AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 23 Menjelang pesta ulang tahun Rania


__ADS_3

"Bapak memanggil saya?" tanya Dareen yang sekarang berada di ruang kerja Romi.


"Bagaimana dengan pencarian kamu, apa sudah ada titik terang?" tanya Romi sambil membalikan kursi goyang nya ke arah Dareen.


"Maaf pak, untuk sekarang saya masih belum mendapatkan petunjuk apa-apa."


"Iya, saya mengerti memang akan cukup sulit untuk kamu menemukan putri ku.Tapi saya percaya sama kamu,kamu pasti akan bisa membawa putriku pulang." jelas Romi seraya berdiri dan menepuk pundak Dareen.


"Akan saya usahakan pak!" ucap Dareen meyakinkan.


"Satu lagi Dareen, besok Rania ulang tahun.Dan dia ingin merayakan ulang tahunnya di sebuah hotel.Kamu tolong urus semua itu ya,!" pinta Romi.


"Baik pak."


"Jika perlu kamu bisa ajak Dino untuk membantu kamu."


"Iya pak." jawab Dareen yang kemudian pergi darisana.


"Besok malam putri pemilik sekolah ini ulang tahun lo." ucap siswi antusias.


"Siapa Rania yah?" tanya siswi yang lain.


"Iya siapa lagi, dan kalian tahu nggak ulang tahun nya akan di lakukan secara besar-besaran di sebuah hotel mewah."


"Wahh..ini sih sumpah keren banget."


"Iya, makanya kita harus dateng!"


Asha hanya mendengarkan ketika siswi-siswi itu bicara di dalam kelas.


"Heyy Asha...! besok malam ulang tahun Rania.lo mau dateng?" tanya siswi disana.


"Aku..!"


"Ngapain sih tanya dia, ya jelas lah dia itu nggak mungkin dateng.Secara mana mungkin dia punya gaun yang bagus untuk datang ke acara Rania." timpal siswi yang lain dengan di barengi gelak tawa mereka.


Mendengar itu Asha hanya bisa meremas ujung rok abu-abunya sambil menggigit bibir bawah.


"Asha..kamu sudah dengar belum kalau besok malam Rania ulang tahun?" tanya Zidan yang sekarang sedang berjalan bersama Asha menuju parkiran.


"Iya, aku sudah dengar."jawab Asha seraya membetulkan tasnya yang tersampir di bahu.


"Kita datang bareng ya,!"ajak Zidan.


"Maaf Zidan, sepertinya aku nggak akan datang." tutur Asha.


"Lho kenapa?"


"Aku tidak suka pesta." ungkap Asha.


"Ya sudah, kalau kamu nggak datang.Aku juga tidak akan datang." protes Zidan.


"Zidan kamu apaan sih, kamu dateng aja!ngapain ikut-ikut aku untuk nggak dateng segala."desis Asha.


"Percuma aku dateng, disana juga aku nggak akan ada temen."

__ADS_1


"Jadi lebih baik aku juga nggak usah dateng aja." timpal Zidan seraya berjalan meninggalkan Asha.


"Nggak bisa gitu kamu harus dateng!"teriak Asha yang mengejar sahabat sekaligus suaminya itu.


Di dalam mobil saat perjalanan pulang, Zidan hanya diam sambil fokus menyetir.


" Zidan kamu marah ya, sama aku?"tanya Asha.


"Enggak..!" jawab Zidan singkat.


"Kalau nggak marah ngapain dari tadi diam terus?"


"Lagi sakit gigi."


"Ihh..Zidan kalau di tanya tuh yang bener jawabnya." desis Asha seraya mencubit pinggang Zidan.


"Adduh..Asha sakit!" lirih Zidan.


"Biarin siapa suruh nyebelin." ucap Asha sambil tersenyum.


Zidan menyentuh tangan Asha yang masih mencubit pinggangnya.Seketika Asha hanya diam dengan mata mereka yang saling pandang.


Saling pandang beberapa saat hingga mobil yang mereka tumpangi melindas sesuatu yang membuat mereka kembali tersadar.


Saling canggung, dan salah tingkah mulai menyelimuti mereka yang membuat mereka diam tanpa bicara lagi.


Sampai pada akhirnya mobil sampai di depan rumah Asha.


Asha turun setelah mengucapkan terima kasih pada Zidan.


"Asha..!" panggil Zidan yang membuat Asha langsung menengok ke arah Zidan.


