
"Eh gue dengar-dengar, hari ini putri dari pemilik sekolah kita akan masuk sekolah hari ini tau nggak sih lo?" ucap salah seorang siswi di sana pada temannya sambil berjalan masuk menuju kelas mereka.
Tak lama kemudian Asha datang dengan sepedanya dan langsung memarkirkan sepedanya di tempat parkir sekolahnya.
Lalu tiba-tiba datang sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di depan Asha.
Semua mata tertuju pada mobil itu, tidak terkecuali Asha.
Tak lama kemudian di bukalah pintu mobil warna hitam mewah itu, dan keluarlah sosok perempuan cantik, berkulit putih dengan rambut sebahu yang di biarkan terurai.
Dengan paras yang cantik rupawan, membuatnya menjadi pusat perhatian semua siswa dan siswi di sekolah itu.
Bagaimana tidak seorang Rania model muda yang begitu mempesona, akan bersekolah di sekolah Asha.
Bukan karena kecantikannya saja yang jadi pusat perhatian, melainkan seragam putih abu-abu yang dia kenakan juga begitu ketat dan **** sehingga menampakan paha putih mulusnya.
Yang membuat semua siswa disana tidak bisa melepaskan pandangannya dari Rania.
"Ya ampun.. dia cantik banget!" gumam Asha sambil terus melihat ke arah Rania.
"Hey.. kamu,!" panggil Rania pada Asha.
"Aku?" tanya Asha sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu, siapa lagi? sini,!" pinta Rania.
Asha berjalan mendekati Rania.
"Iya ada apa?" tanya Asha saat sudah berada di hadapan Rania.
"Bawain tas gue, dan antar gue ke kelas gue!" pinta Rania sambil menyodorkan tasnya pada Asha.
Asha hanya menurut sambil mengambil tasnya Rania.
Asha mengantar Rania ke kelas, dan kebetulan kelas yang Rania maksud sama dengan kelas Asha.
"Meg, kita gak boleh biarin anak dari pemilik sekolah ini berteman sama si anak sampah itu." seru Rika saat dia dan Megan melihat Asha mengantar Rania ke kelasnya.
"Iya gue tau, ya udah yuk kita juga harus ke kelas dan kita lihat apa yang di lakukan anak sampah itu." ucap Megan sambil berjalan menuju ke kelas. Sedangkan Rika ikut mengekor di belakang.
Rania duduk di bangku kosong, tepat nya di samping bangku Asha.Karena Asha hanya sendiri di bangkunya karena tidak ada yang mau duduk sebangku bersama Asha.
"Jangan duduk di situ!" ucap Asha.
"Memangnya kenapa?" tanya Rania heran.
"Ini bangku ku, kamu tidak pantas sebangku denganku." tutur Asha menjelaskan.
"Ya iya lah dia itu cuma anak sampah, dia itu gak pantas punya teman seperti kamu." sahut Megan yang masuk ke kelas.
__ADS_1
"Kamu pasti Rania kan,? udah lebih baik kamu sebangku aja sama aku, kamu gak pantas sebangku sama dia." ucap Megan menghampiri Asha dan Rania.
"Iya Rania sebaiknya kamu sebangku sama Megan aja.Biar aku yang sebangku sama anak sampah ini." timpal Rika sambil mendelik ke arah Asha.
"It's ok." ucap Rania sambil beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah bangku Megan.
Asha hanya diam sambil duduk di bangkunya.
"Jangan mimpi lo bisa temenan sama anak pemilik sekolahan ini!" ucap Rika sinis, yang sekarang duduk sebangku dengan Asha.
Dasar duo ketombe, lagian aku juga cukup tau diri kalau aku tidak pantas berteman dengan Rania.
batin Asha mendesis kesal.
*******
"Apa?" tanya Dareen memastikan.
"Apa kurang jelas perkataan saya?" kembali Romi bertanya.
"Bukan seperti itu pak, tapi..!"
