Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
sangat malu


__ADS_3

Setelah sholat dan makan Melisa mengurung diri dikamar.Melihat lemari untuk mengambil baju Al tapi dia tidak seberani itu.Sampai akhirnya Melisa keluar melihat Al yang sedang Cekikikan di atas sofa.


Al langsung memasukan ponselnya ke laci dan menutup mulut,tidak tahan ingin tertawa


"Al diamlah !"


" Kenapa,ini rumahku kenapa kau yang banyak ngatur sih !" ketus melindungi laci agar Melisa tidak dapat mengambil nya.


" Banyak foto ku sini aku mau hapus dulu !"mendekat pada laci dan berhasil membuka.Tapi kalah cepat dengan Al yang sigap mengambil ponselnya.


" Ini ponsel ku !" mengayun ayunkan ponsel di udara.Melisa kesal dan duduk di sebelahnya.Menjauh agar tidak rapat dengan laki laki menyebalkan menurutnya.Al menyender menggeleng kepala dan tertawa terbahak-bahak.


" Al diamlah !" Mulai menunjukan ketidak sukaanya.


" Lihat ini banyak yang komentar lucu tentang mu !" menunjuk foto di Instagram nya.Baru satu jam sudah ratusan yang mengomentari.


" Hissh apaan sih ,sini aku lihat !" merebut ponsel dan setengah kaget melihatnya.


*Selamat kak Al calon istrinya cantik dan manis ya hehe


aaaahhh aku patah hati hemmm

__ADS_1


kak Al aku nanti undang ya


Calon istri nya pede sekali ya haha


" Rambutnya bagus ya itu matanya bagus juga ah kak al*


" Apa apaan ini ,Al kau keterlaluan " melempar ponsel tepat mengenai hidung Al.Meringis pura pura kesakitan


" Maafkan aku ,aku tidak sengaja !" mendekat memeriksa wajah Al dengan mengusap lembut hidung mancung.Menatap dekat mata hidung dan semua titik wajah Al begitu tampan rupawan.


" Kau terpesona kan ?" Al membuyarkan lamunan Melisa .Melisa menjauh dan duduk dibawah tidak perduli yang penting dia menjauh kata hatinya.


" Kenapa belum tidur?" Al melirik jam ,dan memandang Melisa.


" Heuhhh merepotkan sekali,diam aku ambilkan " Al berdiri menuju kamarnya.Dia memilih baju yang di tubuhnya agak sempit agar tidak kedodoran di tubuh Melisa.memilih kemeja panjang berwarna Hitam dan celana panjang.


" Mandi dengan cepat ini sudah malam.Ini baju mu " menyodorkan baju kepada Melisa yang duduk memeluk lututnya.Melisa berdiri memperhatikan baju yang di berikan Membuka baju itu.


" Al ini sangat besar ,pasti kedodoran apa kau bisa membuat tubuh mu agak kecil sedikit " Menggeleng dan merapihkan baju kembali.


" kalau tubuhku kecil seperti mu,aku tidak akan bisa menggendong mu, kau tahu kau sangat berat " Al meledek dan melisa melihat lihat di bagian mana tubunya memiliki lemak berlebih.

__ADS_1


" aku sudah kurus seperti ini Al,masa aku berat sih ?" Melisa beranjak pergi Al memperhatikan nya.Kekasihnya itu begitu langsing dan mempesona semua laki laki akan tergoda melihat melisa,umpatnya kesal.


Al duduk kembali dengan ponselnya.Itu membuatnya tertawa tidak tertahankan melihat wajah Melisa dalam berbagai gaya.Satu gambar dia stel untuk wallpaper ponsel nya.


" Al apa kau tidak mendengar ibu mu ?" ibu menepuk bau Al.Kaget dan langsung berdiri menjatuhkan ponselnya.


" Aduh ibu ada apa membuatku kaget saja " Mengambil ponsel dan meletakan di dadanya.


" Kau mencintai Melisa?" menarik tangan Al agar duduk kembali.Mengusap lembut kepala Al.Al heran dengan sikap Ibunya.


" Kau sudah harus mempunyai pasangan anakku " air mata menetes dari sudut matanya ." Jika ibu tiada,kau dengan siapa kalau masih seperti ini , sendirian?".


" Apa yang ibu katakan ,kenapa seperti ini ?". meraih kedua tangan ibu dan menciumnya. " Aku tidak akan sanggup kehilangan mu ,jangan berkata seperti itu".


Al bersimpuh meletakan kepala dipangkuan ibunya.Wanita itu mengusap kepala Al dengan lembut tidak terasa air matanya semakin deras .


" Dengar Nak,semua manusia akan hidup dan mati,tidak akan bisa kita tolak mengertilah,kau pintar sangat pintar selama ini.Begitu sangat menyayangi wanita asing ini juga di hidupmu selama bertahun-tahun"


" Ibu,jangan katakan itu kau ibuku sampai kapanpun ".Al ikut menangis terisak pelan dipangkuan ibunya.


" Kau harus mewujudkan permintaan ibu apa kau bisa ?" . kembali menangis suaranya begitu berat untuk mengatakan ini.Ibu ingin sekali melihat Al bahagia walaupun jika saat itu tiba-tiba menjemput nya dari dunia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2