
"Apa ini?" gumam Asha yang hendak mengambil fhoto itu.
"Uhuk..!uhuk..!" terdengar suara Mira batuk-batuk, yang membuat Asha mengurungkan niatnya untuk mengambil fhoto itu.
"Ibu..Minum dulu bu!" ucap Asha yang menghampiri Mira dan langsung mengambil kan segelas air yang ada di atas nakas.
"Nih bu obatnya,ibu minum ya,!" ucap Asha dengan memberikan obat ke tangan Mira.
"Sekarang ibu istirahat supaya cepat sembuh!" ujar Asha setelah Mira meminum obat.
"Makasih ya, nak!" jawab Mira sambil tersenyum.
"Sama-sama bu, ya udah kalau gitu aku juga istirahat ya, bu!" pamit Asha yang di jawab anggukan oleh Mira.
...****************...
"Asha..!" panggil Zidan sambil berlari menghampiri Asha.
"Hayy..!" sapa Asha saat Zidan sudah ada di hadapannya.
"Ke kelas bareng yu,!" ajak Zidan yang di jawab anggukan oleh Asha.
"Eh Zidan pulang nya kita bareng ya, hari ini aku kan harus kerja lagi di apartemen kamu." ucap Asha sambil memasukan semua bukunya ke dalam tas.
"Ok!" jawab Zidan singkat dengan senyuman tipis di bibirnya.
"Asha tunggu sebentar ya,!" ucap Zidan yang melihat Rania sedang telponan di luar kelas dan terlihat buru-buru untuk pergi.
Zidan mengikuti Rania sampai keparkiran.
"Iya sebentar lagi aku kesana, ok daahh..!" terdengar ucapan Rania yang kemudian menutup telponnya, dan bergegas masuk ke dalam mobilnya.
"Rania..janjian sama siapa dia?" gumam Zidan yang merasa penasaran.
"Zidan kemana sih?" gumam Asha yang menunggu Zidan.
"Aduhh pake kebelet segala lagi." kembali Asha berucap sambil berlari menuju ke toilet.
"Yuk kita kerjain!" ajak Megan pada Rika yang melihat Asha masuk ke dalam toilet.
"Lho ko pintunya susah di buka sih?" ucap Asha sambil menarik-narik handle pintunya.
"Tolong.. ada orang disana?tolong bukain!" teriak Asha sambil menggedor-gedor pintu toilet itu.
"Rasain lo!" ucap Megan pelan sambil toss tangan bersama Rika yang kemudian pergi meninggalkan Asha yang terkunci di dalam toilet.
"Ya ampun ini pasti ulahnya si duo ketombe itu lagi." gerutu Asha kesal.
"Woyy..bukain!" teriak Asha sambil menendang keras pintu toilet itu.
"Aduhh..! pintu gak kebuka malah kaki aku yang sakit."lirih Asha sambil meringis kesakitan.
"Asha kemana sih, bukannya tadi ngajak pulang bareng." gumam Zidan sambil celingukan mencari Asha.
__ADS_1
"Bukain..!ada orang disana?Zidan...tolongin aku!" teriak Asha.
"Heyy..lihat Asha gak?" tanya Zidan sama siswa dan siswi yang berlalu lalang untuk pulang sekolah.
Tapi tidak ada satupun dari mereka yang melihat Asha, meskipun ada tetap saja mereka tidak akan peduli.
"Percuma saja aku tanya mereka.Dimana kamu Asha?" gumam Zidan sambil terus berusaha mencari keberadaan Asha.
"Tolong..!buka..!" teriak Asha yang di dengar Zidan.
"Asha..!" ucap Zidan sambil mencari arah suara.
"Bukain..!" kembali Asha berteriak.
"Asha..!" panggil Zidan.
"Zidan..itu Zidan..! Zidan aku disini." panggil Asha dengan menggedor-gedor pintu toilet itu.
"Asha..!kamu di dalam?" tanya Zidan yang sekarang sudah berada di luar pintu toilet.
"Iya aku disini Zidan, tolong bukain!" pinta Asha.
Zidan mencoba menarik-narik handle pintunya tapi sayang pintunya tidak bisa di buka.
"Asha pintunya di kunci, tapi aku akan coba dobrak pintunya. Kamu tenang disana ok." tutur Zidan yang mulai mencoba untuk mendobrak pintu toilet itu.
Satu kali, dua kali sampai ketiga kalinya pintu toilet itu berhasil di dobrak Zidan.
