
"Rania..kamu sudah pulang?"tanya Rosa saat melihat anaknya memasuki rumah.
Tapi Rania tidak menjawab pertanyaan Ibunya dia malah berlari masuk ke dalam kamarnya.
Rosa yang merasa heran dengan sikap Rania, akhirnya memilih untuk mengikuti Rania ke kamarnya.
"Arrgghh....!" teriak Rania sambil menjatuhkan semua barang kecantikannya yang ada di meja rias.
Tidak sampai disitu, dia juga mengacak-ngacak sprei yang melekat di atas tempat tidurnya.
"Rania apa yang terjadi?" tanya Rosa sambil menghampiri anaknya ke dalam kamar.
"Rania.. hentikan..!" ucap Rosa sambil menyentuh tubuh putrinya.
"Enggak... Arrggh...!" kembali Rania berteriak.
"Rania.. tenang! Rania.. apa yang terjadi? cerita sama mamah?" ucap Rosa yang mencoba menenangkan Rania.
"Mah.. aku gak bisa menunggu terus mah!" ucap Rania sambil menangis.
"Tenang.. kamu tenang Rania coba cerita sama mamah apa yang terjadi?" tanya Rosa sambil menuntun Rania untuk duduk bersamanya di atas tempat tidur.
"Dareen mah..! seperti nya dia tidak akan pernah suka sama aku." jelas Rania.
"Darimana kamu tahu, kalau Dareen tidak akan pernah suka sama kamu?" tanya Rosa yang membuat Rania gelagapan.
Mana mungkin aku memberi tahu mamah tentang kelakuan aku sama Dareen tadi.
Suara hati Rania.
"Ayo Rania cerita sama mamah, kenapa kamu bisa bilang kalau Dareen tidak akan pernah suka sama kamu?" kembali Rosa bertanya.
"Ya..karena setiap aku coba deketin dia, dia seperti menghindar dari aku mah." tutur Rania.
"Rania..dengar mamah! kita masih punya banyak waktu ok, jadi kamu gak usah terlalu memikirkan semua ini. Karena mamah yakin kamu akan bisa mendapatkan hati Dareen." ucap Rosa meyakinkan Rania.
"Tapi sampai kapan mah?"
"Sampai nanti saat nya tiba, dia pasti akan menjadi milik kamu." tegas Rosa dengan memeluk Rania.
********
"Ibu..!" panggil Asha.
"Ibu kemana sih?" gumam nya lagi sambil keluar dari kamarnya.
"Masa sih ibu masih tidur."
"Bu.. ibu masih tidur ya?" panggil Asha dari luar kamar Mira.
Karena tidak ada jawaban akhirnya Asha membuka pintu kamar ibunya.
"Ibu...!" panggil Asha saat melihat Ibunya pingsan di lantai.
"Bu bangun bu! ibu kenapa?" ucap Asha sambil menepuk-nepuk lembut pipi sang ibu.
Asha mengambil minyak kayu putih yang ada di atas nakas kamar ibunya, dan mulai memberikan pertolongan pertama untuk Mira.
"Bu.. bangun..! ibu kenapa?"
"Ibu..!" panggil Asha lagi yang melihat Mira mulai membuka matanya.
__ADS_1
"Asha?" ucap Mira sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.
"Ibu tidak apa-apa kan?ibu baik-baik aja?"
"Ayo bu, Asha bantu.Ibu tiduran di kasur ya,!" ucap Asha sambil membantu Mira untuk bangun dan berbaring di atas tempat tidur.
"Ibu kenapa ko bisa pingsan?" tanya Asha setelah Mira sudah berbaring.
"Kepala ibu sakit nak,!" ungkap Mira.
"Ibu pasti kecapean, ibu istirahat aja ya,!" pinta Asha sambil menyelimuti Mira.
"Tapi ibu harus kerja Asha."
"Ibu, sekarang kan hari minggu biar Asha aja yang kerja.Ibu lebih baik istirahat saja." tegas Asha.
"Tapi..!"
"Udah Asha gak mau dengar, pokoknya ibu istirahat aja ya,!" tegas Asha.
Mira hanya bisa menurut dengan ucapan anaknya itu.
Tok...tok...tok...
"Permisi...bu Mira!" suara seorang perempuan dari luar rumah.
"Bu Marni..!" sapa Asha saat pintu rumahnya dia buka.
"Dimana ibu kamu?" tanya bu Marni.
"Ibu sedang istirahat, karena sedang tidak enak badan.Memangnya ada apa ya, bu?"
"Begini Asha, Ibu kamu udah nunggak satu bulan tidak bayar kontrakan. Dan jika satu bulan ini kalian tidak bisa membayar kontrakan lagi, saya minta kalian keluar dari kontrakan saya." tegas bu Marni.
