AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 6 Otak mesum


__ADS_3

Pagi menyapa dengan sinar mentari yang begitu indah menyinari alam semesta.


Darren mulai mengerjapkan matanya, sampai mata itu terbuka sempurna.


Saat menengok ke sisi kiri pandangan nya pun, langsung beradu dengan wajah Asha yang sedang terlelap tidur di bahu nya.


Sejenak Darren hanya bisa diam, memandang wajah Asha yang sedang tidur di bahunya saat ini.


Kalau di lihat dari dekat ternyata dia cantik juga.


batin Dareen sambil terus memandangi wajah Asha dengan senyuman di bibirnya.


Asha mulai membuka matanya, mata Asha dan Dareen beradu pandang yang membuat Asha terkejut.


"Ihh.. dasar cowok mesum!" ucap Asha sambil menimpuk kepala Dareen dengan tas yang ia pakai.


"Aduuhh.." lirih Dareen sambil mengelus kepalanya.


"Cowok semuanya emang sama aja, otaknya selalu saja mesum." timpal Asha sambil gegas berdiri dan merapikan rok nya yang sedikit naik ke atas.


"Jaga ya, bicara lo! gue bukan tipe cowok yang lo tuduhkan tadi." sanggah Dareen kesal sambil ikut berdiri.


"Terus kalau bukan mesum apa?lo tidur deket-deket gue." ucap Asha kesal.


"Ya udah deh terserah lo, males gue denger kicauan lo." jawab Dareen sambil menutup kedua telinganya pake tangan.


"Kicauan emang gue burung apa?" Asha tambah sewot.


Sedangkan Dareen hanya diam tidak menjawab lagi ucapan Asha.


"Daripada lo diem aja kaya gitu, mending lo cari cara deh supaya kita bisa keluar dari sini, ini itu udah pagi keburu semua murid datang ngerti gak sih lo." tutur Asha.


"Bawel, awas! gue mau coba dobrak pintu gudang ini."ucap Dareen sambil bersiap untuk mendobrak pintu gudang itu.


"Nah gitu dong, kenapa gak dari kemarin lo punya ide kaya gitu." ucap Asha lagi.


Tapi sayangnya saat hendak mau mendobrak pintu gudang itu, tiba-tiba pintu gudangnya terbuka dari luar yang membuat Dareen terjatuh.


"Ya ampun, maaf mass.. mas tidak apa-apa?" tanya pak Ade pengurus kebersihan sekolah disana.


Dareen hanya meringis kesakitan, yang di bantu pak Ade untuk bangun.Sedangkan Asha dia hanya bisa tersenyum melihat Dareen jatuh.


"Kalian berdua kenapa bisa ada di gudang ini?" tanya pak Ade yang melihat ke arah Asha dan Dareen secara bergantian, dengan tatapan curiga.


Asha dan Dareen hanya saling pandang.


"Bapak jangan salah paham dulu, kami tidak sengaja terkunci berdua di dalam gudang ini." Asha memberi penjelasan.

__ADS_1


"Iya kan, kita gak sengaja terkunci di gudang ini?" tanya Asha pada Dareen yang tidak di hiraukan Dareen.


Pak Ade semakin curiga, dengan menatap intens Asha.


Karena mendapat tatapan yang tajam dari pak Ade, Asha langsung menghampiri Dareen.


"Cepat jelasin sama pak Ade, apa yang sebenarnya terjadi!"suara pelan Asha sambil menginjak kaki Dareen.


"Bodo, gue gak peduli.Biarin aja tuh pak Ade berpikiran yang aneh-aneh tentang kita." ucap Dareen yang hendak meninggalkan gudang itu.


"Oh, jadi gak mau?rasain nih!" ucap Asha sambil menyikut perut Dareen.


"Akkkhh..!" lirih Dareen.


"Gila lo ya, lo itu cewek apa preman sih!" ucap Dareen kesal.


"Makanya cepet bilang, kalau kita gak sengaja terkunci disini!" pinta Asha sedikit memaksa.


"Pak kita gak sengaja terkunci berdua disini." jelas Dareen.


"Puas lo,!" ucapnya lagi, sambil berlalu pergi dari sana.


Melihat Dareen yang sudah pergi dari sana, Asha pun langsung bergegas pergi menyusul Dareen.


