
Ting..tong... Ting... tong..
Dino berjalan ke arah pintu untuk mencari tahu siapa yang datang.
"Mana Dareen?" tanya Rania saat pintu apartemen di buka Dino.
"Ada di dalam." jawab Dino yang tidak di hiraukan Rania.
Rania nyelonong masuk begitu saja tanpa bertanya lagi.
Melihat itu Dino hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kebiasaan di cuekin mulu." desis Dino sambil ikut berjalan di belakang Rania.
"Mana Dareen?" kembali Rania bertanya.
"Dia sedang istirahat di kamar nya." ungkap Dino.
Mendengar itu Rania langsung berjalan pergi menuju kamar Dareen.
Rania masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dulu.Terlihat Dareen sedang bersandar duduk di atas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
"Dareen!" panggil Rania dengan menghampiri Dareen.
"Rania..kamu!" ucap Dareen.
"Kenapa kamu nggak angkat telpon dari aku?" tanya Rania.
"Batre handphone ku habis jadi nggak bisa angkat telpon dari kamu." sanggah Dareen santai.
"Dareen, aku kesini mau minta maaf sama kamu." tutur Rania.
"Minta maaf untuk apa?" tanya Dareen pura-pura tidak mengerti.
"Tentang kejadian tempo hari waktu di mobil." jelas Rania sambil menunduk.
"Masalah itu udah lalu juga kenapa di bahas lagi." ungkap Dareen sambil bangkit dan berdiri yang hendak keluar dari kamar.
"Dareen apa kamu tidak bisa memberi ku kesempatan untuk bisa mengisi hatimu?" tanya Rania sambil memeluk Dareen dari belakang.
Dareen membuang nafas panjang dan mulai melepaskan tangan Rania yang melingkar di tubuhnya.
"Rania dengar! dari dulu kamu kan sudah tahu kalau aku tidak pernah ingin berhubungan atau pacaran dengan siapapun." ungkap Dareen yang kini berhadapan dengan Rania.
"Tapi sampai kapan Dareen? suatu saat nanti kamu juga pasti akan membutuhkan seseorang untuk menjadi pasangan hidup kamu." ucap Rania.
"Ya mungkin suatu saat nanti pasangan itu akan hadir di hidupku,tapi tidak untuk sekarang." jelas Dareen.
"Kalau kamu tidak bisa menerimaku sebagai pacar atau kekasihmu, apa kamu mau menerimaku sebagai adik kamu?" tanya Rania.
"Dari dulu memang aku sudah menganggap kamu sebagai adik aku Rania." ungkap Dareen.
"Ya sudah, mulai hari ini aku juga akan menganggap kamu sebagai kakak ku." ucap Rania yang di jawab anggukan oleh Dareen.
"Terima kasih setidaknya sekarang aku punya seorang kakak laki-laki." ucap Rania sambil kembali memeluk Dareen.
Tidak apa-apa Rania sekarang Dareen cuma menganggap kamu sebagai adiknya tapi cepat atau lambat aku akan membuat Dareen menganggap ku lebih dari seorang adik.Suara hati Rania dengan senyum tipis di bibirnya.
__ADS_1
...****************...
Brukkk...
"Aduhh..!" lirih Asha yang terjatuh akibat kakinya di sandung oleh kaki Megan.
"Upss...sakit ya,!" ucap Megan sambil tertawa bersama Rika ketika melihat Asha terjatuh.
Melihat itu Zidan langsung berlari menghampiri Asha untuk membantu Asha.
"Kalian itu selalu saja membuat masalah." desis Zidan sambil membantu Asha untuk berdiri.
"Bodo..!" ucap Megan sambil pergi meninggalkan Asha dan Zidan yang di susul oleh Rika.
"Asha kamu nggak apa-apa kan?" tanya Zidan.
"Enggak, aku nggak apa-apa ko." jawab Asha.
"Tapi seperti nya lutut kamu terluka!" ungkap Zidan.
"Iya tapi cuma sedikit ko, nanti juga sembuh." jawab Asha.
"Nggak ini harus di obati takutnya nanti infeksi.Yuk aku obati!" ajak Zidan sambil menarik tangan Asha untuk duduk di sebuah kursi.
"Sini mana kaki kamu yang sakit?" tanya Zidan.
"Udah nggak apa-apa ko, gak perlu di obati." tolak Asha.
