AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 24 Tampil Beda


__ADS_3

"Zidan kita mau kemana?" tanya Asha yang penasaran dari tadi.


"Udah ikut aja sebentar lagi nyampe kok!" jawab Zidan.


Asha hanya diam tidak bertanya lagi, dia hanya menurut kemana pun Zidan membawa nya.


"Sudah sampai yuk turun!" ajak Zidan.


Asha turun dengan manik mata menyisir area sekitar.


"Udah ayo, nanti kita telat!" kembali Zidan menarik tangan Asha dan membawanya masuk.


"Mbak tolong urus teman saya ya mbak,!" pinta Zidan.


"Baik mass."


"Mari mbak!" ucap dua karyawan salon disana yang membawa Asha masuk ke sebuah ruangan.


Asha hanya mengikuti ajakan mereka.Asha mulai di dandani sedemikian rupa.


"Wahh.. mbak cantik sekali." ucap salah satu wanita yang merias Asha.


Ini beneran aku?kenapa aku terlihat berbeda aku memang benar-benar cantik.Suara hati Asha seraya melihat dirinya di cermin.


"Mbak, jangan lupa pakai ini juga ya,!" ucap salah satu karyawan salon itu sambil menaruh sebuah kotak di atas meja yang ada disana lengkap dengan sebuah hak heels.


"Terima kasih,!" jawab Asha dengan senyuman di bibirnya.


"Kalau begitu kami permisi mbak!" pamit kedua karyawan itu sambil berjalan keluar dari ruangan itu.


Asha hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Mbak apa saya bisa minta minum?saya haus sekali." ucap Zidan.


"Bisa mass, airnya sebelah sana." jawab karyawan disana sambil menunjuk sebuah dispenser.


Asha keluar dengan gaun pesta warna hitam selutut, rambut panjang yang terurai membuatnya begitu cantik dan anggun.


"Bhuuuuhhh...!"


Zidan menyemburkan air yang nyaris dia telan setelah melihat Asha keluar dari ruangan tadi.


Sedangkan Asha seperti tidak nyaman dengan tangan menarik-narik gaunnya ke bawah karena dia merasa gaunnya terlalu pendek.


Beda dengan Zidan yang menatap Asha penuh kekaguman dan bahkan tidak berkedip sama sekali.


Sial..kenapa dia cantik sekali.Suara hati Zidan dengan mata yang sulit dia alihkan.


"Zidan aku rasa gaunnya terlalu pendek." ucap Asha yang menghampiri suaminya itu.


Zidan hanya diam tidak langsung menjawab ucapan Asha.


"Zidan..!" panggil Asha dengan menepuk bahu sahabat sekaligus suaminya itu.


"Haaah..apa?" tanya Zidan gelagapan.


"Ini gaunnya kayanya terlalu pendek deh." ungkap Asha.

__ADS_1


"Nggak.. segitu nggak pendek ko, kalau pendek itu seatas lutut.Ini kan selutut." tutur Zidan.


"Tapi aku nggak aneh kan?" tanya Asha yang tidak percaya diri.


"Aneh gimana, orang kamu cantik banget." jawab Zidan keceplosan yang membuat pipi Asha merah merona.


"Kita pergi sekarang?" tanya Zidan yang di jawab anggukan oleh Asha.


Sebelum mereka pergi ke acara Rania, Zidan mengganti bajunya dulu ke apartemen nya.


"Heyy tirex..!" panggil Rania sambil menarik tangan Dino yang hendak masuk ke hotel tempat acara Rania di adakan.


"Apa tirex?" tanya Dino bingung.


"Nama lo kan Dino, udah mirip Dino saurus tau.Tirex sama kan kaya dino saurus." ledek Rania.


"Enak aja masa gue di sama-samain sama tirex." protes Dino.


"Nggak penting, mana Dareen?" tanya Rania sambil celingukan mencari Dareen di belakang Dino.


"Dia nggak bakal datang." ungkap Dino.


"Apa?tapi kenapa?" tanya Rania tidak percaya.


"Katanya ada urusan penting yang harus dia urus." jelas Dino yang hendak masuk ke dalam.


"Lo nggak bohong kan?" tanya Rania memastikan dengan menarik kembali tangan Dino.


"Iya ihh, nggak percayaan banget sih."ucap Dino kesal.


"Udah ahh, gue ke dalam dulu ya,!"ucap Dino sambil berjalan masuk ke dalam gedung.


