AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 46 Misteri bunga wisteria


__ADS_3

Selang beberapa saat terdengar suara deru mobil ambulance memasuki pintu gerbang kediaman Bramantyo, dengan mobil Lamborghini warna hitam mengawalnya dari belakang.


Terlihat empat orang pria yang sama-sama memakai setelan jas hitam turun dari mobil Lamborghini hitam itu dan mulai memasuki rumah kediaman Bramantyo.


Entah apa alasannya yang jelas ke empat pria itu sengaja datang kesana untuk membawa jasad Romi Bramantyo dan akan membawanya ke suatu tempat.


Jasad Romi mulai di masukkan ke dalam sebuah peti dan mulai di bawa keluar dari kamar dan kediaman Bramantyo.


"Rania ayo ikut Mama!"Rosa menarik tangan anaknya untuk mengikutinya ikut bersama ke empat pria itu yang membawa suaminya.


Rania mengikuti langkah Rosa dengan mata yang terus tertuju pada Dareen yang kini masih memeluk seorang gadis yang sangat dia benci.


Seketika kamar itu hening, hanya ada Dareen dan Asha yang masih menangisi kepergian sang ayah.


"Sha.. kamu harus kuat Sha! Aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua."Dareen mencoba memberi kekuatan untuk Asha.


"Aku jahat kan? Aku jahat!"Asha bicara dengan tatapan yang lurus ke depan fokus pada setangkai bunga wisteria yang berada di sebuah vas bunga di kamar sang ayah.


"Sha.. kamu jangan bicara seperti itu, mungkin ini sudah takdir yang tidak bisa kita ubah."


Asha masih tetap tidak bergeming matanya masih terus menatap bunga itu.


"Sha.. kita harus segera pergi ke tempat peristirahatan terakhir Ayah kamu."kata-kata Darren menyadarkan Asha hingga mata Asha mulai melihat ke sekeliling kamar yang sudah sepi.


Karena kesedihannya membuat Asha tidak menyadari jika ayahnya sudah di bawa ke rumah duka.


Dareen membantu Asha berdiri dan mulai berjalan menuruni tangga.


"Emm..emm...!"terdengar seperti teriakan seseorang yang membuat Asha dan Dareen saling pandang.


"Emm...emmm...!"kembali suara itu terdengar Dareen dan Asha mulai mencari keberadaan asal suara itu.


"Emm...emmm...!"


"Sepertinya dari arah gudang."ucap Darren yang kini berjalan menuju gudang itu dengan Asha yang mengekor di belakang.


Dareen memutar handle pintu gudang itu tapi terkunci.


Terpaksa Dareen mendobrak pintu gudang itu hingga pintu itu terbuka lebar.


Mata Dareen terbelalak saat melihat seseorang yang berada di dalam sana.


"Oma Sarah!"suara Dareen seraya kakinya memasuki gudang itu.

__ADS_1


Terlihat Sarah dengan kursi rodanya yang tidak terurus.


Asha mengikuti Dareen masuk ke dalam gudang itu.


Mata Asha melihat sekeliling gudang itu dan lagi-lagi matanya menemukan kembali beberapa vas bunga yang berisi bunga wisteria.


Sebelum akhirnya mata Asha melihat wajah Sarah yang kini berada di hadapannya.


Mata Sarah dan Asha sempat saling bertemu sebelum akhirnya Sarah pingsan.


Sarah mulai mengerjapkan matanya perlahan hingga mata itu terbuka sempurna.


Sarah melihat Dareen, lalu matanya melihat ke arah Asha.


Siapa gadis ini rasanya aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya.batin Sarah yang mencoba mengingat, namun sayang dia tidak mengingatnya.


Jadi Oma Sarah adalah Oma aku, Oma yang pernah aku temui di bis tempo hari batin Asha.


Kini Sarah sudah berada di kamarnya dengan posisi berbaring.


"Oma Sarah sudah sadar."terlihat Darren duduk di kursi persis di samping Sarah.


"Emm..! Emm..!"Sarah ingin menyampaikan sesuatu.


"Oma butuh sesuatu?"tanya Dareen.


Dareen benar-benar tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan Sarah.


"Dareen gimana kalau kita kasih Oma kertas dan pena kali aja Oma bisa gerakin tangannya untuk nulis dan kasih tahu kita tentang apa yang ingin Oma katakan."Asha memberi sebuah saran.


