
"Ada tugas baru untuk kamu." ucap Romi.
"Tugas baru, apa itu pak?" tanya Dareen.
"Belasan tahun saya mencari keberadaan anak dan istri saya, tapi sampai saat ini saya masih belum bisa menemukan mereka berdua." ungkap Romi.
"Maksud pak Romi?" tanya Dareen tidak mengerti.
"Sebelum saya menikahi Ibu Rania, saya sudah punya istri dan seorang putri.Tapi karena kesalahan saya membuat kami berpisah."
"Lantas apa yang harus saya lakukan untuk Pak Romi?" tanya Dareen yang mulai mengerti dengan masalalu boss nya itu.
"Tolong cari kan istri dan anak saya,karena saya yakin mereka masih ada di kota ini."
"Kamu bisa menggunakan fhoto ini untuk awal pencarian kamu, tapi ingat jangan sampai fhoto ini hilang karena saya hanya memiliki satu fhoto itu saja." jelas Romi.
"Baik pak, saya mengerti." jawab Dareen sambil mengambil sebuah fhoto dari tangan boss nya itu.Yang kemudian berlalu pergi darisana.
Setelah Dareen pergi, terlihat Rosa bersembunyi di balik pintu kerja Romi dan dia mendengar semua percakapan Romi dan Dareen.
"Ternyata apa yang aku takutkan selama ini benar terjadi. Diam-diam kamu mulai mencari tahu tentang keberadaan anak dan istrimu itu.
Tapi aku tidak akan membiarkan itu terjadi Romi, anak mu hanya Rania dan hanya dia yang pantas untuk menjadi ahli waris semua kekayaan mu ini." gumam Rosa dengan senyum jahatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Woyy..! ngelamun mulu, kesambet baru tau rasa lo." ucap Dino yang menghampiri Dareen.
"Ngagetin aja lo." jawab Dareen dengan mata yang fokus pada sebuah fhoto.
"Lihat apaan sih?sampai segitunya." tanya Dino sambil mendekat dan melihat fhoto yang Dareen pegang.
"Wuihh..fhoto bayi.Fhoto siapa nih?pasti fhoto lo saat bayi ya,!" ucap Dino sambil mengambil fhoto itu dari tangan Dareen.
"Apaan sih, sotoy lo." desis Dareen sambil mengambil kembali fhoto itu dari tangan Dino.
"Eh tadi pagi lo kemana?" tanya Dino yang duduk di kursi berhadapan dengan Dareen.
"Gak kemana-mana, emang kenapa?" Dareen balik bertanya.
"Yakin gak kemana-mana?kalau lo gak kemana-mana ngapain coba Rania tadi telpon gue nanyain lo."
"Mana gue tahu." jawab Dareen singkat.
__ADS_1
"Ren..lo itu kenapa sih masih belum bisa terima Rania. Padahal gue lihat Rania itu tulus ko cinta sama lo."
"Lo tau gue kan, kalau gue gak suka sama cewek yang agresif.Dan menurut gue Rania termasuk cewek yang agresif." jelas Dareen.
"Agresif dari mananya?yang gue lihat nih ya, Rania itu udah cantik, modis baik lagi.Gue gak lihat tuh sisi keburukan dari seorang Rania, apalagi cewek agresif yang lo tuduhkan tadi." ungkap Dino panjang lebar.
Lo gak tau aja apa yang di lakukan Rania kemarin malam sama gue.
Suara hati Dareen dengan mengingat kembali kejadian itu.
"Di bilangin, malah ngelamun lagi!" gerutu Dino yang menimpuk Dareen pakai bantal sofa.
"Sial lo..!" umpat Dareen sambil kembali menimpuk Dino dengan bantal yang Dino lempar.
"Eh Ren..serius deh gue nanya, itu sebenarnya fhoto bayi siapa sih?" tanya Dino serius.
"Kepo lo." jawab Dareen.
"Serius gue pengen tau, Ayo dong Ren jangan main rahasia-rahasiaan sama gue!" ucap Dino yang penasaran.
"Kali aja gue bisa bantu kan, jika itu fhoto baby lo yang ilang." ucap Dino sambil nyengir.
"Enak aja, siapa juga yang udah punya baby?"
"Ya terus, kalau bukan baby lo, baby siapa coba?" tanya Dino curiga.
