
" Bibi tolong bantu aku " Naira mengenggam tangan wanita di hadapannya.
" apa yang harus bibi bantu untuk Naira"? bibi mengeratkan genggaman tangannya, meyakinkan dia setuju dengan apa pun yang di minta Naira.
" Bibi Nai boleh minta alamat kak Melisa"?
Bibi hanya diam melepaskan genggaman nya,Naira merasakan usahanya sia sia.
Gadis ini bulak balik hanya untuk mencari Melisa,aku tidak bisa menolah Naira berbeda dengan arga.aku yakin tidak akan terjadi apa apa.
bibi bangkit dari duduk,Naira kaget dan yakin usahanya gagal.Tidak lama bibi membawa kertas sesuatu yang sudah dia tulis.
" bibi terimakasih banyak"!
" Husstt jangan berisik,ayo pergi cepat !"
Naira beranjak pergi dari kediamannya.dia tahu suaminya keras kepala dia sekali benci ,membenci juga orang yang dekat dnegan orang yang di bencinya.
Naira berjalan cukup jauh berjongkok mengetuk ponsel nya ,ojek online datang lagi.
Matahari sudah menampakkan dirinnya.Naira terus panik takut Arga menyadari karena semalaman dia mengatakan nya.
Ojek berhenti di alamat yang di sebutkan Naira,Naira melihat sekeliling sudah banyak orang lalu lalang .Dia melihat lagi kertas meyakinkan dan benar itu rumahnya.
Naira membayar ojek nya dan turun, celingak-celinguk!
" Permisi"! Naira memencet bell yang ada di pagar.
__ADS_1
* * *
Melisa hari ini santai karena memang hari Minggu.Setelah sholat subuh dia meringkuk lagi .Al mandi di mushola mengganti pakaiannya.Memakai Koko merah maroon dan sarung navy,duduk di teras rumah menunggu si empunya rumah bangun.Al membeli kopi dan nasi uduk dia merasa sangat lapar !
epilog
yang punya warung heran laki laki tampan sudah rapih keluar dari mesjid.
" Mas,orang mana mas "? tanya ibu kang uduk
" Orang bla bla " al mengatakan nama alamat rumahnya.
" Ampun jauh banget" ibu uduk tercengang padahal Al bohong.
" Mas calon suaminya mba Melisa ya"?
" Mas berkerja dimana mas"? tanya lagi ibu uduk
" Saya Tentara AD bu " Al bukan sombong dari pada bohong mending jujur.
" pantesan,itu badannya gede kaya gitu" Berotot kali Bu!
" Emm iya heheh " Senyum mulai terpaksa karena lapar uduk di tangan ga di bungkus2 malah terus nanya.
" Mas punya adik ga ya" tanya ibu uduk
" Saya anak tunggal Bu " menghela nafas
__ADS_1
" pantesan" bingung
" Pantesan apa Bu? ikut bingung
" Pantesan apa ya? emmm pantesan ganteng heheh"
gak jelas ini ibu ibu,itu uduk ga di bungkus bungkus kopi udah mulai menyusut.
" Maaf Bu bisa cepat sedikit? saya sudah salatri bu!" Al memegang perutnya
" ahoww ya ampun sebentar sebentar"! panik ga jelas.
Akhirnya selesai saat mau bayar ibu menolak,tapi Al memaksa akhirnya diterima juga selembar uang biru, dan melengos masuk! Al heran dan pergi terserah dengan kembalian yang penting makan.
* * *
Naira terus menunggu akhirnya gerbang terbuka, Seorang laki laki tampan yang membuka nya.
" Kak Melisa nya ada ? Naira
" ada ,ayo masuk"! Al berjalan santai kembali melahap sarapannya.
" Kau mau"? Al menawari tapi Naira menggeleng kepala.
Naira memperhatikan laki laki di hadapannya memang dia,yang foto nya viral saat menggendong Melisa waktu itu.. Naira terus memperhatikan sampai Al menyadari,tapi terserah membiarkannya dan terus makan.Naira mau bertanya tapi takut dan malu.
__ADS_1
BERSAMBUNG