"Kalau kalian tidak mau pergi dari kontrakan saya, bayar kontrakan nya secepat mungkin paham kamu." jelas bu Marni sambil berlalu pergi darisana.
"Kalau sampai aku dan Ibu di usir dari kontrakan ini, kami mau pergi kemana?apalagi sekarang Ibu sedang sakit.Aku gak mungkin kasih tau ibu tentang masalah ini." gumam Asha.
"Aku harus cari kerjaan, tapi kemana?" Asha terlihat berpikir dan mulai pergi keluar dari rumahnya.
********
Ting...tong...ting....tong....
"Siapa sih pagi-pagi gini ganggu orang aja!" gumam Dareen yang masih bergelung di selimut tebalnya.
Ting...tong...ting...tong...
Kembali bell berbunyi.
"Bi..! bi lala bukain pintu!" teriak Dareen yang tidak ada sahutan.
Ting...tong...ting...tong...
"Nih bi lala kemana sih, apa iya belum datang!" gumam Dareen sambil beranjak bangun.
"Lagian bertamu gak tau waktu.Siapa sih!" gerutu Dareen sambil berjalan menuju pintu.
"Apa.. Asha!" gumam Dareen yang melihat Asha dari lubang intip apartemen nya.
"Ngapain dia kesini?"
__ADS_1
Ting...tong...ting....tong...
Kembali bell berbunyi yang membuat Dareen terkejut.
"Ya ampun dia kesini, Aku harus berpenampilan sebagai Zidan." gumam nya lagi sambil berlari masuk ke dalam kamarnya.
Sebelum membuka pintu Dareen membuang nafas panjang.
"Asha..!" ucap Zidan saat pintu terbuka.
"Hayy.. maaf ya, aku ganggu pagi-pagi gini." ucap Asha yang merasa tidak enak.
"Enggak, gak ganggu ko.Ayo masuk!" ajak Zidan.
Asha hanya mengangguk dan berjalan masuk ke apartemen Zidan.
"Asha ada apa kamu sampai datang ke apartemen ku?" tanya Zidan yang sekarang duduk berhadapan dengan Asha.
"Begini Zidan, aku kesini mau cari pekerjaan!" tutur Asha.
"Maksudnya?" tanya Zidan tak mengerti.
"Ya kali aja kamu punya pekerjaan untuk aku." jelas Asha.
"Pekerjaan?apa ya,!" ucap Zidan bingung.
"Apa aja pekerjaan nya aku mau ko."
Drrt...drrt...drrt...
"Sebentar ya, ada telpon dari bi lala." ucap Zidan sambil berdiri dan mulai mengangkat telpon dari pembantu nya itu.
"Bi kenapa jam segini belum datang?"
"Maaf mass mungkin untuk satu bulan ini saya gak akan masuk kerja dulu.Karena ibu saya di kampung sedang sakit, dan saya baru saja pulang kampung untuk merawat ibu saya dulu." tutur bi lala dari sebrang sana.
"Oh gitu.. ya udah, semoga cepat sembuh ya untuk ibu bi lala."ucap Dareen.
"Makasih mass..!"jawab bi lala dari sebrang sana.
Saat Dareen telah menutup panggilannya dengan bi lala, tiba-tiba Asha berdiri dan menghampiri Zidan.
"Aku tau Zidan, gimana kalau aku kerja disini aja dulu untuk sementara waktu.Menggantikan bi lala, boleh ya?" ucap Asha yang tidak sengaja mendengar percakapan Zidan dengan pembantunya itu.
"Apa?kamu mau kerja jadi pembantu aku?" tanya Zidan memastikan.
"Iya, boleh ya! soalnya aku lagi butuh banget pekerjaan ini." ucap Asha memohon.
"Tapi, apa kamu bisa beres-beres rumah?" tanya Zidan tidak percaya dengan kemampuan Asha.
"Oh kamu tenang aja, aku bisa ko.Pasti bisa." ucap Asha meyakinkan.
"Ya udah deh, kamu boleh kerja disini."
"Makasih Zidan kamu memang sahabatku yang terbaik." ucap Asha sambil spontan memeluk Zidan.
Dareen yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya bisa mematung di tempatnya.
"Ya ampun.. maaf Zidan aku gak sengaja.Karena terlalu senang aku sampai peluk-peluk kamu." ungkap Asha yang langsung melepaskan pelukannya.
"Ya udah, kamu bisa mulai bekerja.Aku ke kamar dulu." pamit Zidan yang terlihat sangat aneh dengan terburu-buru pergi ke kamarnya.
__ADS_1
"Ya ampun..ada apa sebenarnya dengan ku kenapa jantung ku berdetak begitu kencang!" gumam Zidan yang bersandar di pintu kamarnya sambil membuang nafas berkali-kali.