AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 11 Perasaan Rania


__ADS_3

Ting..tong...ting...tong...


Suara bell berbunyi yang membuat Dareen dan Dino saling pandang.


"Siapa?" tanya Dareen pada Dino.


"Meneketehe." jawab Dino asal.


"Buka gih!" pinta Dareen.


Dino berjalan ke arah pintu dan langsung membuka pintu apartemen Dareen.


"Ko lo sih yang buka pintunya." suara gadis dari luar apartemen Dareen.


"Dimana Dareen?" tanya gadis itu yang tak lain gadis itu adalah Rania.


Tanpa menunggu jawaban dari Dino, Rania langsung nyelonong masuk begitu saja.


"Hayy Dareen!" sapa Rania yang langsung duduk di kursi di dekat Dareen.


"Ada apa kesini?" tanya Dareen sambil menyesap rokok di selipan jari di tangannya.


"Besok aku ada pemotretan, anterin aku ya,!" pinta Rania sambil bergelayut manja di tangan Dareen.


"Jam berapa?" tanya Dareen santai sambil mengeluarkan asap rokok dari mulutnya.


"Jam satu siang, jangan lupa kamu harus jemput aku di rumah!" pinta Rania.


Dareen hanya diam tanpa menjawab lagi ucapan Rania.


"Oh iya aku ada sesuatu untuk kamu." ucap Rania sambil mengeluarkan sesuatu dari tasnya.


"Ini buat kamu, jangan lupa besok kamu pake ya,!" pinta Rania sambil menyodorkan sebuah kotak kecil ke arah Dareen.


Dareen tidak langsung menerimanya dia malah mematikan kuntung rokok ke asbak yang ada di meja di hadapannya.


Sedangkan Dino dia hanya menyimak obrolan mereka dari kejauhan.


"Ya udah aku taruh sini ya,!" ucap Rania sambil menyimpan kotak itu di atas meja.


"Kalau gitu aku pulang, jangan lupa besok jemput aku!" pamit Rania yang beranjak lalu pergi dari apartemen Dareen.


Setelah Rania pergi Dareen menyandarkan punggungnya ke kursi sambil memejamkan matanya.


"Apaan sih yang dia kasih buat lo?" tanya Dino yang ikut duduk di samping Dareen.


"Gue buka ya,!" kembali Dino berucap sambil mengambil kotak yang di simpan Rania di atas meja.


"Wuuuiihh jam tangan baru cuy." ucap Dino saat membuka isi kotak itu.

__ADS_1


Sedangkan Dareen dia masih santai memejamkan matanya.


"Sebenarnya lo itu nyadar gak sih, kalau seperti nya Rania itu suka sama lo." ucap Dino.


"Iya gue tau." jawab Dareen masih dengan mata meremnya.


"Terus kenapa lo masih belum nerima dia jadi pacar lo?"


"Gue gak tertarik!" ungkap Dareen sambil beranjak dari duduknya dan berlalu pergi menuju ke kamarnya.


"Ini gimana jam tangannya?" teriak Dino.


"Ambil aja kalau lo mau." balas Dareen.


"Emang aneh tuh anak masa jam sebagus dan semahal ini dia tolak."gumam Dino heran.


*******


"Mah, pah aku pulang!" teriak Rania memasuki rumah.


"Darimana saja kamu Rania kenapa baru pulang?" tanya Rosa ibu dari Rania.


"Aku habis dari apartemen Dareen, papah mana mah?"


"Papah ada di ruang kerja." jawab Rosa.


"Oh, kalau gitu aku samperin papah dulu ya mah." ucap Rania sambil berjalan menuju ruang kerja Romi sang ayah.


"Hallo sayang, gimana sekolah kamu?kamu suka?" tanya Romi yang fokus pada layar laptop nya.


"Emmm..lumayan sih pah."


"Papah harap kamu betah dan suka sekolah disana." ucap Romi.


"Pahh..!" ucap Rania manja.


"Apa?" tanya Romi yang masih fokus dengan pekerjaan nya.


"Papah kapan mau jodohin aku sama Dareen?" pertanyaan Rania yang membuat Romi menghentikan pekerjaan nya.


"Papah kan sudah bilang nanti kalau kamu sudah lulus kuliah." jelas Romi.


