AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 18 Pernikahan Mendadak


__ADS_3

"Zidan bagaimana ini? kita mau di bawa kemana?" bisik Asha.


"Aku juga gak tahu, tapi kamu tenang saja aku yakin semua pasti akan baik-baik aja." balas Zidan sambil menggandeng tangan Asha.


"Assalamualaikum permisi Pak Rt!" panggil Bapak-bapak yang menggiring Asha dan Zidan tadi.


"Walaikum salam, ada apa ini bapak-bapak?" tanya Pak Rt yang keluar dari rumahnya.


"Ini pak Rt di kampung kita ada sepasang anak sekolah yang ingin berbuat mesum." ungkap salah satu bapak tadi.


"Iya Pak Rt itu benar, kami sendiri yang memergoki mereka tadi." timpal yang satunya lagi.Sedangkan yang lainnya memanggut-manggutkan kepalanya.


"Kalian sabar, sekarang ayo kalian semua masuk ke dalam rumah saya.Kita bicarakan masalah ini di dalam!" ajak Pak Rt yang di setujui semuanya.


Asha dan Zidan hanya bisa menurut dan mengikuti perintah Pak Rt.


"Maaf Mass, Mbak apa benar yang di bicarakan sama Bapak-bapak ini?" tanya Pak Rt pada Asha dan Zidan.


"Itu tidak benar pak, kami tidak seperti apa yang mereka tuduhkan." ucap Zidan membela diri.


"Iya pak, apa yang di katakan teman saya memang benar.Kami tidak melakukan apa yang seperti mereka katakan." timpal Asha.


"Mereka bohong Pak Rt, kami melihat sendiri apa yang tadi mereka lakukan.Benar kan bapak-bapak?" tanya salah satu dari bapak-bapak itu yang di jawab anggukan bapak yang lainnya.


"Mass dan Mbak ini sebenarnya dari mana?dan mau ketemu siapa di kampung kami?" kembali Pak Rt bertanya.


"Kami dari Jakarta pak,!" jawab Zidan.


"Tujuan kalian kesini untuk bertemu siapa?" kembali Pak Rt melontarkan pertanyaan.


"Kami ada urusan pak." kembali Zidan menjawab.


"Urusannya mesum kan!" timpal bapak-bapak lagi.


"Sudah lah Pak Rt lebih baik kita nikahkan saja mereka berdua.Supaya mereka tidak berbuat dosa lagi." saran salah satu bapak-bapak, yang di setujui semua bapak-bapak yang lain.


"Benar tuh Pak Rt, kita nikahkan saja mereka berdua."


Asha dan Zidan hanya bisa saling pandang mendengar ucapan semua bapak-bapak disana.

__ADS_1


"Dengar ya Mass, Mbak. Berhubung kalian telah tertangkap basah oleh bapak-bapak disini sedang berduaan dan kalian juga bukan asli orang sini.Di tambah lagi kalian berdua ada di kampung kami pada waktu malam hari.Jadi saya sebagai ketua Rt disini harus melakukan tindakan yang semestinya supaya kampung kami aman." jelas Pak Rt panjang lebar.


"Tapi Pak kami tidak bersalah." ucap Asha.


"Kalau begitu coba kalian hubungi keluarga kalian untuk menjelaskan masalah ini kepada saya!" pinta Pak Rt.


Mana mungkin Aku nelpon ibu, ibu lagi sakit dan aku nggak mau ngerepotin ibu.Suara hati Asha.


Mau nelpon siapa coba, orang gue udah gak tinggal sama nyokap dan bokap.Suara hati Zidan yang sama bingung nya seperti Asha.


"Kenapa kalian berdua diam?pasti kalian gak mau kan kalau orang tua kalian tahu kalian berbuat mesum di kampung kami." ucap bapak-bapak lagi.


"Bagaimana apa kalian bisa menelpon orang tua kalian?" tanya Pak Rt.


"Udah Pak Rt kita nikahkan saja mereka, supaya masalahnya cepat selesai." kembali bapak-bapak memberi saran.


"Baiklah Mass, Mbak karena kalian gagal mendatangkan bukti maka dengan terpaksa kami akan menikahkan kalian berdua disini." jelas Pak Rt.