"Ini pekerjaan mudah, saya yakin kamu bisa melakukan nya." seru Romi.
"Bapak jangan bercanda, saya bekerja sama bapak bukan untuk ini." desis Dareen.
******
"Heyy lo itu gak punya baju seragam ganti ya, baju seragam lo itu udah kusut, kusam pula." ledek Rika dengan senyum tipis di bibirnya.
Dasarr miss ketombe satu ini gak cape apa selalu hujat, dan hina gue.Pengen gue bungkam tuh mulut supaya gak selalu nyakitin hati orang.
Aduhhh..kenapa tiba-tiba perut ku mules gini sih?
"Ini bau apaan sih?eummm.. bau banget sumpah."desis Rika sambil mencubit hidungnya sendiri.
"Ahh.. lo kentut ya,?"tuduh Rika sambil menunjuk ke arah Asha.
"Enggak, gue gak kentut ko."elak Asha.
"Ihh sumpah gue gak tahan dengan baunya." timpal Rika sambil meninggalkan bangku Asha.
Hahaha...rasain lo, bau-bau deh..
Tadi pagi sih makan semur jengkol bikinan ibu makanya kentut aku bau banget.. hihihi..
batin Asha sambil tersenyum puas karena sudah berhasil ngerjain Rika.
"Anak-anak hari ini kita kedatangan murid baru, dan kalian pasti sudah kenal murid baru itu kan." ucap Bu Lina guru IPS.
__ADS_1
"Sudah bu....!" jawab semua murid serentak.
"Bagus, Ibu harap Rania bisa betah ya sekolah disini." ucap Bu Lina yang melihat ke arah Rania.
"Iya bu." jawab Rania singkat.
"Tapi murid barunya bukan cuma Rania saja, masih ada murid baru lagi yang akan sekolah di sekolah kita." tutur bu Lina.
"Ayo masuk!" panggil bu Lina pada seseorang yang tengah menunggu di luar.
"Hallo semuanya.. perkenalkan namaku Zidan, aku pindahan sekolah dari Bandung." sapa Zidan pada semua murid disana.
"Penampilannya cupu banget, iyu..!" ucap Megan bergidik ngeri.
Bagaimana tidak, Zidan ini bergaya dengan belahan di rambutnya terus dia juga menggunakan kacamata bulat, di tambah lagi dengan tahi lalat yang cukup besar di pipi sebelah kanannya.
Tidak hanya itu dia juga punya gito alias gigi tonggos.
"Baik Zidan sekarang kamu bisa duduk!" pinta Bu Lina.
Semua murid menatap Zidan saat dia celingukan mencari bangku yang kosong.
Semua bangku telah terisi, hanya satu bangku yang kosong yaitu bangku di samping Asha.
"Sama dia aja, pasti cocok itu." teriak Rika menunjuk bangku kosong sebelah Asha.
Saat Zidan melihat ke arah bangku Asha, mata Zidan dan Asha beradu pandang.
Ini yang gue takutin ketemu dan berurusan dengan cewek ini lagi.
"Nah iya, Zidan kamu duduk sama Asha saja ya,!" ucap bu Lina.
Mau tak mau Asha membiarkan orang asing itu duduk di sampingnya.
"Hayy.. namaku Asha!" sapa Asha sambil mengulurkan tangannya.
"Tumben lembut." jawab Zidan spontan.
"Apa?" tanya Asha memastikan.
"Emmm maksud ku nama yang indah." ralat Zidan dengan senyum yang di paksakan.
"Makasih!" jawab Asha.
Kenalan sama orang aja dia bisa lembut, tapi kenapa kalau ketemu sama gue dia itu marah-marah dan bersikap nyebelin.
Benar-benar jauh berbeda 180%celcius nih cewek.
Tapi syukurlah berarti penyamaran gue sukses sampai-sampai dia gak ngenalin gue sama sekali hehehe....
__ADS_1