Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
eps 64 yakin?


__ADS_3

Melisa, Arum dan Naira selonjoran santai di ruang tv .hari ini mereka membuka kedai lebih awal dan pengunjung melonjak saat Alvaro memposting di Instagram nya.Banyak pengunjung yang tidak kebagian kursi duduk tapi mereka tidak masalah lesehan Menikmati jajan di kedai Melisa.


Naira baru pertama kali membantu merasakan kepayahan untuk mencari uang.Dia memikirkan untuk tidak kuliah tidak berpikiran ke sana,bahkan melihat kakaknya seperti itu Naira semakin tidak yakin Kakak nya akan membantu biaya kuliahnya.


Dengkuran Arum membuat Naira gagal fokus dengan pemikiran nya.


" Kakak" Narka melihat melisa memejamkan mata tapi tidak tidur,tangannya mengetuk ngetik lantai dengan kuku panjang nya.


" Hemmm" asal menjawab karena lelah


" Aku ingin selamanya tinggal di sini ,adopsi aku jadi anakmu saja kakak"


Melisa tergelak dan membuka matanya.Naira cemberut dengan reaksi melisa pada nya.


" kakak aku serius"? Naira merasa kecewa " kakak aku menyayangimu" Naira memeluk Melisa erat.


" Aku juga menyayangi mu" Membalas pelukan Naira " Apa boleh aku bertanya dek"? Naira mengangguk menatap mata coklat Melisa berkaca kaca " Apa benar kakak mu sama sekali tidak menghubungi mu.?" pertanya Melisa membuat Naira menangis tersedu-sedu memeluk erat-erat orang yang dia sayangi sekarang.


" kakak jangan tinggalkan aku,aku hanya punya kau kakak" Naira terus menangis dia tidak mau kehilangan Melisa seperti kehilangan kakak nya.


" Ayo tidur,jangan menangis lagi ya.!" Melisa mengusap air mata kesengsaraan Naira dengan jemari mungilnya.Dia masih tidak percaya bahkan orang yang mengaku orang tua dari mantan suaminya juga menghilang.Mendengar kalau perusahaan sudah rumit mereka memilih pergi keluar tidak mau ikut campur,kedukaan Arga dan Naira.

__ADS_1


Melisa terus hanyut dalam pikiran nya sendiri,membuai Naira agar tertidur pulas dalam dekapan nya.Anak ini yang selalu ceria menjadi rapuh berselimut kedukaa.Jika aku tidak dengannya dia dengan siapa? begitulah isi pemikiran Melisa, mengkhawatirkan gadis yang didekapnya,sampai dia merasa juga lelah dengan pikirannya yang kemana mana , tertidur pulas saling memeluk satu sama lain.


Mereka bertiga tidur hanya beralaskan karpet tipis, satu bantal guling mereka pakai bertiga.


* * *


Alvaro bingung.


Dia ingin menghubungi pujaan hatinya.Tapi tidak memiliki keberanian.Mennggengam erat ponsel dalam kepalan tangannya sampai berkeringat.Ibu hanya melirik memperhatikan terus menerus dengan tingkah laku Alvaro.Dia mengurus nya dari bayi ,dia tahu bagaimana raut wajahnya saat marah senang atau pun ekspresi lainnya.


" Dia sedang apa sekarang,aku lihat Instagram banyak yang mampir ke cafe kecil itu"! membuka ponsel kembali melihat banyak yang tag namanya di postingan mereka.Memang al terkenal dengan foto-foto tampan nya di akun media sosial.Mereka menggilai seseorang tanpa dia melakukan apa apa.Melakukan sesuatu yang sama dengan mengapload foto yang paling bagus membuat Al lumayan di kenali,Dan sapaan hangatnya saat membalas komentar baik atau buruk dengan caranya sendiri.Untuk haters yang super nyinyil dia suka lebih agresif dengan tangannya membalas komentar pedas dengan semburan api dari jemarinya.


" Apa aku telepon atau kirim pesan dulu ya."?


"Ada apa ?" Dingin menunjukan sifat kedinginan nya.


" Aki tidak tahu lihat besok saja,untuk malam ini lembur lah ajak yang lain,aku tidak mau ada kesalahan "


jemarinya mengepal kesal pada ujung sofa menusuk nusuk beberapa kali,dia yakin sesuatu terjadi di sana. " Jangan menanyakan aku di mana ,aku di tempat yang tidak akan Kalina tahu sampai mati pun .!"


" Aku sudah bilang ini hidup ku, tugas mu melakukan perintah ku, bukan?" tututt panggilan terputus.Suasana hati Al kesal berkecamuk dia selalu berusaha terbaik tapi ada saja yang melakukan tindak lain dibelakangnya.

__ADS_1


" Al,apa ada masalah ?" ibu bertanya karena dia mendengar desahan kekesalan dari Al.Dia tahu sekarang suasana hati Al sedang kesal.pertanyaan pun tidak perlu di jawab ibu langsung tahu dan menjauh,agar Al tenang.


kring panggilan masuk lagi.Wajah nya berbinar membaca siapa yang menelpon nya,


panggilan masuk " Melisaku"


" Hey apa ini benar terjadi ?" Al tidak percaya dan menekan tombol hijau di layar ponselnya.


" Hallo" diam " Aku belum tidur,ada apa" diam " Besok?aku tidak tahu lihat besok saja " diam lagi " Kau rindu padaku tidak " diam " sudahlah sana tidur menganggu saja" Tuttt telpon terputus.


Bersambung


Epilog


Melisa terbangun dengan dengkuran Arum yang menusuk Melisa duduk dan sedikit berfikir meraih ponsel,mengerikan nama " Alvaro kekasihku" muncul ,dan menekan panggilan pada Al yang jauh di sana.


" Hallo Al,kau sudah tidur?"


" Oh ,aku ingin bertemu dengan mu di taman Xx apa bisa?"


" Pertanyaan apa sih ini,aku tidak Rindu pada mu Al"

__ADS_1


" kenapa marah kau yang bertanya aku menjawab"!


Tutttt panggilan terputus.


__ADS_2