
Diam duduk di kursi halte sambil menarik nafas dalam dan mulai mengingat semua kejadian antara dirinya bersama Dareen.
Tak lama kemudian bis yang ditunggu Akhirnya telah tiba di hadapannya, Asha berdiri dan berjalan untuk memasuki bis itu.Dia duduk di kursi paling belakang sambil menatap kearah luar.
Asha mulai mengingat kembali pertemuannya bersama Dareen saat mereka berdua di pertemukan di dalam bis waktu itu. Dan tak terasa senyum tipis terukir di bibir tipisnya itu.
" Ya ampun Asha ngapain sih mikirin dia, dia itu udah bohongin lo ngapain lo masih mikirin dia."ngomong sama angin.
"Lho Pak kenapa berhenti apa kita sudah sampai di sekolahnya Romi? "tanya Sarah pada sopirnya.
"Sepertinya ban mobilnya bocor Bu! "jawab Pak sopir Seraya melihat ke belakang mobil ke arah Sarah.
" Kamu ini bagaimana sih kerja nggak benar apa tadi tidak dicek dulu mobilnya? "decak Sarah kesal.
"Maaf Bu sepertinya tadi di jalan kita melindas paku."tutur Pak sopir seraya keluar dari mobil yang di susul oleh Sarah yang ikut keluar juga dari mobil.
" Ya sudah kalau begitu carikan saya taksi biar saya naik taksi untuk pergi ke sekolah anak saya."pinta Sarah pada sopirnya yang di jawab anggukan oleh sopirnya.
Namun setelah beberapa menit berlalu taksi yang di tunggu Sarah masih belum juga terlihat yang membuat Sarah semakin kesal.
Berulang kali dia mengusap dahinya yang sudah berkeringat."Mana taksinya kenapa masih belum lewat sini juga?" Tanya Sarah yang begitu kesal pada sopirnya.
"Se_seharusnya sih sudah lewat nyonya, tapi tidak tau kenapa sampai saat ini taksinya masih belum lewat juga." tutur Pak sopir yang merasa gugup.
"Ya sudah kalau begitu carikan saja saya kendaraan yang lain. Saya sudah tidak kuat di sini, di sini sangat panas."ucap Sarah seraya tangannya di kibas-kibaskan karena kegerahan.
"Ba_bagaimana kalau nyonya naik bis saja sebentar lagi bisnya pasti akan lewat sini Nyonya."saran Pak sopir.
" Ya sudah terserah kamu sajalah yang penting saya tidak kepanasan di sini."decak Sarah kesal.
Tak lama kemudian bis yang sopirnya maksud telah terlihat dari kejauhan. "itu bisnya Nyonya sebaiknya bersiap untuk naik ke bis itu." ucapnya Seraya matanya melihat ke arah bis yang akan datang ke arahnya.
Bis itu berhenti tepat di depan Sarah Tak lama kemudian Sarah melangkah untuk Menaiki bis itu. Sarah naik dan melihat bis nya penuh dia berjalan ke arah belakang dan terlihat kursi yang masih kosong yaitu kursi di samping Asha.
Terlihat Asha tersenyum ramah pada Sarah yang ingin duduk di sebelahnya.Asha sedikit menggeser tubuhnya mepet ke sisi bis sampai mentok ke kaca bis itu.
Sarah duduk di samping Asha. Sedangkan Asha sibuk dengan permen karetnya ia mengunyah permen karet sambil sesekali melirik kearah Sarah sambil tersenyum manis.
Asha memainkan permen karetnya dari mulut hingga dia menariknya pakai tangan sampai permen karet itu panjang. Melihat itu Sarah merasa jijik sambil menggidikkan bahunya.
Asha terus memainkan permen karetnya tanpa memperdulikan Sarah di sampingnya yang sudah merasa kesal dan tidak nyaman duduk di samping Asha.
__ADS_1
Karena sudah merasa tidak nyaman akhirnya Sarah memutuskan untuk turun di tengah jalan. Dia berdiri dan hendak keluar namun saat Sarah akan keluar ada sosok tangan yang mengambil dompetnya dari tasnya yang dilihat oleh Asha.
Dengan terburu-buru seorang pria yang mengambil dompet Sarah tergesa-gesa untuk keluar dari bis itu. Yang kemudian mendahului Sarah, tapi Asha langsung mengejarnya keluar dari bis itu yang di susul oleh Sarah.
"Woyy berhenti!" teriak Asha sambil mengejar pencuri itu.
"Nggak usah ikut campur lo bocah ingusan." ucap pria itu yang menantang Asha.
"Balikin dompet ibu itu! "pinta Asha pada pria itu.
