AHLI WARIS YANG TERBUANG

AHLI WARIS YANG TERBUANG
Bab 13 Sisi berbeda Rania


__ADS_3

"Tolong...! hentikan..! jangan...!" pinta Asha sambil terus mencoba melepaskan tangannya dari cekalan Megan dan Rika.


"Udah ayo ikut..!" ucap Megan sambil terus menarik paksa tangan Asha.


"Jangan aku mohon..!" kembali Asha memohon.


Saat Megan dan Rika terus mencoba untuk menyeret Asha tiba-tiba.


"Hentikan..!" teriak seseorang yang tak lain seseorang itu adalah Zidan.


"Heyy anak baru jangan ikut campur dengan urusan gue." ucap Megan yang menatap tajam ke arah Zidan.


"Lepaskan dia!" pinta Zidan yang menghampiri mereka.


"Gue gak akan lepasin dia, terus lo mau apa hah..?" ucap Megan.


"Gue bilang lepaskan!" teriak Zidan sambil melepaskan tangan Megan dan Rika yang sedang mencekal tangan Asha.


"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya bu Lina dari ambang pintu kelas.


Mereka hanya saling pandang tanpa menjawab pertanyaan bu Lina.


"Dan kenapa kalian masih disini?bukan kah jam sekolah telah selesai." ucap bu Lina yang menatap heran pada ke empat murid itu.


"Ini bu tadi..!"


"Kita baru aja akan pulang ko bu." ucap Megan yang menyela ucapan Zidan sambil menarik tangan Rika untuk pergi darisana.


"Sebaiknya kalian juga cepat pulang!" ucap bu Lina setelah melihat Megan dan Rika pergi.


"Baik bu." jawab Zidan singkat.


"Asha kamu tidak apa-apa kan?" tanya Zidan saat bu Lina sudah pergi darisana.


"Enggak, aku gak apa-apa ko." jawab Asha.


"Ya udah, yuk kita pulang biar aku antar kamu!"ajak Zidan.


Asha hanya mengangguk.


Zidan mengambilkan tas Asha dan berjalan menghampiri Asha.


Saat Asha hendak berjalan tiba-tiba..


"Asha tunggu!" ucap Zidan sambil melepaskan jaket hoddie nya.


"Pake ini!" ucap Zidan sambil menyodorkan jaketnya.


"Tapi..!"


"Udah pake aja."


"Makasih Zidan." ungkap Asha sambil memakaikan jaket Zidan untuk menutupi roknya.


*********


"Kamu tunggu dulu disini!" ucap Zidan yang menghentikan mobilnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Asha.


"Udah tunggu aja gak lama ko." jawab Zidan sambil keluar dari mobilnya.


"Maaf mbak saya mau beli..!" ucap Zidan tampak ragu-ragu.

__ADS_1


"Mau beli apa mass?" tanya seorang cewek penjaga toko.


"Itu saya mau beli ro- roti jepang." ucap Zidan gugup.


"Oh, tunggu sebentar ya mass!" jawab penjaga toko yang tersenyum, sambil mengambil barang yang Zidan pesan.


"Ini mass." ucap penjaga toko sambil menyodorkan barang itu dalam kantong kresek.


"Makasih mbak!" ucap Zidan sambil memberikan uang dan langsung pergi darisana.


"Mass kembaliannya!" teriak penjaga toko.


Tapi Zidan tidak menanggapi malah buru-buru pergi darisana.


"Nih untuk kamu!" ucap Zidan sambil memberikan kantong kresek pada Asha.


"Kamu tadi beli ini?" tanya Asha saat melihat isi kresek itu.


"Iya emang kenapa?" kembali Zidan bertanya sambil kembali melajukan mobilnya.


"Kamu gak malu?"


"Enggak..untuk apa aku malu."


Mendengar pernyataan Zidan membuat mata Asha berkaca-kaca.


"Makasih ya Zidan, selama ini tidak ada teman yang sebaik kamu.Yang mau berteman dan dekat dengan aku." tutur Asha.


"Udah jangan di pikirin, sebelum aku antar pulang kita ke apartemen aku dulu supaya kamu bisa ganti baju."ucap Zidan yang di jawab anggukan oleh Asha.


"Ini mass, baju yang mass minta!" ucap bi lala asisten rumah tangga Zidan.


"Makasih ya bi." jawab Zidan yang mengambil baju itu dari tangan pembantunya.


"Nih ganti baju kamu!" pinta Zidan sambil menyodorkan baju pada Asha.


Setelah beberapa menit Asha keluar dengan baju dress selutut warna maroon yang di berikan Zidan tadi.


Mendengar pintu kamar terbuka Zidan langsung melihat ke arah Asha yang keluar dari kamar.


Sial kenapa dia begitu cantik..


Suara hati Zidan yang terus menatap Asha.