"Iya, mungkin kamu benar Sha."Dareen bangkit dan mulai mengambil sebuah buku dengan pena yang tersimpan di dalam lemari kecil di kamar Sarah.


Dareen membantu Sarah bangun dan membuatnya duduk di tempat tidur dengan punggung yang di sangga beberapa bantal.


Jadi Sarah ini struknya sebelah bukan total ya, cuman dari kepala kanan hingga kaki kanan yang tidak bisa Sarah gerakin sama sekali.


Sarah mencoba menggerakkan tangan kirinya untuk menulis di sebuah buku yang telah di berikan oleh Dareen.


Meski terlihat gemetar dan kesusahan tapi Sarah tidak menyerah dia terus berusaha untuk bisa mengatakan semuanya tentang kejahatan Rosa pada Dareen.


(Ros.. jah..at.)kira-kira seperti itulah hasil tulisan Sarah.


"Rosa.. jahat..?"ucap Darren yang membaca tulisan hasil tangan Sarah.

__ADS_1


Sarah mengedipkan mata dalam sebagai jawaban dari pertanyaan Dareen.


( di..a luka i..Rom..) sepertinya tangan Sarah sudah tidak kuat lagi di pakai untuk menulis sehingga hanya itu yang bisa dia tulis.


"Maksud Oma Bu Sarah mencoba melukai pak Romi?"kembali Dareen bertanya saat dia membaca kembali hasil tulisan Sarah.


Kembali Sarah mengedipkan mata dalam sebagai jawaban.


"Kenapa Bu Rosa mencoba untuk melukai pak Romi?"Dareen berpikir keras dengan masalah yang tidak bisa dia pecahkan.


Asha juga terlihat sedang berpikir dengan apa yang baru saja dia ketahui tentang Rosa dari Sarah.


Bayangan bunga wisteria yang dia lihat mulai memenuhi pikirannya.


Asha berlari keluar dari kamar Sarah yang membuat Dareen heran sehingga Dareen menyusul Asha keluar dari kamar Sarah.


Asha masuk ke dalam kamar sang ayah, dia mulai melihat setangkai bunga itu yang ada di dalam sebuah vas bunga.


"Sha, apa yang kamu lakukan?"tanya Dareen yang kini sudah berada di belakang Asha.


"Kamu tahu nggak ini bunga apa?"kembali Asha bertanya seraya tangannya menunjuk ke arah bunga yang kini berada di hadapannya di atas sebuah lemari di kamar sang ayah.


Dareen menggelengkan kepalanya.


"Ini namanya bunga wisteria dari Korea."jelas Asha.


"Oh..terus?"kembali Dareen bertanya karena dia masih tidak mengerti dengan apa yang coba Asha jelaskan.


Bunga wisteria ini adalah sejenis bunga dinding yang seharusnya di simpan di dinding bukan di vas bunga seperti ini.


Dareen masih menyimak ucapan Asha.


"Dan kenapa bunga ini ada di kamar ayah? padahal bunga ini adalah jenis bunga yang beracun. Dan bukan cuma di kamar ayah saja aku juga melihat beberapa vas bunga yang lain yang berisi bunga ini berada di gudang tempat Oma Sarah di kurung tadi.


Dareen mencoba menelaah tentang apa yang Asha bicarakan memang tidak masuk akal jika di rumah Bramantyo terdapat banyak sekali jenis bunga yang beracun itu untuk apa.


"Dareen apa kamu tahu ayah di bawa kemana sebelum di makamkan?"Asha bertanya yang di jawab anggukan oleh Dareen.


"Antar aku kesana sekarang Dareen!"pinta Asha dengan menarik tangan Dareen keluar dari kamar sang ayah.


"Tapi kita juga harus membawa Oma Sarah kesana, karena Oma Sarah juga harus bertemu dengan pak Romi untuk yang terakhir kalinya."ucap Darren di sela-sela berjalannya.


"Iya kamu benar."Asha membenarkan dengan menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Dareen membatu Sarah masuk ke dalam mobil di jok belakang, lalu dia mulai naik mobil bersama Asha di depan dan mulai memutar kunci mobil detik kemudian melajukan mobil itu menuju ke suatu tempat.


Note : Hay guys maaf jika tulisannya tidak rapi soalnya buru-buru. Bagi yang ingin nebak gimana kelanjutannya boleh banget ya..😅😅


__ADS_2