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Asha mulai membereskan kamar Zidan, sedangkan yang punya kamar hanya bisa tersenyum puas melihat Asha dari ambang pintu.
Berhasil juga kan ide gue, membuat Asha tidak buru-buru pulang.Suara hati Zidan dengan senyum di bibirnya.
"Asha..!" panggil Zidan yang menghampiri Asha dengan terburu-buru di dalam kamarnya.
"Zidan awas itu licin!" teriak Asha.
Bruukk...
Zidan terjatuh dengan menarik tangan Asha yang membuatnya ikut terjatuh di atas Zidan.Dan tidak sengaja bibir Zidan menyentuh bibir Asha, yang membuat mereka diam mematung.
Ya ampun..bagaimana ini kalau gue gerak takutnya dia pikir gue sengaja lagi mencari kesempatan dalam kesempitan.Tapi kalau gue gak gerak masa harus gini terus.Suara hati Zidan.
__ADS_1
Sedangkan Asha dia juga seperti masih syok dengan apa yang terjadi saat ini.Sampai dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Suara ponsel Zidan berbunyi nyaring di atas nakas yang membuat Asha langsung bangkit dan berlari keluar dari kamar Zidan.