
Mereka bertiga sedang berbincang hangat.Melisa sesekali memandang ke arah pelaminan.Pengantin yang begitu romantis saling menatap dan menyuapi cake pernikahan secara bergantian.
Kenapa dulu kau menyanjungku setinggi langit sampai aku tidak bisa menolak,saat kau menyentuhku Arga.Aku masih tidak percaya itu kau ????
" Melisa makan lah aaaa " Al menyuapi Melisa yang sedang melamun.Menekan paksa suapannya akhirnya Melisa kaget dan Reflek membuka mulutnya.
" Al ...." Melisa tersadar dengan waras kembali .Kaget melihat Al sudah menekan bibirnya dengan lembut,kue langsug masuk ke dalam mulutnya.
Naira kebingungan melihat adegan seperti perang di hadapannya.Membuatnya kaget salah tingkah menggigit bibir Kelu.
" Jangan terus melamun aku mohon " Al berbisik pelan di telinga Melisa.Dia bisa merasakan aroma rambut yang begitu wangi memanjakan hidung mancungnya.Melisa mendorong Al ,dengan halus agar Naira berhenti menatapnya seperti bocah tersesat di kerumunan.
Sialan kenapa ******** itu kemari!
" Melisa berdiri"! Al menarik Melisa agar berdiri di sampingnya.
Menggandeng tangan Melisa,dia sadar kenapa Al melakukannya .Pasangan pengantin itu begitu penasaran ,melihat Melisa dan Al begitu romantis mengalahkan mereka yang sebenar benarnya pengantin.
" Selamat tuan atas pernikahan anda , perkenalkan ini Melisa "
Setelah berjabat tangan dengan paksa ,Al memancing arga yang memang menutupi pernikahan pertamanya dengan Melisa.
" saya Melisa tuan selamat atas pernikahan anda"
Melisa tegang saat berjabat tangan dengan masa lalunya itu.Arga tidak melepaskan tangannya,terus memandang wanita cantik di hadapannya.Al mulai geram serangan yang dia lukakan malah membuatnya mati konyol.
__ADS_1
Melisa menunduk dan berusaha melepas tangannya.Sampai Al memecah kedua tangan itu dengan tangannya, merangkul Melisa kembali.pengantin perempuan begitu penasaran dan menghampiri suami dengan kedua orang di hadapannya.
" Selamat nona atas pernikahan mu" Al kembali berjabat tangan.
" Terimakasih alvaro,mana kado untukku"
Al mengeluarkan sebuah kotak kecil dari sakunya.Dia memberikan kalung berlian kepada anak atasannya itu.
" Ayah kemarilah apa yang Alvaro berikan,cantik sekali terimakasih Al " Senyuman manis menyeruak dengan haru karena memang ,dia sangat dekat dengan Al bawahan ayah nya itu.
" Al kau yakin memberikan ini?"Tanya David tidak percaya.
" Iya tuan,ini untuk hadiah dari ku untuk kehidupan baru Nona "
Sialan apa ini kenapa memelukku!!! pelukannya begitu hangat semoga kau bahagia nona dengan mantan suamiku.
" kau memberi anakku hadiah berlian, lalu apa untuk calon istrimu ini Al"
David memegang pundak Al dan merangkulnya.
" Emmm apa ya haha,,,," Tertawa menyembunyikan kepanikan karena wajah Melisa sudah terlihat akan memakannya hidup hidup.
" Apa benar dia calon suami mu"?
Arga bertanya pada Melisa ,seolah dia tidak rela dengan apa yang dia dengar.Melisa diam membisu tidak berkata sampai dia merasa tersudut kan oleh diam nya itu.Mata melihatnya seperti akan membakar ya habis malam ini.
__ADS_1
" Iya dia calon suamiku,bukan begitu alvaro"?
Melisa mendekat dan Al merangkulnya dengan erat.
" Kau lucu sekali sayang Haha haha" tertawa lagi mencubit pipi Melisa.Melisa menginjak sepatu Al dengan keras tapi Al diam saja.Tidak merasakan apa apa.
Aku mau pulang Arum jemput aku,aku mati dengan pengakuan bodoh ku ini aaaaaa..
" Ayo makan makan dulu" David menyuruh Al agar duduk menyantap makanan yang dia sajikan dengan khusus untuk Al dan Melisa.Naira minggir pindah ke meja sebelah.
Kau mati gaya kak Arga?? kau melihat wanita yang kau cintai tapi tidak bisa memeluknya rasakan itu buah dari kesombongan mu.
" Hadeuh apa sudah selesai sandiwara ini ???
Melisa terkulai lemas menyender pada kursinya.
" Hahah kau imut begini sih "
Al kembali mencubit pipi Melisa gemass tidak tahan.Melisa mencubit dengan putaran kecil dan itu ampuh membuat Al meringis.
" Rasakan itu,habis makan kita pulang ya Al "
Al mengangguk dan Naira sudah ingin pulang juga akan pulang bersama mereka.Ke rumah Melisa.
Bersambung
__ADS_1