
Al memasukan beberapa bahan makanan yang dia lihat sudah habis dirumahnya mendorong troli belanjaan kesana kemari mengambil bahan bahan dan makanan incaran nya.
aku ingin bertemu manager nya,apa dia akan mengenaliku ,kita lihat nanti.
" emm apa lagi ya tadi yang habis " Al berjongkok melihat lihat semua barang.memgecek kemasan dan tanggal kadaluarsa.Dia melihat cukup baik dan tidak ada masalah.
Naira yang mengendap endap kelelahan mengikuti Al.
"Ya ampun dia laki laki apa perempuan sih,pandai sekali memilih belanjaan bumbu dapur seperti itu!! aku lelah uhh keringat ini" gumam gumam Naira yang mengusap peluh diwajah dan dadanya.
Al selesai dengan belanjaannya.Menuju kasir tapi dia terhenti saat melewati ruang khusus para pekerja.Disana seorang wanita menangis Al melirik kakan kiri ,agar aman dia masuk ke dalam. Naira yang memperhatikan heran apa yang akan dilakukan Alvaro pikirnya.
Alvaro berhasil masuk dan membuat kaget wanita tadi.
" Anda siapa tuan?" meremas kerah bajunya dan menangis ketakutan.
" Tenanglah aku tidak jahat,diam suttt!" menekan jari dibibirnya.Agar wanita itu diam.Dia mengangguk melihat wajah Alvaro yang serasa tidak asing menurutnya. Rasa takutnya hilang dan dia sekarang berfikir keras untuk mengingat.
Al masuk ke dalam memeriksa semua barang disana.Semua pekerja sedang diluar tapi tidak dengan wanita itu.
Al mendekat kembali ke wanita tersebut.
__ADS_1
" Kau kenapa ceritakan padaku !" Al jongkok mengulurkan tangan.Wanita tersebut meraihnya tanpa ragu dia mengingat siapa laki laki dihadapanya. Al memapah dan mendudukan nya dikursi tidak jauh dari mereka.Al melihat situasi dan menutup pintu, Tanpa dia sadari Naira bersembunyi dibelakang kardus barang barang disana.
" Ceritakan sekarang sebelum smeua orang datang !" Al menatap lekat wanita dihadapan nya.
" Tuan saya baru saja dilecehkan oleh manager disini.Saya bahkan akan dipecat sekarang tuan,dia melakukan hal yang sama kepada beberapa pekerja wanita disini dia. mengancam saya "penjelasan disertai isakan tangis .Membuat Al murka mengusap wajah nya yang berkeringat.
" Apalagi yang dia lakukan? apa dia menjual barang keluar ?" Tanya Al.
" Tidak tuan, tapi dia selalu menunda memberikan gajih pada kami.Bahkan THR tahun kemarin masih dia tahan,kami tidak bisa mudik lebaran karenanya.Apa daya rakyat kecil seperti kami tuan tidak perlu baju lebaran asal kami bisa pulang itu cukup untuk kami" Semakin terisak meremas kursi yang dia duduki.
Al mendesah berdiri mengepal kedua tangannya. Dia mendekat ke arah laci memeriksa semua catatan dan data di komputer , memainkan jemarinya matanya fokus memeriksa data data, pembelian barang dan penjualan setiap bulan.
Hampir saja aku ketahuan , sebenernya kakak Al siapa kenapa dia begitu murka,wajah manisnya hilang entah kemana!!
" Kapan dia akan datang ?"
" Dia sudah datang tuan,dia diluar sedang mengamati semua pekerja ."
" Bagaimana aku bisa membuatnya kesini !"
" saya akan keluar tuan " Wanita tersebut merapikan pakaiannya.Ada kebahagiaan Dimata nya bahwa laki laki bejad itu akan segera mendapat balasan atas perbuatannya n.Al duduk menunggu manager sialan itu masuk.
__ADS_1
Tidak lama manager itu masuk dan berteriak.
" Siapa yang berani masuk kesini,dan mengancam ku !" teriak manager itu membuka pintu.Dia tidak senang melihat Al yang sedang menatapnya duduk dikursi yang sering dia gunakan bahkan pekerja dia larang,untuk duduk dikursi tersebut.
" Apa ada masalah?sampai anda selancang ini masuk ke ruangan saya tuan ?" mendekat dan menarik kerah baju Al .
Al menepis tidak terima memelintir tangan laki laki sialan itu,menekan belakang kakinya.Membuat manager itu duduk dengan terpaksa, kesakitan di kaki dan tangannya membuat dia berteriak. Al Tersenyum berpaling ke arah lain.
Tidak lama pekerja pria masuk ke dalam,mendengar keributan. Mendekat ke arah Al .
" Maaf tuan apa ada masalah ?" karyawan laki laki itu membungkuk.Dia kaget melihat manager yang selalu menindasnya tidak berdaya,kalau dia bersikap kurang ajar mungkin dia bernasib sama gumam laki laki tersebut.
Al berpaling melihat pekerja yang sangat sopan padanya.
" Tuan?" laki laki tersebut kaget melihat wajah Al dia mengenali saat peresmian supermarket.Ayah Alvaro memasang wajah Al dimana mana sedangkan Al saat itu masih bertugas di kemiliteran. Tidak tahu sama sekali Ayahnya bekerja seperti apa.
" Tuan Alvaro Siagian?" laki laki tersebut terbata bata melihat Alvaro tersenyum padanya,walaupun jelas amarahnya belum reda.
" Akhirnya kau mengenalku" Al menepuk nepuk bahu laki laki dihadapannya.
Bersambung
__ADS_1