"Itu kelamaan pah, Aku takut nanti Dareen keburu punya pacar." desis Rania sambil mengerucutkan bibirnya.


"Gak akan, percaya deh sama papah karena papah tau betul Dareen itu pria seperti apa." tutur Romi.


"Ya udah deh, tapi inget ya pah aku hanya akan menikah jika sama Dareen. Tidak mau dengan pria manapun." tegas Rania sambil melepaskan pelukannya.


"Iya akan papah coba usahakan."

__ADS_1


"Pokoknya harus, tidak boleh tidak." tegas Rania sambil meninggalkan Romi.


"Anak itu jika sudah punya keinginan pasti aku yang di buat pusing."gumam Romi sambil kembali mengerjakan pekerjaan nya.


"Mah..!" panggil Rania yang menghampiri Rosa dan ikut duduk di samping ibunya itu.


"Ada apa sayang?" tanya Rosa yang kini menatap putrinya itu.


"Aku masih belum bisa dapetin hatinya Dareen." desis Rania.


"Masih ada waktu sayang, jangan terburu-buru lagian kamu juga masih sekolah belum lulus kuliah." jelas Rosa.


"Tapi aku takut, kalau Dareen akan punya pacar selain aku." ungkap Rania.


"Gak akan terjadi, mamah tau Dareen dari dulu.Dia itu tidak pernah punya pacar bahkan sampai sekarang pun mamah tidak pernah melihat dia bawa perempuan." Rosa menjelaskan.


"Mamah yakin?" tanya Rania memastikan.


"Iya sayang mamah sangat yakin." jawab Rosa.


"Ya udah deh, Aku percaya sama mamah. Kalau gitu aku ke kamar dulu ya,!" pamit Rania sambil berjalan pergi menuju kamarnya.


"Aku tau kecemasan Rania, dia itu sudah menyukai Dareen dari dulu bahkan saat Rania masih duduk di bangku SD kelas enam."


"Tapi pada saat SMP, Rania pindah sekolah ke Singapur.Tapi karena Rania merasa tidak betah disana membuat nya kembali ingin bersekolah di Jakarta lagi.Dan itu bukan tanpa alasan dia ingin jauh lebih dekat dengan pria yang selama ini telah mengisi hatinya." gumam Rosa.


********


Dareen sedang duduk bersandar di atas tempat tidurnya.


Kemudian bayangan saat Asha di bully di sekolah tadi siang memenuhi pikirannnya.


"Malang sekali gadis itu, ini bukan kali pertama nya dia di bully seperti itu. Bahkan saat pertama kali aku bertemu dengannya dia dalam keadaan menyedihkan seperti itu."


"Dan terkadang gadis itu jauh berbeda ketika sedang bersama sosok Zidan dia itu lembut.Tapi kalau berhadapan dengan sosok Dareen dia malah akan bersikap nyebelin dan bar-bar." gumam Dareen yang kembali mengingat pertemuannya dengan Asha ketika di dalam bis.


Tak sadar Dareen tersenyum sendiri saat mengingat kejadian-kejadian konyol dirinya ketika bertemu Asha sebelum menjadi Zidan.


"Senyum-senyum sendiri lagi, kesambet lo." teriak Dino yang masuk ke kamar sahabatnya itu.


"Sialan lo, ganggu gue aja." umpat Dareen.


"Lagi mikirin Rania ya,!" tuduh Dino sambil ikut naik ke atas tempat tidur.


"Sotoy lo." ucap Dareen kesal yang kemudian berbaring membelakangi Dino.


"Udah, kalau lo suka sama Rania langsung tembak aja.Gue yakin lo gak akan nyesel punya pacar kaya Rania."


"Udah cantik, baik, anak big boss pula.Di tambah lagi dia seorang model.Beuuuhh.... sempurna lah sudah." ucap Dino yang tidak di gubris Dareen.

__ADS_1


"Nih anak di ajak ngomong malah tidur." timpal Dino yang melihat Dareen tidak menanggapi ucapannya.


Memang Rania cantik dan baik, tapi aku hanya menganggap Rania sebagai adik ku tidak lebih dari itu.suara hati Dareen sebelum memejamkan matanya.


__ADS_2