"Apa?" tanya Zidan dan Asha secara bersamaan.


"Gitu dong Pak Rt ini baru betul." ucap bapak-bapak senang.


"Sahhh....!" ucap semua bapak-bapak disana.


"Karena masalah nya sudah selesai kami pamit dulu ya, Pak Rt!" pamit bapak-bapak itu.


Sambil pergi meninggalkan rumah Pak Rt.


"Oh ya kalian pulang naik apa?" tanya Pak Rt.


"Kami kesini naik mobil, cuma ban mobilnya bocor." ungkap Zidan.


"Kalau begitu kalian nginep saja di rumah saya, masalah mobil biar nanti bapak-bapak disini yang akan mengurusnya!" ucap Pak Rt.


Zidan dan Asha hanya menuruti saja ucapan Pak Rt. Karena mereka masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi pada mereka berdua.


"Ini kamar untuk kalian, sekarang kalian bisa istirahat." ucap Pak Rt sambil membuka pintu kamar yang akan di tempati oleh Asha dan Zidan.


"Zidan coba cubit tangan aku!" pinta Asha setelah Pak Rt meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Zidan menuruti keinginan Asha.


"Aww..sakit!" lirih Asha sambil mengelus tangan yang Zidan cubit.


"Jadi ini bukan mimpi." ucap Asha.


"Emang ini bukan mimpi, tapi nyata." jawab Zidan yang berjalan masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi tempat tidur.


"Jadi beneran kita udah jadi suami istri?" tanya Asha yang masih tidak percaya dengan ikut duduk di samping Zidan di atas tempat tidur.


"Mau gimana lagi ini sudah terjadi." jawab Zidan.


"Sebaiknya kita tidur, karena besok kita harus segera pulang darisini." tutur Zidan yang duluan berbaring.


Apa Zidan tidak suka menikah dengan aku.Tapi wajar sih dia bersikap seperti itu,karena kita kan belum lama saling mengenal dan apa aku juga bisa menerima Zidan jadi suamiku.Entahlah aku juga bingung harus gimana.Suara hati Asha.


Ini beneran bukan mimpi,Gue nikah sama Asha sekarang dia adalah istri gue.Ya ampun.. Seorang Dareen yang tidak pernah punya kekasih malah langsung punya istri ,emang benar-benar aneh.Tapi Asha suka nggak ya nikah sama gue?secara kan dia belum lama mengenal gue.Apalagi dia juga belum tahu siapa gue yang sebenarnya. Suara hati Zidan yang menengok ke arah Asha yang sekarang sedang berbaring di samping Zidan dengan posisi membelakanginya.


"Asha tentang kejadian semalam itu." ucap Zidan yang sekarang sedang berada di dalam mobil bersama Asha.


"Iya emang kenapa Zidan?" tanya Asha.


"Apa.. sebaiknya kita rahasiakan dulu pernikahan kita!" ucap Zidan ragu-ragu.


"Oh, ya udah kita rahasiakan saja dulu.Jika itu keinginan kamu." jawab Asha sambil berusaha tersenyum.


Sepertinya Zidan tidak menyukai pernikahan kita. Buktinya dia ingin supaya pernikahan kita di rahasiakan. Suara hati Asha.


Jadi Asha tidak keberatan jika pernikahan ini di rahasiakan dulu. Itu artinya dia tidak menyukai pernikahan ini. Suara hati Zidan.


...----------------...


"Makasih baby karena kamu sudah datang kesini untuk menemuiku." ucap Gavin.


"Karena aku sudah memberikan apa yang kamu minta.Aku harap kamu juga tidak akan lupa dengan janji kamu." ungkap Rania.


"Tenang saja sayang, semua bisa di atur." jawab Gavin sambil memeluk Rania dari belakang.


"Aku harus pulang, aku takut mamah dan papah akan curiga." ucap Rania yang melepaskan tangan Gavin yang melingkar di perutnya.

__ADS_1


"Ok sampai ketemu lagi di saat pemotretan baby!" ucap Gavin manja.


"Ok!" jawab Rania singkat sambil berjalan mengambil tasnya di atas kasur dan berlalu pergi darisana.


__ADS_2