"Zidan..!" panggil Asha yang langsung menghambur dan memeluk tubuh Zidan.
"Makasih, lagi-lagi kamu nolongin aku." ucap Asha yang melepaskan pelukannya.
"Ya udah, kita pulang sekarang?" tanya Zidan yang di jawab anggukan oleh Asha.
Saat Zidan dan Asha sedang melakukan perjalanan menuju apartemen Zidan tiba-tiba..
Itu kan Rania..ngapain dia turun di tengah jalan? Suara hati Zidan yang melihat Rania turun dari mobil yang di tumpanginya dari sekolah tadi.
Melihat Rania menaiki taxi, Zidan langsung mengikuti taxi yang Rania tumpangi.
"Lho Zidan, ini kan bukan arah ke apartemen kamu." ucap Asha yang melihat ke arah jalan.
"Iya, aku ada urusan dulu sebentar.Kamu gak apa-apa kan ikut aku dulu?" tanya Zidan yang masih fokus dengan taxi yang Rania tumpangi.
"Iya gak apa-apa ko." jawab Asha.
Rania mau pergi kemana sih sebenarnya? kenapa pergi sampai sejauh ini.suara hati Zidan yang merasa penasaran dengan anak bos nya itu.
Ini Zidan mau kemana sih sebenarnya? kenapa sampai jauh begini urusannya. Suara hati Asha yang kebingungan.
Cekitt...mobil yang Zidan dan Asha tumpangi mendadak berhenti di tengah jalan.
"Ko berhenti?" tanya Asha.
__ADS_1
"Kaya nya ban nya bocor deh." tutur Zidan yang bergegas keluar dari mobilnya.
"Tuh kan.. arrghh..! kenapa harus sekarang sih." gerutu Zidan kesal sambil menendang ban mobilnya.
"Beneran bocor ya,?" tanya Asha memastikan yang ikut keluar dari dalam mobil.
Zidan hanya mengangguk malas.
"Ya.. terus gimana dong?mana ini jalanan sepi banget lagi." ucap Asha yang seperti ketakutan.
"Ya udah, sebaiknya kita jalan aja siapa tau di depan sana ada rumah yang bisa kita mintai pertolongan." saran Zidan yang di setujui Asha.
"Kita udah lama jalan, tapi belum ada tanda-tanda ada rumah disini." ucap Asha yang terlihat mulai kecapean.
"Jalan aja dulu, aku yakin pasti di depan sana akan ada perumahan." ungkap Zidan.
Hari semakin petang hingga matahari mulai tak terlihat lagi.
"Zidan sepertinya itu ada rumah." ucap Asha yang mulai melihat beberapa rumah di depan sana.
"Tuh kan, aku bilang juga apa.Pasti ada perumahan disini." jelas Zidan.
Breeet....
"Ya...hujan..!" ucap Asha yang mulai berlari menuju ke sebuah gedung yang di susul oleh Zidan.
Asha dan Zidan berteduh di sebuah gedung yang sudah lama tak terpakai.
"Sebaiknya kita berteduh disini dulu, sampai hujannya reda." ucap Zidan yang di jawab anggukan oleh Asha.
"Aww..!" lirih Asha.
"Kamu kenapa?" tanya Zidan.
"Mataku perih, kayanya ada yang masuk gitu."ucap Asha.
" Coba mana?sini aku tiup!"ucap Zidan sambil mendekatkan wajahnya dan hendak membantu Asha.
"Heyy ngapain kalian?" tanya seorang pria yang membuat Asha dan Zidan langsung melihat ke arah suara.
Terlihat ada empat pria disana, dan yang satunya mengarahkan senter ke arah Asha dan Zidan.
"Sepertinya kalian bukan anak sini." ucap salah satu dari ke empat pria itu.
"Iya dan sepertinya kalian mau mesum ya disini?" timpal satu pria lagi.
"Bukan bang, kami disini cuma..!" ucap Zidan mencoba menjelaskan.
"Ahh ayo sebaiknya kita bawa saja mereka ke rumah pak Rt." saran salah satu pria itu, yang menyela ucapan Zidan.
"Benar, ayo cepat bawa mereka!"
"Tapi bang kami cuma..!"
__ADS_1
"Udah kalian jelaskan saja nanti di rumah pak Rt."
Mau tidak mau akhirnya Zidan dan Asha di giring sama ke empat pria itu menuju rumah pak Rt disana.