Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
Eps 51 Kedai


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 3 sore. Al bingung melihat Arum berbenah dan dia ikut membantu.


" Apa ini cafe "! tanya Al melihat gorden yang tadin tertutup di buka oleh Arum.


" Cafe kecil kecil an,anak anak suka nongkrong di sini ,kau akan melihatnya" sahut Melisa sambil memakai celemek.Dua anak kecil mendekat saat mereka tahu cafe sudah buka.


" kak Melisa"????? anak anak berteriak memanggil.


" Ada apa sayang,"? Melisa berjongkok menatap mereka dengan penuh semangat.


" kata mamah Bagas pisang crispy 5 ,jus mangga dua ya Tante"!


"siap siap " Melisa mengacungkan jempol dan Tertawa-tawa riang bersama anak anak


" Tante ayah Andre mau pisang crispy 5 dan jus melon 2 tante "


Melisa mengangguk mengarah ke meja yang sudah siap,kompor berada di sana juga dan melisa mulai bekerja,sesekali dia mengusap keringat karena panasnya kompor.


Al diam dan memperhatikan!


" Apa boleh aku membantu "? tanya Al


" Tolong lumuri pisang ini dengan bubuk roti ya"?


Melisa mengedipkan mata kirinya untuknya itu bercanda tapi tidak untuk Al dia Sangat mencuci tangannya dan melakukan apa yang di arah kan Melisa.


" Sini aku yang goreng"


" Aku saja"


" Jangan sampai gosong ya,nanti kau langsung aku pecat kalau salah bekerja "

__ADS_1


" Siap boss" Al mengedipkan mata nya karena tangan nya sibuk.


Melisa terbahak bahak dengan apa yang dia ucapkan barusan. Dia merasa jijik sendiri tapi Al sangat senang raut wajahnya dengan senyuman sejuta Watt sumbringah ,kalau bisa mungkin dia akan menari nari dengan Melisa.


" Mel ini sudah " Al memegang


" Masukan ke dalam cup di sisi mu ,itu"


menunjuk dan Al mengerti memasukan dan mengikat pakai karet gelang.Cup siap


" Masukan ke plastik ya Al " Melisa mulai menikmati jadi bos.


Melisa sedang sibuk mempersiapkan jus yang di pesan,Arum menata bangku karena ini malam Minggu sudah yakin banyak yang akan datang.


" terimakasih kasih permen gratis nya kak Melisa ,"!


kompak kedua anak itu bergantian mencium pipi Melisa,Al menikmati pemandangan begitu luar biasa di hadapannya.


semakin malam cafe semakin rame,lampu kecil kedap kedip di hidupkan Arum menambah suasana romantis ,anak remaja datang beriringan bersama pasangan masing masing.Tempat sangat terbuka tidak akan mungkin mereka mesum kan.Ini sudah ada di benak Melisa,banyak juga keluarga satu keluarga,ingin sekedar mencicipi jajanan murah terjangkau di kedai melisa.Malam itu sampai sesak teras penuh dengan pengunjung.Al mulai kelelahan dan berkeringat Melisa mengusap keringat Al dan menatap wajahnya.


" Kau pasti lelah pulang sana" Melisa terus mengelapkan handuk kecil pada wajah Al


Al


hanya diam menatap lekat wanita di hadapannya.


" Tidak aku di sini saja "! keras kepala.


"terserah lah" Melisa pergi mengelap kan handuk ke wajah dan dada nya juga yang berkeringat,


Al tergelak melihat pemandangan yang membuat nya malu sekaligus senang.

__ADS_1


aku rasa tidak ingin pulang andai dia mencintai ku,akan langsung aku nikahi besok pagi.


Gumam al sambil menuangkan air ke gelas dan meminumnya.Dan kembali ke tempat nya menggoreng pesanan semua pengunjung.Mata pengunjung menyasar nya dia juga merasa ada yang memperhatikan.Tapi dia tidak menghiraukan lagi.


" Alvaro"??? seseorang memanggil namanya.


dan Al menoleh,sumpah malu semalu nya ketemu atasan lagi goreng menggoreng dan masih pake seragam itulah di benak al sekarang.Al hanya tersenyum garing .


" Pak David " Al memberi hormat dan atasanya langsung menepis.


" kau kenapa sih " tergelak melihat wajah Al begitu kaget dan malu.


" apa dia kekasih mu yang selalu kau dongengkan di markas? " Menunjuk Melisa yang sedang melayani tamu.


" ehemmm" Al hanya mendelek mengiyakan.


" Hahha semangat dia perempuan baik al,aku sering kemari karena putra putri ku senang dengan makanan di sini " pak David menepuk bahu Al terus menerus,dan membuat Al semakin gugup.


" kau baru pulang tampaknya"? David terus melihat pakaian Al masih mengenakan seragam perang.


" Bagaimana keadaan perbatasan"? tanya David


" kalau genting saya tidak akan pulang pak" menggigit bibir bawahnya menyesali apa yang dia katakan.


" Hahah kau ini iya iya,besok temui aku di rumah " David menepuk bahu Al dan pergi kembali pada keluarganya.


" Hadduh " Al mengusap dada dan kembali menggoreng..


semua pengunjung dengan lahap menikmatinya.,Melisa antusias dengan kepuasan pengunjung nya.Al hanya melihat begitu bahagianya wanita yang dia kagumi .


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2