
Al terus melajukan kendaraan pelan ,dan melirik wanita kesayangannya di sampingya.Wanita itu melamun dan menangis mengusap lembut air matanya sendiri.Dia merasakan sakit seluruh badannya karena Arga mencengkram nya begitu kuat.Membuat lebam dahi dan bibir nya,lebam juga berada di tangan dan kakinya.Entah kenapa laki laki itu begitu tega menyakiti wanita yang tidak tahu kesalahan nya dimana.Sampai membuatnya marah.Jika memang benar sudah tidak perlu repot-repot karena mereka sudah bercerai dengan kehidupan masing-masing.
"Melisa ?" Al terus memanggil namanya.Tapi Melisa diam matanya fokus pada leher kekasihnya itu.Dia menghentikan kendaraan di depan apotek.Melisa hanya menoleh sebentar saat kendaraan berhenti.
" Duduk diam di sini!" Al beranjak keluar menuju apotik.Melisa hanya memperhatikan laki laki yang begitu mengkhawatirkan nya masuk ke apotik.
" Aku benar benar tidak tahu,apa yang aku ucapkan tadi!" Melisa menepuk dahinya berulang.Merasa bodoh dengan ucapannya.Yang spontan keluar begitu saja.Tidak lama Al keluar dan kembali ke dalam mobil.
" Kau tidak apa apa?" tanya Al terus menatap lekat wajah Melisa begitu lemah tidak berdaya.
" Maafkan aku!"Al mendekat mengelus wajah Melisa memperhatikan luka luka lebam di wajah kekasihnya itu,luka di bibir membuat darah menetes dari robekan kecil disana.Al mengusap perlahan darah yang turun melintasi garis bibir kekasihnya.
" Aku tidak apa-apa Al bawa aku kemana saja Terserah !" Melisa tidak menoleh sedikit pun padanya.Dia Putus asa benar benar putus asa.
__ADS_1
" Diam dulu ,tahan !"
Al mengoleskan salep di dahi dan dekat bibir kekasihnya.Untuk leher dia merasa tidak berani menyentuh.Tapi kecupan itu membuat lebam lebih berbeda dari luka lainnya.Antara kesal dan malu dia lindas begitu saja karena kekasih nya merasakan sakit oles oles lengan lembut,membuat Melisa melirik ke arahnya.Entah marah atau malu.
" Minum dulu " Mendekatkan lubang botol pada bibir melisa.Merasa cukup Melisa memegang botol dan memegang nya erat.
apa benar Al mencintaiku ???
" aku antar ke ibu ya,tidak mungkin kita pulang ke rumah mu,disana ada Naira !" Melisa hanya kendaraan melaju dengan cepat membuat Melisa takut karena Al sedang kesal saat ini.
Melisa menarik narik ujung baju Al dengan kuat.Tapi laki laki itu tidak bergeming mukanya begitu murka.Al.membayangkan jika.dia telat sedikit mungkin dia akan kehilangan Melisa selamanya.
" Maafkan aku !" Al meliirk Melisa dengan tatapan lembut.Wanita itu membuatnya pandai bersandiwara menahan emosi dengan wajah tampannya.Melisa diam menatap wajah laki laki di hadapannya.
__ADS_1
kau sangat tampan dan berkarisma Al kenapa mencintai ku dengan semua kekuranganku yang bahkan kaupun tahu itu apa.!
" Jangan melamun terus,kita masih lama kau bisa tidur dulu "kembali fokus pada kemudi.Dia sadar wanita di hadapannya bisa membuatnya tergila gila untuk fokus tetap pada wajahnya.
." Aku bahkan tidak bisa memejamkan mata untuk berkedip "
" Hahaha jangan terlalu dramatisasi seperti itu " Al terus terawa melihat wanita bodoh yang terus membuatnya tergila gila itu." Lupakan ada aku sekarang ".
" Entahlah kenapa kau begitu tidak mengerti apa yang aku rasakan saat ini " Melisa kembali menangis mendengar Al yang sama sekali tidak perduli dengan nya.
" Aku mau turun di sini saja ".
apa ini aku berusaha menghiburnya malah dia tersinggung.
__ADS_1
Bersambung