
Iya ayah Melisa menyekolahkan Melisa dan Arum sampai kuliah
sesudah Lulus
Arum dan melisa Mencari pekerjaan
Disatu hari Ayah mereka Memanggil Melisa
"Mell ,Kamu bisa kesini bapa ingin bicara sebentar "
ayah Melisa mengeluarkan suara tidak berteriak tapi Melisa mendengar sekilas dikamar langsg terperanjat keluar ,Iya memang Ica sangat patuh pada ayahnya Kecuali Ibu Tiri ****** nya .
"ada apa pak ,bapa mau biacar apa sama Ica
.
Ica sambil mendekatkan dirinya kesamping ayahnya duduk sambil tersenyum
"Ca ,tolong telpon Arum bapa juga ingin bicara dengannya ."
Melisa bergumam, kenapa harus dengan Arum apa yg mau bapaknya bicarakan.
"Baik bapaku sayang" ucap Melisa sambil mengambil handpone dikamarnya
ti tit tit Melisa Memencet tombol layar hp nya
Tutut tututtttt
pangilan menuju memanggil Arum
Arum memang dianggap anaknya sendiri oleh bapa Melisa tapi dia tidak mau membuat bapanya itu kesulitan karena dia tinggal dirumahnya 'dia memutuskan Tinggal dirumahnya sendiri Wlwpn sendirian
"Ada apa ya si ica ini telpon ,biasanya juga Whatsap karena dia pelit tidak mau pulsanya terkuras hahaha" Arum sambil nyeleneh tertawa karena dia memg mengenal sahabat karibnya itu
__ADS_1
"Hallo ca ,Ica yang cantik manis dan baik hati rajin menabung di TOILET hahahhahaha
ada apa mengganggu kehidupanku sore segar seperti ini"
Wkwk Arum memang senang kalo meledek temannya itu
"Kampret kau Arum ,memuji saja tidak usah ambil sekaligus meledekkku "Melisa geram
tapi melanjutkan bicaranya
"Hei cepat kesini,bapa mau bicara katanya dia mau menjodohkan mu dengan bos kebun yang palanya botak dan perutnya gendut itu hahahahahahahah
Siallll,gumam Arum dia kena ledekan balik dari Ica ,ada bos botak yg memgmenyukai arum
"kenapa bapa mau menjodohkan ku"
tanyaarum sambil mengubah mukanya dari senang menjadi gundah gelana.
Arum mendengar Ica ,lgsg menutup telpon dan meraih sepeda dipekarangan rumahnya mengayuh tidak lama dia sampai Dirumah ica
"***alamualaikum ,"ucap Arum sambil mmbuka pintu yang. tidak tertutup rapat
Ica mendekat menyambut nya
heran , kenapa wajah Arum merah"
apakah dia serius dgn ucapanku tadi hahaha
Ica tertawa dalam hatinya
"waalaikumsalam " Ica menjawab salam Arum
"waalaikumsalam"ucap bapa juga menjawab salam arum
__ADS_1
Arum duduk tidak bergeming memandang orang tua dihadapannya terlihat semakin keriput dan kurus kering
"Arum" bapa membuka bicara terlebih dulu
Arum terus melihat lekat bapa yg disayanginya itu.
"bapa mau menjodohkanku kan? aku terima bapa ,aku menerima sebagai bentuk baktiku kepada bapa ,aku sangat menyayangimu kau memegang semua tanggung jawab dalam hidupku pa.
ucap arum sambil mengeluarkan putih bersih dipelupuk matanya
"heyy,kenapa dia mengganggap serius ucapanku dasar Arum bodoh"
ucap Melisa didalam hatinya dengan bibir kumat kamit
"apa yang kamu katakan sayang"ucapa bapa
dan tersenyum simpul
Arum menyadari dia dibohongi Ica
"Ica kau sudah keterlaluan kurang ajar sini KAUUUU"
Arum gemas ingin mencubit temannya yang sedang terbahak bahak menertawakannya
"bapa tidak akan menjodohkan kanmu,bapa hanya ingin bicara dengan kalian ,dengarkan baik baik
bapa sudah tidak kuat sprti dulu ,kalian harus bersikap dewasa mulai sekrg,jangan mengecewakan tua renta dihadapan kalian ini, Khusus untuk Melisa anaku Ica sayang
mendekat kesini Sayang ,bapa ingin terlebih dahulu mendidikmu sblm aku meninggal.
hening menyelimuti ruangan itu
bersambunggg
__ADS_1