AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 30 Tinggal di Apartemen Dareen


__ADS_3

"Tante sebaiknya tante ikut aku ya,!"ajak Dareen Seraya mengambil alih tas besar yang dibawa Mira.Sedangkan Asha dia masih diam ditempat masih berpikir apa yang harus dilakukannya saat ini ikut bersama Darren kah? atau.. sungguh Pemikiran yang sangat rumit bermonolog sendiri.


"Asha sebaiknya kita ikut nak Dareen saja ya nak!" kata-kata Mira yang tidak bisa ditolak Asha. Setelah berpikir keras akhirnya Asha menyetujui usul dari Mira.


Asha dan Mira menaiki mobil Darren tapi Asha memilih duduk di jok belakang sedangkan Mira dia duduk di depan di samping Dareen.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tanpa pembicaraan.Namun mata Darren masih saja sempat mencuri curi pandang wajah Asha dari depan kaca mobilnya.


Sempat mata mereka beradu pandang di cermin mobil, namun dengan cepat Asha melihat kelain arah untuk menghindari tatapan yang terlalu lama bersama Dareen.


Setelah beberapa menit berlalu mobil Dareen telah tiba di sebuah apartemen. Mereka kemudian turun dan melangkah pergi menuju ke apartemen Dareen.


Tibalah mereka di apartemen Darren yang bernuansa minimalis. Sarah melihat dengan penuh kekaguman karena Meskipun sederhana namun terlihat mewah.


"Ayo silahkan masuk tante!" Dareen mempersilakan, seraya dia masuk lebih dulu dengan menenteng tas Mira di tangannya.


Mira dan Asha mengikuti langkah Dareen untuk memasuki apartemen itu.


"Mari tante biar saya antarkan ke kamar tamu."tawar Daren.


"Nggak usah kami bisa sendiri ko ayo buk!"ajak Asha Seraya melangkah pergi lebih dulu yang membuat Mira kebingungan.


"Maafin Asha ya nak Dareen!" ucap Mira yang merasa tidak enak dengan sikap putrinya itu.


"Tidak apa-apa ko tante, saya mengerti kalau Asha masih marah sama saya." jawab Dareen yang sama merasa tidak enak juga karena sudah membohongi putri dari seorang ibu yang baik yang berada di hadapannya sekarang.


" Nggak baik lho nak bersikap seperti itu pada nak Dareen.Padahal nak Dareen sudah baik banget lho sama kita mau menolong kita di saat kita sedang kesusahan seperti ini."tutur Mira yang sudah memasuki kamar yang akan Asha dan ia tempati.


Asha hanya diam tanpa menjawab pernyataan dari sang ibu.Dia malah sibuk menata baju kedalam lemari yang ada di kamar itu.


Melihat itu Mira hanya bisa tersenyum dan menghampiri putrinya dan menarik tangan putrinya untuk duduk bersamanya di tepi tempat tidur.

__ADS_1


"Kamu ingin tahu rahasia ibu nggak?"tanya Mira Seraya berbisik kepada Asha.


Kening Asha berlipat karena dia heran apa sebenarnya rahasia yang ibunya maksudkan. "Rahasia apa Bu?" tanya Asha penasaran.


"Yakin mau tahu? nggak akan nyesel Kalau udah tahu?"kata kata Mira membuat Asha semakin penasaran dengan apa yang Mira ucapkan itu.


"Apa sih buk?" terlihat Asha yang tidak sabar mendengar penjelasan sang ibu yang membuatnya penasaran.


"Kalau dipikir-pikir nak Dareen itu selain ganteng dia juga anaknya sopan, santun baik lagi menantu idaman banget deh Sha." ungkap Mira dengan seutas senyum di bibirnya.


Mendengar itu Asha hanya menautkan alisnya merasa bingung dengan apa yang dibicarakan oleh sang ibu.


"Maksud ibu apa sih Aku nggak ngerti deh?"tanya Asha yang masih tidak mengerti dengan ucapan Mira.


