
mereka Berdua sudah selesai memanjatkan Doa untuk bapanya
Arum dan melisa. Terlihat tak sanggup beranjak dari makam bapa mereka
,paman langsung menyadarkan mereka
."rum ,Melisa,paman harus berbicara keapada kalian ,ayo cepat ikut Paman kerumah paman,jangan pulaNg kerumah kalian dulu
Cepat. Paman sambil menepuk bahu Arum dan melisa
sesampainya Dirumah paman,bibinya datang menyambut memeluk Arum dan melisa
"Ayo kalian berdua masuk duduk dan minum teh ,istirahatkan badan kalian jangan sampai sakit.
paman datang menghampiri keluar dari kamar dan membawa sesuatu ditangannya
,Arum dan melisa.melihat heran
Melisa berguman
*apa itu yang dibawa paman,pa itu surat wasiat tapi kenapa siratna gila tidak dipanggil karena bagaimanapun pun ,wanita sihir itu adalah istri bapa.bergumam dan kumat kamit juga.
"Melisa,buka amplop ini seminggu lalu bapamu, menitipkan ini pada paman ,dilarang membuka dan harus Melisa yang membacanya. ucapan paman membuat Melisa heran
sreeeeett Melisa merobek amplop dan Melisa mengambil surat kecil terselip dan membukanya,
__ADS_1
drubghhh sebuah Foto jatuh dari dalam amplop ,saat si dibalik foto itu menyimpan senyum lebar laki laki tampan gagah perkasa , kulit putih rambut snagat rapi ,laki laki itu memkai setelan jas Navy dan kemeja putih
Gumam melisa
Oh tuhan ,tampan sekaliiiii*
dusss tangan Arum menepuk bahu Melisa agar Melisa segera membaca isi surat itu
"Ca,tolong naikkan keras suaramu agar kami mendegar juga isi surat itu. Arum berbicara dengan tegas disampingnya
"**apa mau anak ini " gumam melisa
"ok rum!!!!
Melisa mengerutkan Dahinya melihat kanan kirimm ,paman bibi dan Arum kaget tidak bersuara
" ayo lanjut ca ,baca sampai habis jangan setengah ,kalau salah paham bahayaa nanti. seru arum mendorong bahu Melisa
Melisa bergumam
**Arum apakah dia tahu dengan rencana bapanya ini
dahi Melisa terlihat mengkerut lagi...
Sesaat kemudia Melisa sudh selesai membaca semuanya ,tapi tidak meninggikan suara sprrti tadi ,disekitar Melisa mereka yang duduk tidak mendengar,hanya melihat mata Melisa bulak balik memandang kertas itu sambil membacanya
__ADS_1
."paman , disurat bapa meminta aku bertanya pada paman,dimana laki laki itu tinggal
. selidik Melisa berbicara dengan paman nya
" ayo bangun ,kita berangkat sekrang ke rumah calon suami mu ,disana mereka Sudah bersiap menyambutmu ,mereka Calon mertua adik ipar dan calon suamimu. Ucap paman langsung berdiri bersiap semuanya Katanya
Arum berkerut ,melihat melisa melihat Arum dengan tajam
sial Ica tau kalau aku sudah tau rencana bapa untuk menikahkannya.
sambil menelan ludah berusah menyingkir dari Melisa didekatnya
blugggg TANGAN MELISA memukul tangan dan bahu Arum,
""awww sakit.arum teriak
Melisa tidak berbicara hanya melotot tajam ke Arum ,Dihatinya kesal kenapa aku yang dijodohkan beneran ,aku dulu menjaili Arum menggoda kalau Arum akan dijodohkan , sekrg kenapa akuuuuuuu
.Melisa kesalll
Brumbrumburm paman menghidupkan mobil ,dan turun lagi memeriksa barang bawaan jgn sampe ada tertinggal ,baju semua,segalanya terutama yang paling poko adaldah MELISA
.Tatapan Melisa ke pamannya agak mencekam ,dia kesal dengan persekongkola bapa paman dan Arum ,sambil mengingat kembali kenngan bersama bapanya ,,Melisa kembali menangis
BERSAMBUNG
__ADS_1