
Naira masih bingung dengan apa yang harus dia Lakukan.
" Kakak "? Naira gugup saat di memanggil Al kakak
" Kau bicara pada ku "? menunjuk diri sendiri karena tidak yakin.
" Iya " naira menunduk
" apa ,ada apa ? Al membersihkan tangannya di keran yang tidak jauh dari tempat duduknya.
" apa Kaka punya hubungan dengan Melisa"?
akhinya unek unek naira keluar.
" Emm memang kenapa "? tanya balik Al
" Kenapa kakak di sini pagi pagi "? tanya Naira..
" Memang kenapa "? bertanya balik
ini cowo emang ganteng sumpah ganteng banget,itu idung mata hadeuh tapi kelakuan kerasa kepala banget sih
" Aku heran saja Kaka" Tanya Naira lagi.
" Oh " Al hanya terus memencet ponselnya
Cih , belagu banget ini cowo !!!!!!!
" Aku Bisa melihat" Al ketus dan melirik wajah Naira yang seperti ingin mencakar nya.
Al bangun dan mengetuk pintu dengan menggedor gedor .
" Melisa " Al berteriak sampai naira menutup kuping nya.
" Kau kebiasaan Alvaro " Melisa membuka pintu dan mencubit pinggang Al karena kesal
__ADS_1
" Aww sakit " Al meringis dan membalas perbuatan Melisa
" Cih dasar , rambutku jadi berantakan" . Melisa merapihkan rambutnya,
" Kakak" Naira langsung memeluk Melisa.melisa tidak melihat naira yang sedang duduk memperhatikan
Oh tuhan apa yang dia lakukan di sini aku takut Arga salah paham lagi
" ayo masuk ,masuk ya tenang ya " Melisa merangkul dan mendudukan adiknya di sofa ,..
" kau kenapa katakan "? terus memeluk Naira yang semakin histeris menangis.
" Aku di pukul.kaka kemarin" Naira terus terisak Melisa kaget dan melepaskan pelukannya.
"" Ya ampun ini sampai bengkak begini" Melisa terus memegang pipi Naira , Naira menutupi nya dengan rambut,tapi Melisa begitu teliti dan melihat.
" Al pinjem kotak ajaib mu " Melisa teriak dari ruang tamu
" Kotak apa " Kepalanya nonghol di balik pintu.
" Oh sebentar sayang ".. melengos tanpa dosa
" Dasar gila " Melisa mengumpat kesal
bagaimana dia begitu tenang bicara'dengan ka Melisa,sedangkan tadi dengan ku cih dingin datar seperti pasir pantai.dan memanggil kak Melisa sayang apa benar ucapan ka Arga????
". ini Mel " Al masuk memberikan kotak dengan baju yang dia peluk di dada nya.
" Kau habis di sunat"? Melisa tak kuasa menahan tawanya akhrinya pecah menggema di seisi rumah..
" Sumpah aku minta maaf Al " haha Melisa terus tertawa
." Kamar mandi di mana "??? Melisa akhrinya diam dan menunjuk pintu di sebrang Al agak jauh.
" maaf Nai ,maafkan aku " Melisa memeluk Naira
__ADS_1
kakak begitu gembira dengan Kaka Al hmmm aku senang dia tidak terluka dengan perlakuan kakak padanya.
"Kau"??
" aehemmm ya "?
" kau kenapa membawa tas sebesar ini "? ? menunjuk ke arah tas di bawah kaki
" Aku ingin di sini saja bersama ka Melisa,terserah jadikan aku apa saja asal aku di sini '" Naira kembali menangis
" Jangan seperti itu ,kau adalah saudara Arga satu satunya" Melisa membujuk karena bisa gawat kalau Naira tinggal di rumahnya.
" Apa kakak keberatan,aku akan pergi" Naira berdiir mengancam!
apa apaan anak ini aku tidak selesai ganti baju, Jas navy dan kemeja putih manambah ketampanan dan kegagahannya Naira dan Melisa sampai bengong memperhatikan,dia kebingungan saat akan memakai dasi,tidak menemukan kaca!
" Melisa kau miskin sekali "! Al terus mencari keberadaan benda itu dan dia juga ingin melihat dia sudah rapih apa belum.
" Kesini dan diam " Menunjuk kan jari di wajah Al dan Al diam mematung
Melisa memasangkan dasi Al dengan seksama,Al terus memperhatikan dan tersenyum melihat wajah Melisa begitu dekat.
" Sudah ! sana pergi"! mendorong tubuh Al. tapi Al malah duduk di sampingnya.
." Tuan David belum ada di rumah jadi aku akan menunggu "! Al terus bermain dengan ponselnya.Mata Melisa terbelalak kesal engan Al Naira hanya tersenyum.
" Kakak aku ingin bicara berdua saja " Naira sambil melirik agar Al pergi.
" Jangan berusaha mengusirku "! Al diam tidak bergeming terus dengan ponselnya.
Melisa hanya memijit dahi nya sangat lelah dan merasa pusing dengan tingkah laku Al.
sementara Al terus memperhatikan Melisa begitu cantik walaupun hanya memakai kaos
__ADS_1
BERSAMBUNG