
Zidan berhasil menyelamatkan Asha dan membawanya ke tepi kolam.
"Asha bangun..!" ucap Zidan sambil menepuk-nepuk lembut pipi Asha.
Namun tidak ada reaksi apapun dari Asha.
"Asha bangun..!"kembali Zidan berucap yang sekarang terlihat cukup panik.
"Asha..!" Zidan terus mencoba dengan menekan-nekan dada Asha beberapa kali namun hasilnya sama tidak ada reaksi apapun dari Asha.
Tak berpikir lama lagi Zidan langsung memberi nafas buatan untuk Asha.
Melihat itu, semua orang yang ada disana begitu terkejut karena dari tadi mereka bukan hanya memperhatikan saat Zidan menolong Asha saja.
Tapi semua orang yang ada disana juga memperhatikan wajah Zidan yang berubah total tanpa kacamata, gigi tonggos dan tompel yang selama ini menjadi identitas Zidan.
Bukan cuma semua anak sekolah saja yang di buat terkejut dan shock dengan identitas Zidan yang sebenarnya. Ada gadis yang jauh lebih shock dari mereka semua yang tak lain gadis itu adalah Rania.Gadis yang selama ini sangat menginginkan pria yang sekarang berada di hadapannya sedang menolong seorang gadis sampai sebegitunya.
Satu kali Asha di beri nafas buatan tapi masih belum bisa membuat nya bangun.
Zidan kembali memberi nafas buatan untuk yang kedua kalinya.
"Uhuk...uhuk...!" Asha mulai sadar dengan mengeluarkan air dari mulutnya.
"Syukurlah kamu tidak apa-apa." ucap Dareen sambil memeluk Asha.
Dengan cepat Asha mendorong tubuh Dareen dan mulai berdiri.Melihat itu Dareen juga ikut berdiri.
Asha melihat sosok Dareen di hadapannya saat ini dengan baju yang sama yang Zidan pakai tadi untuk datang ke pesta Rania.
Dan Asha juga sempat melihat kalau yang menolongnya adalah Zidan, sahabat sekaligus suaminya sebelum dia pingsan di dalam air tadi.
"Kamu..!" ucap Asha.
"Asha aku bisa jelasin semuanya." jawab Dareen sambil mencoba memegang tangan Asha yang langsung Asha jauhkan.
"Kamu sudah bohongin aku, aku benci sama kamu." ungkap Asha sambil berlari pergi darisana.
Sedangkan Rania langsung menghampiri Dareen.
"Dareen apa semua ini?" tanya Rania.
"Rania tolong jangan sekarang!" pinta Dareen sambil ikut pergi juga darisana.Yang di susul Dino.
__ADS_1
Rania hanya bisa mengepalkan kedua tangannya untuk menahan amarahnya.
Rania juga memilih untuk pergi darisana dengan amarahnya yang menggebu-gebu.
Asha pulang sendiri dengan baju yang basah, dia berjalan menyusuri jalan yang sepi.Asha mulai mengingat kejadian yang baru saja terjadi.
"Kenapa..kenapa kamu tega bohongin aku Zidan?aku pikir kamu itu beda dari yang lain, aku pikir kamu tidak akan pernah nyakitin aku.Tapi aku salah kamu justru malah membuat aku hancur."
"Aku benci kamu Zidan..!" teriak Asha dengan air mata yang mulai membasahi wajah cantiknya.
"Ren..sebenarnya lo suka kan sama Asha?" tanya Dino saat mereka sudah memasuki apartemen mereka.
"Kita nggak usah bahas itu sekarang ya, gue cape." sanggah Dareen dengan melepaskan dasi yang terasa sesak di leher.
"Tapi dengan cara lo tadi itu menunjukan, kalau lo suka sama gadis itu!" tuduh Dino.
"Terus kalau gue suka sama Asha kenapa?lo keberatan?" teriak Dareen.
"Jadi bener lo suka sama Asha?" tanya Dino memastikan.
"Din gue nggak tahu kapan perasaan ini tumbuh, gue juga nggak tahu kapan gue mulai jatuh cinta sama dia.Yang gue tahu dia begitu berarti banget buat gue, gue nggak mau kehilangan dia Din."ucap Dareen dengan suara parau.
"Lo yang sabar, kita coba cari cara untuk menjelaskan semuanya pada Asha.Gue pasti bantuin lo ko." tutur Dino dengan menepuk bahu Dareen.
