
Al menuju ke pendaftaran pasien ,dan duduk di kursi di depan meja .
" Pak,siapa nama istri anda " Seorang wanita bertanya dan terus memainkan komputer di depannya.
Al hanya menatap dan mengelus dahi kebingungan.
" Pak ,apa mendengar ku " Wanita tadi menoleh dan melihat laki laki di hadapannya adalah Alvaro.
" Alvaro bukan ya " malu malu tersenyum dan berdiri menepuk tangan salah tingkah.
" Apa kau mengenal ku " Al heran semakin bingung.
" Aku Followers Kaka loh " Tersenyum sumbringah,Al semakin bingung dengan wanita di depannya.
" Apa boleh meminta foto " Mengeluarkan ponsel dari saku nya.
" Tentu " Alvaro bangun dan mereka berdekatan
cekrek Cekrek foto dua kali, wanita itu tersenyum dan berjingkrak-jingkrak.
" Aku rasa dia gila " Al berusaha menghindar tapi wanita itu menarik nya.
" Kakak tunggu dulu,siapa tadi nama istrimu,aku belum memasukan namanya" Wanita itu sudah duduk di kursinya kembali.
" Melisa Siagian " Al langsung berdiri setengah berlari ke arah kamar Melisa yang sedang di periksa..
__ADS_1
" Kakak apa,,,?" wanita tadi akan melemparkan pertanyaan tapi celingak-celinguk tidak melihat Alvaro.
" Hah aku belum meminta no ponselnya,siapa tahu jodoh haha jadi istri muda kan juga ga papa" wanita itu tergelak dengan kata katanya sendiri dan kembali bekerja.
Al sedang duduk, melipat kaki nya dan mengusap dahi nya berulang.
" lama sekali sih " Al Berdiri kesal menunggu di luar.
" apa aku masuk saja ya " Bingung dan berfikir keras.tiba tiba seorang wanita keluar dari kamar Melisa.
" pak ,apa di dalam istri bapa " bertanya dan merapikan baju dan rambutnya.
" Hemmm " Al mengangguk.
" Al apa aku boleh minta foto " Penuh harap ingin mendengar jawaban I Y A .Dari laki laki tampan di hadapannya.
" Tentu,tapi sekali saja aku harus ke dalam"
." Iya iya tuan,aku tahu istrimu sangat cantik hehehe"
cekrek Cekrek setelah berfoto wanita itu berlalu pergi dengan sumbringah berlenggak lenggok.
" Aku terkenal sekali ternyata" Al menepuk dada nya dua kali penuh kebanggaan untuk diri sendiri,dan masuk ke dalam ruang Melisa di rawat.mekisa menyender pada ranjangnya akan turun.
" Aku saja ,diam di situ jangan bergerak" Al memerintah dan mendekat.
__ADS_1
" Apa kau sudah gila "? melisa kesal dengan wajah so imut di hadapannya.
" apa kau baik kan "? Tanya Al dan melisaa mengangguk.
Seorang wanita masuk , melihat Al dan Melisa dia tersenyum.
" Alvaro,ini obat yang harus kau tebus ya ,obat ini tidak ada di klinik,jadi kamu harus menebusnya " So manis so manja tidak sadar usia.
" Ok baiklah " Al menatap kertas dan memasukan ke saku celananya.
" Kalian serasi sekali"! Hmmm hmmm wanita itu terus memuji ,Melisa bingung dengan perkataan dokter yang memeriksa nya tadi.
" Hemm " Al tersenyum dan menggendong Melisa keluar semua mata kembali tertuju pada mereka.Melisa hanya tersenyum.
" Al turunkan aku"!. Melisa mencubit dada Al di di hadapannya.
" diam atau aku akan membanting mu" melotot dan mengendorkan gendongannya.
"Cih sialan"! Melisa kesal diam membalik wajah ke arah dada Al ,di sangat malu.
Al dan Melisa tiba di luar dan mendudukan melisa di kursi mobil.
" tunggu di sini ,aku akan membayar ke kasir dan menebus obat di klinik ini oke kau diam" Menunjukan jempol ke wajah Melisa agar dia diam.melisa akan menyahut tapi Al sudah masuk ke klinik.
Bersambung
__ADS_1