
Melisa masuk ke ruang kelas.Hati nya masih tidak percaya dengan tidak karuan dia memaksa untuk mengajar karena itu memang tanggung jawabnya.Semua murid hanya di suruh menulis dan mengumpulkan nya nanti.
" Ibu Ica kenapa ya " Tanya seseorang siswi
" Dia galau kemarin aku tolak " celetuk siswa asal menjawab.
" Rey dan meli maju ke depan "mereka kaget mendengar ibu guru nya meminta agar ke depan.mereka berdua patuh pada guru Favoritnya.
" Jika kalian mau hidup berguna,mulai dari sekarang hargailah siapa pun ,jangan meledek apalagi menghina nya" Melisa merapihkan buku seraya pergi karena bel istirahat berbunyi.
" aku tidak suka dengan hari ini ibu ica sangat dingin "!.Tegas meli memelas tak percaya dan.duduk di kursi nya, sementara semua murid yang lain berhambur ke luar.Mekisa sedang berada di ruang guru masih dengan pikirannya sendiri, mengeluarkan ponsel dari saku celana.
(.*rum , jemput aku aku mau pulang.) pesan untuk Arum.
(Dasar,aku sedang bekerja !pulang sendiri sana ,jangn terus memikirkan yang tadi Arga bahkan sama sekali tidak mencintai mu Mel.).jawaban Arum.
(.aku ok aku akan membuka kedai lebih awal hari ini ) membalas pesan Arum dengan menahan emosi.
__ADS_1
(Terserah) balas terkahir Arum*.
" Dia bahkan tidak memikirkan perasaan ku dasar" Melisa menyilangkan tas di tubunya.
" maaf pak permisi" Melisa berdiri di kursi kepala sekolah.
" Ada apa Bu " pak Haikal melipat tangan di meja karena jarang jarang melisa mengajak nya bicara.
" Saya ijin ,ada keperluan mendadak apa ijin saya di terima" Tanya Melisa dan memasang senyum.
" Tentu,kau guru yang rajin ini pertama kali meminta ijin dari ku" Ucap pak Haikal melanjutkanmm menggesek pena di atas kertasnya.
" Waalaikumsalam"Jawab pak Haikal dan melanjutkan pekerjaan nya.
di luar Melisa berpapasan dengan murid nya fajar .
" Bu mau pulang"!? tanya fajar dan berhenti di depan gurun nya.
__ADS_1
" Iya ada urusan "! Melisa melengos akan pergi tapi fajar menawarkan sesuatu yang membuatnya gusar.
"Aku bisa mengantar ayo! berjalan memimpin
" Jangan Nakal "! Melisa langsung berjalan dan tersenyum melewati fajar,fajar menggeleng kepala sedangkan semua yang melihat tertawa meledek fajar di tolak guru nya
" Diam kau " fajar teriak dan mengepal tangannya seperti tonjokan akan mendarat seketika.Fajar berlari menuju kelas dan Melisa sudah ada di depan gerbang menunggu angkot lewat apa saja yang ingin dia naiki untuk sekarang.
" kir kiri " Melisa melambaikan pada angkot sedang berjalan mendekat padanya,Melisa naik duduk di dekat pintu,angin meniup kan rambut harum nya membuat laki laki di belakang nya tergelak menikmati.
" Tolong menjauh dari saya "! Melisa menoleh melihat seseorang memegang rambutnya.Laki kaki itu terus melanjutkan kegiatannya dan menatap penuh nafsu pada Melisa..
" kiri kiri " Melisa menghentikan angkot tapi dia tidak turun,semua mata tertuju pada nya yang sedang menampar bulak balik laki laki ynag berusaha kurang ajar padanya.
" Mana tangan mu yang menyentuh rambut ku tadi " Melisa menarik laki laki itu agar keluar,laki laki itu kepayahan karena tendangan Melisa di area ular kobra nya.
" ampun nona " laki kaki itu bonyok di hajar Melisa pakai sepatu,semua menonton dan tertawa mendukung apa yang Melisa lakukan.
__ADS_1
" jika kau melakukan nya lagi,semua orang akan menghajar mu lagi " Melisa mengancam dan menjentikan jari, sambil menarik kerah pria itu.Dia sangat takut dengan tatapan Melisa dan menciut kabur semua orang bersorak " Huuuuu" Mengejek laki laki tadi.
Bersambung