AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 28 Rosa mulai menjalankan rencananya


__ADS_3

Drtt..drrt.. drrtt...


Ponsel Rosa berbunyi nyaring di atas nakas di samping tempat tidurnya.


Menatap ponsel yang masih berkedip lalu kemudian mengambil ponsel itu dengan menyipitkan matanya karena di layar ponsel tertera nomor yang tidak dia kenal.


"Hallo!" sapa Rosa saat benda pipih itu menempel di telinga kanannya.


"Aku mau kita ketemu! "ucap seorang pria dari seberang sana.


"Dengar ya Doni aku tidak mau berurusan lagi dengan kamu, bukannya kamu dulu tidak mengakui kalau aku mengandung anakmu lalu untuk apa sekarang kau ingin menemuiku?" ucap Rosa dengan tangan yang gemetar.


"Jadi kamu tidak mau menuruti keinginan ku? Baiklah kalau begitu jangan salahkan aku jika aku akan datang ke rumahmu untuk menemuimu dan juga anak kita.Hahaaha..!" ancam seorang pria itu dari sebrang sana.


"Dengar Jika kamu berani macam-macam aku tidak akan pernah membiarkanmu ingat itu!"Rosa balik mengancam pria di seberang sana.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu itu.Justru yang sekarang harus takut itu adalah kamu. Karena jika sampai bom ini diledakkan maka hidup mu dan hidup putrimu yang akan hancur Rosa. Hahaha...!"


"Aku tunggu kamu di sebuah P***** Restoran. Jika kamu tidak datang maka aku yang akan datang menemuimu di rumahmu dan juga menemui suamimu. " gertak pria itu seraya memutuskan panggilan teleponnya.


"Kurang ajar berani dia mengancamku tapi aku tidak akan membiarkannya menghancurkan rencanaku yang sudah kubuat bertahun-tahun Lamanya aku harus segera menyingkirkan siapapun yang berani menghalangi jalanku."


"Rossa Kamu di mana? apa bisa kita pergi sekarang!"teriak Sarah dari luar.


"Maaf Bu sepertinya aku tidak bisa mengantar Ibu pergi ke sekolahnya Mas Romi karena tiba-tiba ada pekerjaan mendadak yang harus kukerjakan." alasan Rosa yang menghampiri mertuanya itu.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau mengantar, saya bisa pergi sendiri.Kenapa tidak bilang dari tadi."decak Sarah kesal sambil melangkah pergi meninggalkan Rossa yang masih diam di tempatnya.


Saat Asha sedang berjalan di trotoar menuju halte bis, tiba-tiba..


Tid..! klakson mobil yang berbunyi dibelakangnya membuatnya berjalan minggir mepet kesisi jalan tanpa menoleh kendaraan yang berada di belakangnya.

__ADS_1


Tid..!Namun klakson mobil itu terus di nyalakan sehingga membuat Asha terganggu dan memaksanya menoleh kearah belakang.


"Dia lagi!"gumamnya saat mengenali mobil yang sekarang berada di belakangnya.


Tak menunggu waktu lama Dareen turun dari mobilnya dan menghampiri Asha.


"Aku kan udah bilang kalau aku akan jemput kamu kenapa malah jalan sendiri?"tanya Darren yang terlihat kesal.


"Enggak usah dianterin aku bisa berangkat sendiri kok."jawab Asha seraya kembali melangkahkan kakinya untuk menghindari Dareen.


"Sha Kamu kenapa sih masih marah aja sama aku? Aku kan udah minta maaf sama kamu."teriak Dareen.


Memilih terus berjalan sambil menunduk, melihat kaki yang melangkah tanpa mendengarkan apa yang ingin di sampaikan lagi oleh Dareen.


"Arrghh...!" umpat Dareen kesal seraya kakinya menendang Ban mobilnya sendiri.Dengan tangan yang menyugar rambut frustasi.


Drrtt.. drrtt.. drrtt... merogoh saku celana untuk mengambil sesuatu yang terasa bergetar didalam sana.


"Mulai hari ini kamu tidak usah menyamar lagi di sekolah Rania.Yang harus kamu lakukan adalah mencari tahu secepatnya keberadaan istri dan juga anakku yang selama ini aku cari." perintah Romi.


"Tapi Pak bukannya Rania juga butuh pengawasan?"


"Untuk saat ini aku hanya ingin kamu fokus mencari Putriku yang satunya lagi urusan Rania bisa kita bicarakan lagi nanti."tegas Romi yang sudah memberi harga mati untuk Dareen yang membuat nya tidak bisa untuk menolak nya.


