Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
Eps 48 melihat nya lagi


__ADS_3

Melisa sudah berada di supermarket yang biasa dia kunjungi membeli semua kebutuhan dapur.Dia terus berjalan mendorong berlanjaanya sampai dia berhenti, pandangannya tertuju pada sepasang kekasih di sana.memilih milih buah dan gadis nya tertawa saat si lelaki menggoda nya dengan buaian.


Melisa terasa mati berdiri laki laki yang dulu bilang mencintai nya.sedang berdiri bersama wanita lain Melisa tak kuasa menahan air matanya.Dia berbalik dan mengusap air mata yang semakin deras jatuh.


" maaf,saya tidak sengaja" Melisa mengambil semua belanjaan seorang wanita di depannya.Diaa sangat kencang membuat wanita itu melepas tangannya yang sedang merangkul berlanjaanya.


" melisa " Lirih suara memanggil ke arah Melisa , Melisa diam mendengar suara itu dia ingat seseorang.


" ibu"??? Melisa kaget dengan ibu yang memandang nya setengah tidak percaya.


mereka saling berpelukan dan menangis.Melisa bersalah karena tidak pernah menjenguknya dia ingin menjenguk tapi tempat yang jauh dan melewati hutan menciutkan nyali kuat nya.Mereka bergandengan setelah dari kasir keluar menuju restauran di sana.


" Duduk Nak" ibu mendudukan melisa di sebelahnya.Dan terus menelusuri rambut Melisa dengan jarinya ,melisa hanya diam tidka percaya ibu pergi jauh dari rumah dan kenapa?.


" ibu sehat "? Tanya Melisa


" Alhamdulillah, bagimana kamu juga sehat"? Melisa mengangguk, tidak lama pesanan datang.Hanya memesan dua minuman dan berbincang ria bersama ibu Lastri.melisa sangat nyaman dan terus memeluknya.

__ADS_1


" Ibu Al dimana"?? Melisa menanyakan karena tidak melihat sosok nya di pandangan nya.


" inu mau menjemput nya di bandara ,mau ikut "? tanya ibu dan memelas agar Melisa ikut.


" apa boleh "?? Melisa agak kaget mendengar permintaan ibu padanya.


." Tentu saja dia pasti senang,dia mengerjakan sesuatu di perbatasan" Ibu menyeruput jus mangga yang dia pesan.


Melisa heran karena yang dia tahu di perbatasan adalah tugas orang orang yang mengabdikan diri pada negara.Dan dia melihat di berita beberapa kubu memberontak di sana tak terkendali.


" dia prajurit" Tegas ibu


" Duduk Mel " Ibu menarik tangan Melisa.


" aku tidak tahu bu ,dia bahkan tidak pernah menceritakan dirinya padaku"! Tanya Melisa..


" Ayo pergi ibu jelaskan di mobil,sebentar lagi pesawat mendarat." Ibu berdiri dan menarik Melisa ke mobil

__ADS_1


Melisa mengenali mobil Al dan menantu ibu lah yang membawa mereka ke bandara, sekitar 40 menit mereka sudah sampai.Melisa duduk gugup akan bertemu Al setelah sekian lama.


" itu mereka keluar "?? ibu beteriak membuat Melisa penasaran dan melihat juga.Sekitar 100 orang Prajurit keluar membawa koper masih dengan seragam lengkap mereka.


" Mana Al nak " Menepuk bahu menantu nya maklum ibu Lastri sudah rabun tidak bisa melihat dengan jelas.


" Belum keluar bu tenanglah " sahut menantunya.Melisa ikut penasaran tapi Al belum muncul juga.


Ibu membentangkan spanduk bertuliskan nama Al ,ibu kira Al tertsesat.


" Ibu ibu,bahkan Al sudah tahu setiap inci bandara ini Bu " Menantunya hanya melihat dan tertawa melihat ibu Lastri.


Melisa makin penasaran dari belakang Al menarik koper dan sedang membaca pesan di ponsel nya.Tidak tahu kalau ibu dan yang lain akan menjemputnya Al sibuk dengan ponsel tanpa melihat kanan kiri.


" Dia tidak berubah,selalu sibuk dengan hidup nya " Melisa tergelak mengingat saat Al mengatakan kalau ponselnya adalah hidupnya.


" Al " Melisa berteriak dan melambaikan tangan Al mendengar dan memasukan ponsel pada saku bajunya. Dia kaget apa yang di lihat nya seorang wanita melambaikan tangan dan meneriakan nama nya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2