Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
Arum khawatir


__ADS_3

Arum dan Naira duduk di kursi depan rumah


Menunggu kepulangan Melisa bahkan hari ini kedai tutup banyak yang sudah datang.Arum berusaha menjelaskan agar semua pelanggan tidak kecewa.Arum terus menelpon Melisa tapi tidak aktif dari kemarin.


" Kakak kenapa kak Melisa belum pulang?"


Naira menggoyangkan bahu arum dengan air mata yang terus menetes." Kaka jawab aku !"


" Bisa diam tidak,aku juga sama khawatir tahu "!Arum berteriak kesal pada gadis disampingnya.Dia semakin pusing karena memikirkan Melisa dan juga harus membujuk Naira. " kau punya no ponsel Alvaro tidak "? .


" Ada, untung waktu itu aku ambil dari hp kak Melisa " Naira mengeluarkan ponsel dari saku celananya.Berusaha mencari no kontak Alvaro yang dia simpan.


" Sebutkan ,aku akan telpon dia sekarang juga "! Arum mengetikkan beberapa no yang Naira sebutkan ,dia juga takut kalau Melisa tidak ada dengan Al lalu dimana ? ." Angkatlah bodoh,lama sekali sih ?".


Satu panggilan untuk Al tidak dijawab .Membuat Arum semakin frustasi panggilan kedua dia coba berharap Al mengangkat telponnya sekarang.


Di rumah kayu.


" No siapa ini ?" Al sedikit heran dengan panggilan di ponselnya membiarkan begitu saja.Sampai panggilan kedua dia semakin heran dan menyerah mengangkat telponnya.

__ADS_1


" Hallo siapa ?"


Sial kenapa dia tahu no ku si!


" Emmmm,kenapa memangnya"


Al berusaha menyembunyikan Melisa dia tidak mau Arum dan Naira sampai ke rumahnya untuk sekarang.


" Aku juga khawatir,aku sangat khawatir malah!" membalas teriakan Arum


" Siapa bilang aku tenang tenang aku akan mencari ,kau tidak usah biar aku saja ?" tutttt Al menutup telpon tanpa pamit.Dia tidak mau terlalu lama meladeni arum yang selalu membuatnya kesal.


" Aku tidak menyangka Arga yang dulu begitu mencintai ku,sekarang menikah dengan orang lain dan menyiksaku seperti ini "


Melisa melihat bayangannya di cermin.Melihat sekujur tubuhnya begitu memar dan kecupan di leher ,semakin membuatnya sedih menjambak rambut nya sendiri dan terus menangis tersedu-sedu.


" Memang kau selalu melakukan nya dulu,tapi sekarang ini aib untukku Arga,kenapa kau melakukan ini " Melisa terus berusaha mengorek ngorek lehernya dengan kasar.Dengan kuku nya sendiri.Membuat lehernya lecet dan berdarah.


Jekrekk.suara gagang pintu di buka dengan paksa.Melisa mengunci dirinya sendiri dikamar Al.

__ADS_1


jekrekkk jrekk diluar Alvaro terus berusaha membuka pintu.


" Buka pintunya !" gedoran kerasa berkali kali membuatku kegaduhan dirumah kayu tersebut.


" Buka,kalau tidak aku dobrak "! berteriak dengan amarah dan rasa khawatir.Alvaro ingat dengan saat Melisa akan mengakhiri hidupnya sekarang juga dia khawatir hal yang sama terjadi.


Tidak lama pintu terbuka .Ibu berusaha ingin masuk tapi Al melarang.Al masuk melihat Melisa duduk mendekap kedua lututnya.Menangis histeris.


" Ada aku disini ,maafkan aku yang tidak bisa menjagamu " Al berdiri cukup jauh.Tapi Melisa masih tetap dengan posisinya.


" Kau tidak salah Alvaro,aku yang salah kenapa menikah dengan laki laki sebejad dia !"Melisa mendongak ke arah Alvaro yang ikut duduk,dengan posisi sama seperti Melisa.


" Aku ingin sendiri Al !" Melisa berdiri dan berniat ingin berbaring di atas kasur.Al kaget melihat leher kekasihnya itu darah sampai membuat bercak dibaju Melisa.


" Kau apa apaan hah,Kenapa menyakiti dirimu sendiri apa yang kau lakukan ,kau kenapa tidak sekalian menggantung dirimu sendiri di atas pohon sana,kenapa susah payah menggorok lehermu !"


Al menyibakkan rambut Melisa.Memeriksa luka dilehernya itu.Memeriksa dengan teliti meniup luka agar kekasihnya tidak merasakan sakit.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2