"Kenapa apa ada yang salah ya dengan penampilan ku?" tanya Asha sambil melihat dirinya sendiri.


"Enggak, bukan seperti itu.Ya udah yuk aku antar pulang!" ajak Zidan.


"Yuk!" jawab Asha singkat.


"Sekali lagi makasih sudah nolongin aku, dan ngantar pulang juga." ucap Asha sebelum turun dari mobil Zidan.


"Jangan bilang terima kasih terus, kita kan teman." jawab Zidan.


Asha hanya tersenyum mendengar ucapan Zidan.


*******


Drrt...drrtt....drrtt....


Ponsel Zidan bergetar di atas dasboard mobil.


"Kamu jadi gak sih jemput aku?kenapa masih belum datang juga?" suara gadis dari sebrang sana.

__ADS_1


"Ya udah, sebentar lagi aku ke rumah kamu." jawab Zidan sambil menutup panggilan telponnya.


"Hayy.. kemana aja sih?aku nungguin kamu dari tadi!" ungkap Rania saat melihat Dareen keluar dari mobilnya.


"Iya, tadi ada pekerjaan yang harus di urus." jawab Dareen santai.


"Kita berangkat sekarang?" tanya Rania sambil bergelayut manja di tangan Dareen.


Dareen hanya mengangguk kan kepalanya.


Rania sibuk pemotretan untuk majalah, sedangkan Dareen dia hanya bisa duduk menunggu dengan perasaan bosan yang menyelimuti hatinya.


Waktu berlalu dengan cepat, hingga senja telah datang menyapa.


Rania telah selesai dengan pemotretan nya.


"Maaf ya, kamu pasti bosan karena terlalu lama nungguin aku." ucap Rania yang menghampiri Dareen yang sedang duduk.


"It's ok! gak apa-apa ko.Bisa kita pulang sekarang?" tanya Dareen sambil beranjak berdiri.


"Tapi sebelum pulang kita makan dulu ya, aku lapar banget soalnya.Please!" pinta Rania dengan mimik memohon.


Walau hati Dareen ingin menolak, tapi dia tidak bisa karena Rania adalah putri dari boss nya sendiri. Akhirnya dia setuju meski dengan berat hati.


Kini jam sudah menunjukan pukul 21:10 WIB.


Mereka baru selesai makan, Rania sengaja mengulur waktu supaya bisa selama mungkin pergi berduaan bersama Dareen.


"Rania sebaiknya kita pulang, aku gak mau kalau nanti papah kamu marah jika kita terlambat pulang." ucap Dareen.


"Apa kamu tidak ingin jalan-jalan dulu?" tawar Rania.


"Sebaiknya kita pulang saja, ini sudah terlalu larut." tutur Dareen.


Sebenarnya aku ingin lebih lama lagi sama kamu Dareen. Suara hati Rania dengan wajah kecewanya.


"Bisa kita pulang sekarang?" tanya Dareen.


"Ya udah kita pulang." jawab Rania kesal.


Kini mobil yang di tumpangi Dareen dan Rania telah memasuki halaman rumah Rania yang begitu luas.


Sebelum mobil tiba di depan rumah, Rania menyuruh Dareen untuk menghentikan mobilnya.


Dareen hanya bisa menuruti permintaan dari anak boss nya itu.Setelah mobil berhenti tiba-tiba..


Tangan Rania menyentuh tangan Dareen yang membuat Dareen terkejut.


"Dareen apa aku tidak cantik?" tanya Rania sambil tangannya dia gerakan sampai tiba di dada bidang Dareen.


"Rania apa yang kamu lakukan?" tanya Dareen yang melepaskan tangan Rania darinya.


"Iya Dareen..aku suka sama kamu.Aku sudah menyukaimu dari dulu."ucap Rania yang sekarang lebih mendekat ke arah Dareen.


"Rania..stop..apa yang kamu lakukan?" kembali Dareen menjauhkan tubuh Rania yang mendekat padanya.


"Aku mencintaimu Dareen..Aku ingin kamu mengerti dengan perasaan ku." kembali Rania memeluk Dareen dengan sangat erat.


"Rania.. apa yang kamu lakukan?" bentak Dareen sambil mendorong tubuh Rania cukup keras.


"Dareen aku tau kamu menginginkannya, ayo kita lakukan.Aku rela jika kau yang melakukannya." kembali Rania memeluk Dareen dengan sangat erat.


"Rania..stop..! Rania.." bentak Dareen yang sedikit meninggi.

__ADS_1


"Rania..aku menghormati mu.Dan aku gak bisa melakukan apa yang.. Rania coba kamu mengerti aku hanya anggap kamu sebagai adik ku gak lebih." ungkap Dareen.


Mendengar itu Rania hanya diam, yang kemudian keluar dari mobil Dareen dan berlari masuk ke rumahnya.


__ADS_2