"Dan apa..Dareen begitu bersikap manis sama gadis rendahan seperti dia.Pokoknya gue nggak akan biarin ini terjadi.Gue harus memberi pelajaran sama gadis rendahan itu,karena dia sudah berani merebut pria yang gue suka selama ini." gumam Rania dengan tangan yang terkepal.
...****************...
"Permisi tante, apa Asha nya ada?" tanya Zidan pada Mira yang sedang berada di teras rumahnya.
"Asha sudah pergi sekolah nak Zidan tadi pagi-pagi sekali." tutur Mira.
"Oh, ya sudah tante kalau begitu Zidan juga berangkat sekolah dulu ya,!" pamit Zidan dengan terburu-buru.
Mira hanya mengangguk kan kepalanya.
"Asha..!" panggil Zidan yang tidak di hiraukan Asha.
"Maaf Zidan, eh aku lupa kalau ternyata Zidan itu cuma identitas bohongan.Nggak sama dengan orang nya." ucap Asha kesal.
"Asha aku bisa jelasin semuanya."sanggah Dareen.
"Sudahlah aku nggak mau dengar penjelasan dari kamu.Dan kamu juga nggak perlu nyamar-nyamar lagi kek gini hanya untuk manfaatin aku ngerti kamu." desis Asha sambil meninggalkan Dareen begitu saja.
__ADS_1
"Kamu salah paham Sha sama aku, Aku sama sekali nggak ada niat untuk manfaatin kamu." gumam Dareen gusar.
"Lihat tuan putri sudah tiba."ucap Megan dengan tatapan tidak suka saat Asha memasuki kelas.
"Merasa jadi tuan putri ya, karena ternyata cowok cupu yang selalu jagain lo itu seorang pangeran tamvan." timpal Rika dengan menghampiri bangku yang Asha duduki.Dan mulai duduk di kursi persis di depan Asha.
Asha tidak menghiraukan ucapan mereka berdua, dia lebih memilih untuk fokus membaca buku di tangannya.
"Heyy..cewek sampah lo itu nggak pantas bersanding dengan cowok setamvan dan se keren Dareen.Lo pasti tahu itu kan." ucap Rika seraya mengambil buku dari tangan Asha.
"Rika balikin buku gue!" pinta Asha.
"Kalau gue nggak mau, lo mau apa?"jawab Rika yang menurut Asha sangat menyebalkan.
"Gue bilang balikin buku gue!" pinta Asha dengan suara sedikit meninggi seraya Asha berdiri.
"Berani lo berteriak kaya gitu sama gue hah..!"ucap Rika yang ikut berdiri.
Asha mengambil paksa bukunya dari tangan Rika, tanpa menjawab lagi ucapan dari Rika.
"Oh, jadi sekarang lo sudah berani ngelawan ya,!" ucap Rika yang menarik rambut Asha yang di ikat kuda.
Mendapatkan perlakuan itu dari Rika, Asha langsung menarik tangan Rika dengan begitu keras seraya tangan itu di pelintir oleh Asha yang membuat Rika kesakitan.
"Aww...lepasin..!" pinta Rika sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Asha yang menurutnya sangat keras.
Melihat itu Megan langsung menghampiri Asha dan Rika untuk membantu Rika.
Tapi justru Asha langsung mendorong tubuh Rika dengan keras sehingga tubuh itu menabrak tubuh Megan.
"Lo berani sama kita?" tanya Megan yang mendekati Asha sedangkan Rika dia hanya diam sambil memegangi tangannya yang terasa sakit.
Megan mulai mendorong tubuh Asha hingga Asha sedikit mundur.
Kalau dulu Asha hanya diam jika di perlakukan buruk oleh mereka tapi tidak untuk sekarang.
Asha membalas mendorong tubuh Megan, karena merasa tidak terima akhirnya Megan menjabak rambut Asha.
Saling jambak menjambak pun tidak bisa di hindarkan, Asha dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Megan hingga tubuh itu terpental ke dinding yang membuat Megan meringis kesakitan.
"Gue nggak akan ganggu lo jika lo nggak ganggu gue.Tapi jika lo terus ganggu gue maka gue akan lawan.Paham!" ancam Asha dengan menghimpit mulut Megan sebelum dia pergi keluar kelas.
Mendengar itu Rika dan Megan hanya diam sambil merasakan bagian tubuh mereka yang terasa sakit.
__ADS_1