"Besok malam aku jemput ya, kita pergi ke acara ulang tahun Rania bareng." ucap Zidan.


"Daahhh...!" pamit Zidan sambil kembali masuk ke dalam mobilnya.


Padahal Asha nyaris saja ingin mengatakan sesuatu tapi Zidan sepertinya tahu jika Asha akan menolak ajakannya untuk pergi ke acara Rania.


Makanya Zidan buru-buru pergi darisana.Yang membuat Asha membuang nafas panjang sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Zidan mau ngajakin kamu kemana?" tanya Mira yang sepertinya tengah mendengar ucapan Zidan tadi.


"Ibu..!" sapa Asha sambil mencium punggung tangan sang ibu.


"Zidan ngajakin kamu pergi kemana?" kembali Mira bertanya.


"Itu buk, di sekolah anak yang punya sekolahan berulang tahun dan semua murid disana di undang semua." tutur Asha seraya duduk di kursi di samping Mira.


"Oh,kalau begitu kamu juga harus pergi."


"Enggak ahh buk!" tolak Asha.


"Lho kenapa?bukannya semua murid harus datang kan?"


"Enggak ahh buk, Asha malu." ucap Asha murung.

__ADS_1


"Kenapa mesti malu, kamu juga bagian dari murid sekolah itu kan." kembali Mira menjelaskan.


"Iya, tapi ibu kan tahu kalau aku nggak punya baju bagus untuk pergi kesana.Apalagi pasti disana aku hanya akan menjadi bahan tertawaan doang."ucap Asha gusar.


"Udah ya buk, aku mau istirahat dulu." timpal Asha yang pergi menuju kamarnya.


"Kasian Asha dia pasti sedih, aku tahu kalau sebenarnya dia itu ingin pergi ke acara itu tapi karena keadaan yang memaksanya untuk tidak pergi." gumam Mira.


Waktu berlalu begitu cepat, acara ulang tahun Rania hanya tinggal menunggu beberapa jam lagi.


"Lo akan pergi ke acara ulang tahun Rania sebagai Dareen apa sebagai Zidan?" tanya Dino yang kini tengah memilih beberapa jas untuk dia pakai ke acara ulang tahun anak bos nya itu.


Kalau sebagai Dareen pasti akan sulit jika ingin dekat dengan Asha.Suara hati Dareen.


"Jadi Zidan aja deh!" jawab Dareen.


"Kenapa pengen jadi Zidan?mending jadi Dareen.Apalagi ini pesta pasti akan banyak wanita cantik yang datang." tutur Dino.


"Wanita cantik nggak tertarik tuh!" ungkap Dareen dengan tangan yang sibuk memainkan ponselnya.


"Gue jadi curiga deh sama lo, lo sama sekali nggak tertarik sama wanita cantik. Apa jangan-jangan...!" ucap Dino sambil bergidik ngeri.


"Jangan-jangan apa?" tanya Dareen sambil melotot ke arah sahabatnya itu.


"Lo nggak gay kan Ren?" tanya Dino sambil nyengir.


"Sial..emang gue cowok apaan?" gerutu Dareen dengan melempar bantal ke arah Dino.


"Hehhee... ya, kali aja kan.Secara lo itu nggak tertarik sama cewek cantik." ungkap Dino.


"Bacot lo!" umpat Dareen dengan berjalan keluar dari kamarnya.


"Ren..!mau kemana?bukannya siap-siap acaranya tinggal beberapa jam lagi nih." teriak Dino.


"Asha jadi pergi gak ya,!" gumam Dareen sambil mondar-mandir dengan ponsel di tangannya.


"Dari pada penasaran disini mending ke rumahnya aja lah."memakai jaket hoddie yang tersampir di sofa lalu kemudian pergi menuju rumah Asha.


"Nak Zidan!" sapa Mira saat membuka pintu.


Asha keluar setelah Mira memanggilnya.


"Kita pergi sekarang!" ajak Zidan sambil menarik tangan Asha.


"Kita mau pergi kemana?" tanya Asha bingung.


"Udah ikut aja!"


"Tapi kita belum pamit sama ibu." sanggah Asha saat sudah berada di depan mobil Zidan.


"Ibu udah izinin ko nak." teriak Mira yang keluar dari rumahnya.


"Kamu udah dengar kan, ayo!" ajak Zidan lagi.


Asha hanya menurut walau sebenarnya dia masih bingung mau di bawa kemana oleh sahabatnya itu..

__ADS_1


__ADS_2