
Manager tersebut kaget mendengar karyawan memanggil nama anak boss nya.
Manager tersebut duduk sekuat tenaga memohon ampun, terisak dan terus berusaha meminta maaf.
" Kau tahu aku anak dari Boss mu,tapi kenapa kau tidak mengenali ku bahkan karyawan itu mengenal ku dengan jelas,ada apa dengan mu ?" menarik tangan sekuat tenaga. " Jika aku bukan manusia,aku akan menarik tangan mu yang hina ini, terlepas dan melemparkan nya,ke tengah jalan ."
kak Al pemilik supermarket ini dia orang kaya?????
" Siapa Nama mu?" Tanya Al pada wanita dan pria yang berdiri dipojokan .
" Saya Amira tuan"!
" Saya Rafli tuan !"
" Kau Rafli, bisa menutup tempat ini sekarang juga,kau bisa ?"
" Tentu tuan !" Rafli bergegas keluar disusul Amira.Mereka berusaha menjelaskan pada pengunjung dan akhirnya semua keluar.Supermarkert itu ditutup karena Al ingin tidak ada keributan. Amira dan Rafli kembali masuk.
" bagaimana tanya Al ?" masih menarik narik tangan maneger sampai dia terus berteriak.
" Sudah steril tuan !" Rafli dan Amira menjawab bersamaan.
" Kerja bagus ,sekarng kumpulkan semua pekerja berbaris rapih!"
Rafli dan amira tanpa banyak bicara keluar,menyisakan ruan tengah supermarket untuk berbaris.Ada sekitar 50 orang karyawan
supermarket itu adalah tempat terkenal dikota.Tempat yang strategis dan pemilik nya juga membuat supermarket tersebut diburu semua berbagai kalangan.
Semua sudah berbaris dan bergetar.Rafli tidak banyak berkata kata dia melakukan pekerjaan sebaik mungkin.Begitu juga Amira dia semangat membalas dendam pada laki laki monster tersebut.
__ADS_1
Diruangan Naira sudah merasa sesak.Dan Al menunggu apa gadis itu akan keluar tapi ternyata tidak.
Kau pikir aku bodoh Naira awas kau!!!
" Ayo berdiri!"
" Saya tidak sanggup tuan !" manager tersebut babak belur.Al menyeretnya keluar ruangan.Semua karyawan ternganga semakin ketakutan.Diluar polisi dan TNI sudah berjaga . Arum diam didalam mobil tidak berani keluar.Dua mobil datang semua keluar.
Satu orang memimpin mereka sebelum masuk berunding sebentar.
Dia tampan sekali ,ada apa ya didalam Naira dan Al belum keluar
" Kau dan kau ikut aku, sebagian diam disini berjaga jaga tolak warga yang akan mendekat !" Roy memberi instruksi semua mengangguk.Roy dan dua rekannya masuk.
Al sudah duduk dikursi yang disiapkan Rafli untuknya.Roy mendekat tanpa banyak bicara.
" Baik tuan !" Roy masuk.
" Katakan padaku siapa yang pernah dilecehkan atau ditindas oleh manager kalian ?"
Al berteriak , sebagian dari 50 pekerja melangkah ke depan.Al mendesah
hanya 5 lima oramg yang selamat.
" Kalian berlima kenapa selamat,katakan padaku ?"
" kami berlima karyawan baru tuan,kami baru seminggu disini!" Menjawab kompak.Al tersenyum dia merasa menjadi penguasa sesaat.
Naira berjalan mengarah pada Alvaro.Roy terus menerus mendorong gadis itu karena tidak mau keluar.
__ADS_1
" Roy, ambilkan kursi untuk adikku "!
Roy langsung menurut membuat Naira duduk disebelah Alvaro.
Aaaaa aku ketahuan,kakak Al yang baik hati maafkan aku.
" Kenapa ?" tanya Al menyeringai licik pada naira.gadis itu menggeleng dan menunduk.
" Roy kemarilah !" Alvaro merangkul agak menjauh dari semua orang-orang terunama Naira.
Entah apa yang mereka bicarakan Naira berusaha menggerakan telinganya.Tapi tidak mendengar.
" Kalian semua ,jangan khawatir kalau ada masalah yang kalian pendam,katakan padanya. Untuk hari ini juga akan ditransfer ke rekening kalian,kecuali kelima orang itu.Saya mohon bekerja sama dengan baik memajukan apa yang telah ayah saya bangun,kalian mengerti?"
Al berteriak membuat semua orang senang dan takut.
" Baik tuan !" kompak menatap Al yang menarik Naira keluar. Al.berbalik kembali ada yang terlupa.
" Rafli ambilkan belanjaan ku, bawa keluar".
Al kembali menarik Naira sampai diluar dia berhenti.
" Jangan bicara apa apa pada Melisa kau mengerti?"
" Baik kak Al ,aku tidak akan memberitahu!"
Naira gugup berjalan ke arah mobil Al berbincang dengan polisi memeluk semua nya mereka sangat akrab.Naira dan Arum memperhatikan dari dalam mobil.
Bersambung
__ADS_1