"Oh..fhoto Rania..Ngapain lihat fhotonya yang masih baby, udah jelas-jelas sekarang Rania itu udah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik." tutur Dino.
"Ini bukan Rania." ungkap Dareen.
"Maksud nya?" tanya Dino tidak mengerti.
"Iya fhoto ini bukan fhoto Rania waktu baby." tutur Dareen.
"Lah..bukannya tadi lo bilang itu fhoto anak nya bos Romi kan?"
"Iya, tapi bukan Rania.Makanya dengerin dulu kalau orang lagi ngomong." desis Dareen.
"Ok..ok.. kalau bukan Rania, terus siapa dong?" tanya Dino semakin penasaran.
"Ini adalah putri pertama bos Romi dari istri pertama nya, tapi bos sendiri gak tau dimana keberadaan mereka.Makanya bos nyuruh gue untuk mencari keberadaan mereka berdua." jelas Dareen.
"Apa?jadi bos Romi punya putri yang lain selain Rania. Wahh kalau gitu bisa dong gue deketin anak si bos yang satunya lagi, kalau udah ketemu." ucap Dino girang.
__ADS_1
"Lo tuh ya, ngomong gak jelas.Gue aja bingung gimana caranya supaya bisa menemukan anak si bos.Orang petunjuknya cuman fhoto bayi ini doang.Secara pasti sekarang bayi ini udah gede dan akan sangat sulit sekali untuk bisa mengenalinya." ucap Dareen kesal.
"Iya juga sih.Terus sekarang lo mau mulai nyarinya dimana?" tanya Dino.
"Gak tau gue juga bingung."
"Atau kita buat pengumuman aja tentang bayi hilang di poster, terus kita kasih imbalan tuh bagi yang menemukan nya.Masalahnya beres deh, pinter kan gue." tutur Dino sambil melipat tangan di dada.
"Malah tambah ngaco lo, si bos gak mau rahasia ini di ketahui sama bu Rosa.Dan lo ingat jangan sampai Rania juga tau tentang masalah ini ngerti lo." desis Dareen sambil beranjak dan pergi menuju kamarnya.
"Susah juga ya, kalau gitu." gumam Dino yang menggaruk kepalanya yang nggak gatal.
...****************...
"Ingat pokoknya saya mau kalian secepatnya menemukan mereka berdua, dan jika perlu setelah kalian menemukan mereka langsung saja kalian habisi mereka.paham kalian!" ucap Rosa sambil menutup panggilan telponnya.
"Siapa mah yang harus di habisi?" tanya Rania yang sedari tadi mendengar percakapan mamahnya di telpon.
"Rania..kamu sudah pulang sayang!" ucap Rosa yang tidak menjawab pertanyaan Rania.
"Mamah sedang ngelakuin apa sih?" kembali Rania bertanya.
"Bukan apa-apa sayang, ini cuma ada masalah sedikit." sanggah Rosa.
"Ya udah, mamah ke kamar dulu ya sayang." pamit Rosa yang meninggalkan Rania.
"Sepertinya mamah menyembunyikan sesuatu." gumam Rania yang melihat punggung Rosa sampai punggung itu menghilang di balik pintu.
......................
"Assalamualaikum...!" sapa Asha sambil memasuki rumah.
"Walaikum salam..!" terdengar suara Mira dari dalam kamarnya.
"Bu.. Asha pulang!"ucap Asha sambil berjalan menuju kamar Mira.
"Ibu.. bagaimana keadaan ibu?" tanya Asha sambil menghampiri Mira yang sedang bersandar di ranjang tempat tidurnya.
"Alhamdulilah ibu baik-baik saja nak."ungkap Mira.
" Syukurlah, kalau ibu sudah merasa baikan."jawab Asha dengan senyuman bahagia di bibir tipis nya.
"Asha bisa tolong ambilkan obat ibu di dalam lemari ibu nak!" pinta Mira.
__ADS_1
"Bisa dong bu, ya udah Asha ambilkan dulu ya bu!" jawab Asha sambil berjalan menuju lemari.
Saat Asha membuka lemari dan mengambil obat untuk Mira, tiba-tiba sebuah fhoto terjatuh persis di bawah kakinya dengan posisi fhoto terbalik.