"Maksud ibu nak Dareen itu menantu idaman ibu, dan ibu rasa nak Dareen kelihatannya suka deh sama kamu Sha."tutur Mira yang membuat wajah Asha merah merona.


"Ibu apaan sih mana mungkin dia suka sama aku."sanggah Asha.


"Ihh ibu sakit tau." manyun dengan tangan mengelus hidungnya yang di cubit sang ibu.


"Habis kamu itu ngegemesin masa ada cowok yang naksir kamu malah nggak peka sih!" ungkap Mira dengan tersenyum.


Mendengar pernyataan sang Ibu, ada rasa bahagia yang menelusup ke dalam hati yang membuat sebuah senyuman terlukis di bibirnya.


Masa sih Dareen suka sama aku.batin Asha dengan bibir yang terus melukiskan sebuah senyuman.


"Eh tadi ibu lihat kamu sepertinya sudah tahu letak kamar tamu ini.Kamu beneran tahu atau mengira-ngira saja?" tanya Mira yang merasa aneh padahal kan dia pikir kalau Asha dan dia baru saja ke apartemen Dareen.


"Aku tadi..ya seperti yang ibu bilang kalau aku cuma mengira-ngira saja kamar tamunya dimana." sanggah Asha karena nggak mungkin juga kan dia cerita yang sebenarnya kalau dia pernah bekerja di apartemen Dareen sebelumnya.


Mira hanya mengangguk dengan mulut yang membentuk huruf O tanpa bersuara.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau begitu Ibu akan memasak sesuatu untuk nak Dareen!"yang di jawab anggukan oleh Asha.Lalu Mira melangkah pergi keluar dari kamar.


Mira memasak dan Menyiapkan makan malam untuk Darren dan juga Asha, tak lama kemudian bel berbunyi dan Mira melangkah pergi menuju pintu untuk melihat Siapa yang datang.


Terlihat sosok pria di depan pintu yang tak lain pria itu adalah Dino. Dino masuk begitu saja tanpa menyapa Mira Karena dia pikir Mira adalah asisten rumah tangga yang baru yang menggantikan Asha.


Sedangkan Mira dia memilih kembali pergi ke dapur untuk melanjutkan memasaknya yang belum selesai.


Dino berjalan menuju ke arah kamarnya." Kamu..!"sapa Dino yang tidak sengaja berpapasan dengan Asha.


"Hayy..!" sapa Asha dengan seutas senyum di bibirnya yang kemudian melangkah pergi menuju dapur.


Dino hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Dia bekerja lagi disini?"gumamnya seraya kaki melanjutkan langkahnya menuju kamar.


"Ren..Ren..! Asha bekerja lagi disini ya?" tanya Dino saat sudah berada di kamarnya.


"Enggak emang kenapa?" tanya Dareen dengan tangan yang sibuk dengan ponselnya.


"Kalau nggak kerja lagi di sini terus dia Ngapain disini? tadi gue lihat dia ada di apartemen lo." ungkap Dino.


Bangkit dari duduknya lalu menyimpan ponsel di atas nakas."Mulai hari ini Asha dan Ibunya akan tinggal disini."tutur Dareen.


"Tinggal disini bersama Ibunya?


Ya ampun..apa jangan-jangan yang tadi bukain pintu itu..?" gumamnya dengan kening yang berlipat.


"Sebaiknya lo cepet ganti baju! kita akan makan malam bareng bersama Asha dan juga Ibunya." pinta Dareen yang kemudian melangkah pergi keluar dari kamar.


Kini mereka berempat telah menduduki kursi meja makan dan siap untuk menyantap makan malam mereka.


"Maaf tante tadi saya tidak tahu kalau tante adalah Ibunya Asha.Dan perkenalkan nama saya Dino tante, temannya Dareen." memperkenalkan diri dengan meraih tangan Mira dan menyalaminya.

__ADS_1


"Iya tidak apa-apa ko nak Dino.Ayo kita makan!" ajak Mira dengan senyuman di bibirnya.


__ADS_2