Jika aku sudah tidak jadi anak sekolah lagi itu artinya aku tidak akan bisa bertemu Asha setiap hari lagi di sekolah. Dan akan sangat sulit juga untuk bisa menyelesaikan masalah aku dan Asha jika kami jarang bertemu.Batin Dareen dengan wajah yang semakin frustasi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa yang ingin kamu bicarakan lagi dengan saya? "tanya Rossa ketus pada sosok pria yang berada di hadapannya saat ini.


"Bertahun-tahun kamu Aku tinggalkan ternyata kamu banyak berubah, kamu jadi jauh lebih cantik sekarang." goda pria itu seraya terlihat senyum tipis di bibirnya.

__ADS_1


"Aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama lagi.Sekarang cepat katakan apa yang kamu inginkan dariku?" tanpa basa-basi Rosa langsung bertanya pada inti masalah.


Menyesap secangkir kopi dulu seraya senyum itu kembali terlihat di bibirnya sebelum menjawab pertanyaan dari mantan kekasihnya itu.


"Keinginan ku tidak banyak, hanya ingin sama-sama merasakan uang dari Romi Bramantyo." ucapnya dengan tangan yang menyimpan cangkir kopi kembali ke atas meja.


Tersenyum kecut."Dari dulu sampai sekarang kamu hanya memikirkan tentang uang dan uang saja."jawab Rosa.


"Apa yang salah dengan itu?karena aku juga tau bagaimana kamu jika sudah berurusan dengan harta dan kedudukan."


Kembali Rosa tersenyum seraya tangan mengambil cangkir kopi dan mulai menyesapnya.


"Semua itu akan aku dapatkan tidak akan lama lagi." sahut Rosa seraya menyimpan kembali cangkir yang berisi kopi itu ke tempatnya.


"Kau tidak akan mendapatkannya jika Putri kandung Bramantyo masih hidup. Apalagi kudengar sekarang suamimu sedang mencari keberadaan Putri kandung dan istrinya itu."


"Aku sudah tahu itu tapi aku juga sudah menyuruh orang untuk mencari keberadaan mereka.Dan aku yakin sebelum Romi Bramantyo menemukan mereka aku akan lebih dulu menemukan mereka dan menyingkirkan mereka." ungkap Rosa dengan percaya diri.


"Tapi sayangnya aku kurang percaya dan kurang yakin dengan rencanamu itu.Jika kau mau kita bisa bekerja sama untuk menjatuhkan Bramantyo dan dengan begitu kita bisa menikmati harta Bramantyo secara bersama-sama bagaimana?" tawar pria itu atau bisa juga di sebut mantan kekasih Rosa sekaligus ayah kandung Rania.


"Doni..Doni...kamu pikir aku akan mau bekerja sama dengan orang seperti kamu?Kamu salah besar.Aku bisa melakukannya sendiri tanpa bantuan dari orang lain termasuk bantuan dari kamu." tolak Rosa.


"Kau masih belum paham Bagaimana caranya untuk menjatuhkan seseorang yang kuat seperti Bramantyo Rossa.Kita butuh rencana cantik untuk bisa melakukan rencana itu dengan rapi dan elegan tanpa harus mengotori tangan kita sendiri." seru Doni dengan meneguk kopi yang tersisa sampai habis.


"Dan untuk melakukannya kau membutuhkan aku sebagai peran di dalam rencanamu itu. Lagipula bukan hanya aku saja yang akan menerima keuntungan ini kau dan juga Putri kita sama-sama akan menikmati semuanya."


Terlihat Rosa sedang berpikir dan mulai mencerna semua saran dari mantannya itu.


Mungkin aku bisa mencobanya lagipula nggak ada salahnya juga jika aku melibatkan dia dalam rencanaku.Apalagi aku sudah cukup tau tentang semua kepribadiannya yang cukup tau bagaimana caranya menghadapi seseorang yang kuat seperti Romi Bramantyo.


"Baiklah kita akan coba bekerja sama, aku ingin lihat seberapa mampukah kamu bisa mengalahkan dan menjatuhkan Bramantyo." ucap Rossa yang menyetujui saran dari Doni.

__ADS_1


"Baik mari kita lihat nanti apa yang bisa aku lakukan untuk kamu dan putriku." jawabnya seraya tersenyum tipis di bibirnya.


__ADS_2