"Udah sini!" pinta Zidan yang hendak menaikan kaki Asha yang terluka ke atas pangkuannya untuk dia obati.
Asha terlihat ragu-ragu tapi Zidan tetap memaksa.Yang membuat Asha tidak bisa menolaknya.
Zidan kenapa kamu begitu baik padaku,sedangkan di sekolah ini tidak ada yang mau berteman atau peduli padaku.Suara hati Asha sambil menatap Zidan yang fokus mengobati luka Asha.
"Cowok itu begitu baik pada gadis itu, terlihat jelas jika cowok itu menyukai gadis itu." gumam Rania yang melihat kejadian Asha yang terjatuh hingga di tolong Zidan.
...----------------...
Brukk..
"Aduh..!" lirih Asha.
"Maaf-maaf!" ucap Dino yang tidak sengaja menubruk Asha saat sedang berjalan.Karena Dino sedang sibuk telponan dengan seseorang.
"Iya nggak apa-apa!" jawab Asha yang berlalu pergi.
Saat Dino hendak melanjutkan langkahnya, tiba-tiba dia nampak berpikir.
"Seperti pernah ketemu." gumam Dino sambil memasukan ponsel ke saku celananya.
"Tunggu!" panggil Dino yang mengejar Asha.
"Hey..!tunggu-tunggu..!" ucap Dino yang menghampiri Asha dan menghalangi jalannya.
"Iya ada apa ya,?" tanya Asha heran.
"Seperti nya kita pernah ketemu!" ucap Dino sambil mengingat-ngingat.
__ADS_1
"Oh, ya dimana?" tanya Asha.
"Di..di apartemen ya, di apartemen!" ungkap Dino.Yang membuat Asha mulai mengingat.
"Oh iya, kamu yang salah masuk apartemen itu kan,?" jawab Asha yang sudah mengingat juga.
Sebenarnya bukan salah apartemen sih, cuma yang punya apartemen nya aja jadi punya identitas dua.Suara hati Dino.
"Oh ya, kenalin namaku Dino!" ungkap Dino sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Asha!" jawab Asha sambil membalas uluran tangan Dino.
"Ngomong-ngomong kamu ada di sekitaran apartemen ini mau ketemu siapa?" tanya Dino.
"Oh, ini aku mau kerja di rumah temen." jelas Asha.
"Oh...kalau boleh tahu nama temennya siapa?" kembali Dino bertanya.
"Namanya Zidan!" ungkap Asha.
"Zidan, kek pernah dengar nama itu." gumam Dino yang terlihat sedang berpikir.
"Kalau begitu aku duluan ya,!" pamit Asha yang meninggalkan Dino.
"Kamu..!" ucap Asha yang berjalan dari arah dapur dan melihat Dino sedang rebahan di atas sofa.
"Kamu ngapain disini?" tanya Dino yang langsung bergegas bangun.
"Aku kerja disini." ungkap Asha.
"Apa?" tanya Dino memastikan.
"Iya, ini apartemen teman aku." jawab Asha.
Tuh..kan apa gue bilang, gue pernah ketemu sama dia ternyata dia adalah gadis yang sama yang tempo hari bersama Dareen.Suara hati Dino.
"Kamu sendiri ngapain disini?" tanya Asha bingung.
"Aku tinggal disini bareng Dar..emm maksudnya Zidan.Aku dan Zidan sahabatan dari kecil." jelas Dino.
"Apa?tapi aku ko nggak pernah lihat kamu ya selama ini."
"Ya mungkin karena aku sibuk kerja."ucap Dino.
"Kamu sudah lama kerja disini?" timpal Dino.
"Enggak terlalu lama juga sih." jawab Asha.
"Kenapa pulang kerja lebih awal?" tanya Zidan yang melihat Dino sedang berbincang bersama Asha.
"Iya keknya gue lagi nggak enak badan deh makanya gue pulang lebih awal." tutur Dino.
"Ya udah,kalau gitu aku pulang ya,! karena pekerjaan ku sudah selesai." pamit Asha.
"Ya udah kalau gitu hati-hati ya,!" ucap Zidan yang di jawab anggukan oleh Asha.
Setelah Asha pergi menjauh mata Dino terus melihat punggung Asha hingga punggung itu menghilang di balik pintu.
__ADS_1
"Jaga tuh mata jangan jelalatan." desis Dareen sambil mengusap kasar wajah sahabatnya itu.