"Balikin? hahaha ngapain gue harus balikin ini dompet milik gue."sanggah si pria itu.
"Gue bilang balikin! "teriak Asha Seraya mencoba merebut dompet itu dari pria itu.
Asha mulai berkelahi dengan pria itu.Dia mencoba mengambil dompet Sarah tadi, perkelahian pun tidak bisa terhindarkan tapi pada akhirnya Asha lah yang menang.
Asha berlari menghampiri Sarah seraya memberikan dompet itu kepada Sarah.
"Bu ini dompetnya!"ucap Asha sambil menyodorkan dompet itu pada Sarah.
" Terima kasih! kamu perempuan tapi jago berantem juga ya."ucap Sarah yang merasa kagum pada Asha.
"Enggak juga sih bu, ya cuma sedikit saja untuk jaga-jaga." tutur Asha dengan senyum tipis di bibirnya.
"Bu mobilnya sudah beres di perbaiki."ucap sopir Sarah yang keluar dari mobil itu.
Sarah hanya melihat sekilas dengan anggukan kepala.
"Oh ya, siapa nama kamu?" tanya Sarah.
"Saya Asha Oma, eh ibu maksudnya." ralat Asha.
"Di panggil Oma juga tidak apa-apa." ungkap Sarah sambil tersenyum.
"Oh ya, Oma sendiri siapa namanya?" tanya Asha.
"Panggil Oma Sarah saja." jawab Sarah.
"Ya sudah, kalau begitu saya duluan ya Asha." pamit Sarah yang di jawab anggukan oleh Asha.
Sarah berjalan melangkah menaiki mobilnya dan Melambaikan tangan sebelum mobil itu melaju.
__ADS_1
Asha membalas lambaian tangan Sarah sambil tersenyum manis.
Kini Asha sedang berjalan menuju ke rumahnya. Dengan mulut yang sibuk mengunyah permen karet.
Terdengar dari kejauhan suara ribut-ribut di depan rumahnya yang membuat ia bergegas mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di depan sana.
Asha melihat barang-barang berserakan di luar rumahnya ada koper miliknya dan juga tas besar milik ibunya, karena merasa heran dan terkejut akhirnya dia bergegas menghampiri Ibu dan Bu Marni selaku orang yang punya kontrakan itu.
"Ibu..!" panggil Asha yang menghampiri Ibunya dan langsung memeluknya.
" Pokoknya saya tidak mau tahu kalian berdua harus pergi dari kontrakan saya paham kalian.! ucap Bu Marni Seraya meninggalkan Asa dan Mira di sana.
"Bu sebenarnya ada apa ini? "tanya Asha yang masih tidak mengerti dengan kejadian yang barusan saja terjadi.
"Mungkin karena kita sudah telat tidak membayar kontrakan makanya Bu Marni mengusir kita nak. "tutur Mira.
"Terus sekarang kita mau pergi ke mana Bu?"tanya Asha yang dijawab gelengan kepala oleh Mira.
" Ya sudah, kita coba cari kontrakan yang lain saja ya bu!"ajak Asha yang di jawab anggukan oleh Mira.
"Saat Asha dan Mira menyusuri jalanan tanpa arah tujuan tiba-tiba Berhentilah sebuah mobil berwarna hitam persis di hadapan mereka berdua.
"Asha..!" panggilnya yang kemudian keluar dari mobil.
"Nak Dareen..!" sapa Mira saat Dareen sudah berada di hadapan mereka.
"Tante..Asha..kalian mau pergi kemana?"tanya Dareen yang melihat Asha dan Mira membawa beberapa tas dan juga koper.
"Itu bukan urusan kamu, Ibu ayo kita pergi!" ajak Asha yang mulai melangkahkan kakinya.
"Asha tunggu!" pinta Dareen yang menghalangi jalan Asha.
"Dareen aku mohon, jangan kamu ganggu aku lagi!"
"Ok aku tidak akan ganggu kamu, tapi coba kamu lihat Ibu kamu.Kamu mau bawa ibu kamu pergi kemana?Lihat ibu kamu kasihan dia."
Menoleh ke belakang, terlihat sosok perempuan yang teramat dia sayangi sedang mengusap keringat yang mulai terlihat di dahi dan pelipisnya.
Sungguh hati Asha merasa terenyuh meratapi nasib nya dengan sang ibu yang begitu kurang beruntung.
"Kita ke apartemenku yuk!" ajak Dareen.
__ADS_1
Asha terlihat sedang berpikir kembali Dia melihat keadaan sang ibu yang membuatnya tidak punya pilihan lain selain menyetujui ajakan dari Dareen.