"Anak jaman sekarang ada-ada aja kelakuannya." gumam pak Ade sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Saat Asha keluar dari gerbang sekolahnya, dia melihat para murid sudah mulai berdatangan.


"Ya ampun Aku lupa dengan sepeda ku." gumam Asha saat sudah lumayan jauh dari sekolahnya.


"Terpaksa deh Aku harus naik bis untuk pulang ke rumah."


Asha menaiki bis, tapi sayang bis nya sudah penuh dengan penumpang yang membuatnya harus mau menumpang bis dengan cara berdiri.


Saat bis yang Asha tumpangi menginjak rem secara mendadak membuatnya hendak jatuh ke belakang.


Tapi spontan ada tangan seseorang yang menahannya, tepat di bagian pa***t Asha.


Yang membuat Asha terkejut, dan langsung melihat ke arah orang yang telah berani menyentuh bagian berharga nya.


Saat Asha, dan seseorang itu beradu pandang.


Mata Asha langsung melotot ke arah seseorang itu.Seseorang itu adalah seorang pria yang tak lain pria itu adalah Dareen.


"Dasarr kurang aj*r!" geram Asha sambil memukul-mukul Dareen dengan tas nya.


"Apaan sih sakit tau." ucap Dareen sambil menyilangkan tangan di atas kepalanya.

__ADS_1


"Lo itu nyebelin, rasain nih!" timpal Asha sambil terus menimpuk Dareen dengan tasnya.


Keributan mereka berdua menjadi pusat perhatian semua penumpang disana.


Bahkan karena mereka tidak bisa di pisahkan, mereka sampai di turunkan di tengah jalan.


"Puas lo?akhirnya kita di turunin di tengah jalan kaya gini." ucap Dareen kesal.


"Habisnya lo duluan yang mulai."jawab Asha tidak mau kalah.


"Astaga, kenapa gue di pertemukan dengan gadis rese kaya dia." gumam Dareen sambil mengusap wajahnya kasar.


"Sudah gue bilang, kalau lo itu otaknya mesum." ucap Asha.


"Jangan panggil gue otak mesum terus ya,!" protes Dareen.


"Emang itu kenyataannya kan,!" ucap Asha lagi sambil menyilangkan tangan di dadanya.


"Kejadian barusan itu gak sengaja, tadi lo itu mau jatuh ke arah gue.Makanya gue tahan badan lo supaya lo gak jatuh ke badan gue." sanggah Dareen.


"Terus lo pikir gue bakal percaya gitu sama ucapan lo ini, gak gue gak percaya!" ucap Asha kesal.


"Terserah lo, lagian ngapain juga gue mau dengan sengaja pegang pa***t lo? orang lo itu bukan gadis tipe gue juga." ungkap Dareen sambil berjalan pergi meninggalkan Asha.


"Ih.. nyebelin!" gumam Asha sambil menghentak-hentakan kakinya ke tanah.


"Emang cewek rese, gara-gara dia gue jadi telat pergi ke kantor." gumam Dareen sambil terus berjalan.


"Awas aja gue bakal bales perlakuan lo ke gue." gumam Asha yang berjalan di belakang Dareen.


"Taxi." panggil Dareen saat sebuah taxi lewat.


Melihat itu Asha langsung ikut masuk ke taxi itu ke pintu yang sebelah nya.


"Ngapain lo?" tanya Dareen yang hendak masuk taxi, sudah ada Asha di samping taxi itu.


"Anterin gue pulang, kan gara-gara lo juga gue di turunin di tengah jalan." ucap Asha.


"Apa?gak mau, dan gak bisa, ayo turun!" pinta Dareen.


"Gak.. gue gak mau turun sebelum gue di anterin pulang ke rumah." tolak Asha.


"Turun gue bilang turun,!" ucap Dareen lagi sambil menarik tangan Asha.


"Gak mau..!" tolak Asha sambil tangan yang satunya berpegangan ke kursi depan.


"Ayo turun. .!" pinta Dareen lagi yang kini kaki Asha yang di tarik Dareen.

__ADS_1


"Gak mau..!" tolak Asha lagi sambil kedua tangannya berpegangan kuat pada kursi depan.


Supir taxi hanya kebingungan melihat tingkah laku mereka berdua.


__ADS_2