Drrt.. Drrtt... drrtt... ponsel Rania bergetar persis di tangannya.


"Sayang..maaf ya, mamah sama papah nggak bisa datang ke acara ulang tahun kamu.Karena mamah dan papah harus jemput nenek kamu yang akan pulang dari Singapura." suara Rosa dari sebrang sana.


"Ya sudah deh nggak apa-apa." jawab Rania ketus sambil mematikan panggilan telponnya.


Dia langsung berjalan pergi untuk masuk ke gedung untuk memulai acara ulang tahun nya.


Sedangkan tak lama kemudian mobil Zidan telah tiba di lokasi.


Zidan turun kemudian berjalan dan membukakan pintu mobil untuk Asha.


Asha turun dengan sedikit gugup.Beberapa kali menarik nafas sebelum masuk ke dalam.


"Kita masuk sekarang?" tanya Zidan.


Asha hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.


Zidan menggandeng tangan Asha sebelum mereka masuk ke dalam.


Saat Zidan dan Asha masuk semua mata tertuju pada kedua anak manusia itu.


Pasangan yang terlihat cocok satu sama lain, bahkan tidak ada yang tahu tentang statusnya yang sudah menjadi suami istri.


"Itu si Asha ya,?" tanya pria teman sekelas Asha.

__ADS_1


"Iya, itu emang si Asha." jawab salah satu dari kelima pria disana yang sedang berkumpul.


"Malam ini dia tampil beda banget, bener-bener cantik dia." timpal salah satu dari mereka.


"Iya, gue juga baru sadar kalau si Asha cantik." sambung yang lain.


"Kenapa si cewek sampah bisa secantik itu sih Meg?" tanya Rika yang melihat perubahan Asha.


"Gue juga nggak tahu, ngapain tanya gue." ucap Megan kesal.


"Lihat tuh Meg, cowok-cowok di sekolah kita aja pada liatin si Asha kek gitu.Pasti mereka semua terpesona tuh dengan penampilan si Asha malam ini." desis Rika sambil memperhatikan semua cowok teman sekolah nya.


"Ini nggak bisa di biarin, pokoknya kita harus beri anak sampah itu pelajaran." ucap Megan kesal.


"Iya gue setuju Meg, gue juga nggak suka kalau dia jadi pusat perhatian semua para cowok disini."jawab Rika yang sama kesalnya.


"Wahh..Asha kamu cantik sekali." ucap Dino yang menghampiri Asha dan Zidan.


"Makasih!" jawab Asha sambil tersenyum manis.


Melihat itu Zidan seperti tidak suka kalau Asha akrab dengan sahabatnya si Dino.


"Din..bukannya lo pengisi suara di acara ini kan?" tanya Zidan.


"Iya emang kenapa?" Dino balik bertanya.


"Ya udah gih urusin dulu pekerjaan lo!" pinta Zidan yang mendorong punggung sahabatnya itu untuk pergi.


"Nanti aja dulu lagian baru jam tujuh malam juga." sanggah Dino yang semakin mendekat ke arah Asha dengan tersenyum.


"Sekarang aja, udah sana!" kembali Zidan mendorong punggung Dino untuk segera pergi.


Sedangkan Asha dia hanya bisa tersenyum melihat kelakuan dua sahabat itu.


Mau tidak mau akhirnya Dino pergi.


Rania sudah berada di acara dan dia melihat Asha dan Zidan sedang berbincang dari kejauhan.


"Lagi-lagi pasangan romeo and juliet itu lagi." gumam Rania sambil membuang nafas kasar.


"Kamu mau minum nggak?" tawar Zidan.


"Boleh." jawab Asha.


"Ya udah, aku ambil dulu ya,!" ucap Zidan sambil berjalan ke arah minuman yang ada di sebuah meja.


Melihat Asha sendirian Megan dan Rika mulai menjalankan rencananya.Megan dan Rika saling melempar senyum yang kemudian Rika berjalan ke arah Asha.


Dengan sengaja Rika menyenggol tubuh Asha yang membuatnya terjatuh.


Bruuuushh.....


Asha terjatuh ke dalam kolam yang ada disana.


Semua orang hanya melihat tanpa ada yang menolongnya.


"Tolong..!" ucap Asha yang tidak bisa berenang.

__ADS_1


Melihat itu Zidan langsung berlari dan langsung terjun ke dalam kolam untuk menolong Asha.


__ADS_2