
Berlanjut
bapa juga menyuruh Arum mendekati bapanya itu
Melisa dan Arum menangis mendengar Bapa berbicara
Melisa mendekat lebih dulu sampai
"BAPA.,KENAPA BAPA berbicara seperti itu.tidak Ica sudah berjanji akan menghabiskan waktu lebih lama dengan bapa mulai skrg,karena Ica sudah menyelesaikan sekolah sampai lulus.
Ica menatap lekat mata bapanya
Arum menyusul mendekat mereka berdua dengan tangannya
"tidak bapa ga boleh mikir sesuatu yang seperti itu ,Arum belum membawa bapa jalan jalan.
mereka bertiga hanyut dalam dekapan satu sama lain
itu adalah momen terkahir sblm Melisa dan Arum berangkat ke luar kota untuk bekerja.
Wusssssss angin meniup wajah Melisa diluar kantor ,sdang menunggu mobil untuk segera berangkat ke kampung halamannya
__ADS_1
Meraka berangkat jam 07:30
sampai juga akhirnya dikampung pukul 18:30
Melisa berlari dr mobil menuju rumahnya
dia melihat orang banyak,bendera kuning tertancap jelas dijalan masuk ke rumahnya.
"Rum ,liat wanita ****** itu dia memandang kita berdua seperti akan memakan kita utuh utuh.ucap Melisa menggandeng tangan Arum
Arum menyeringai sinis
"biarkan dia ca , jangan menggubris wanita sialan itu nenek sihir rambut direbonding.kampret sialan.
.JELESS jelaSSS MEREKA SANGAT BENCI melihat Ibu ibu itu ,ibu itu ibu tiri melisa Ratna namanyadia sangat muda jauh dr umur bapanya dulu bapanya dijebak agar dia menikah dengan bapa Melisa yang lumayan beruang , saat Melisa kecil Melisa dikurung digudang dan arum yang membukakan pintu gudang sejak itu mereka berteman dan bapa mengambil tanggung jawab kehidupan arum,
Melisa lari terkejut kedalam rumah
"mana bapakku,mana jasad bapakku ibu tolong kenapa ini apa yang terjadi " Melisa kaget mereka tidak sekalipun memandang Melisa ,Rani mendekat ke Melisa dan Arum berbisik ditelingan Melisa,Ratna mengatakan kalau Melisa dan Arum menelantarkan bapanya, bapanya langsung dimakamkan tanpa menunggu Melis dan Arum .
*kurang ajar ,kau memakamkan tanpa menunggu ku ,aku anaknya Bu aku dan Arum anaknya.aaaaaa kurang ajar aku menghormatimu karena bapak ku sekarang aku tidak akan melunak lagi sialan. ucapan melisa membuat Ratna Menelan ludah jleb dia tidak bisa berkata
__ADS_1
arum menahan tubuh Melisa yang terlihat ingin menjambak ibu tirinya itu Ratna dan Melisa hanya berbeda 8tahun betapa mudakan ibu tirinya ,dengan sifat jahat mengutuk anak tirinya setiap hari
suttttytyt bruggggg Seorang laki laki datang mendekat, dia adalah paman Melisa.mendorong kerasa Ratna yang berusaha meraih tangan Melisa Karen geram
"Melisa cepat ikut paman,jgn mengotori tangan sucimu menyentuh wanita sialan itu. ucap paman kepada Melisa dan menarik Melisa dan Arum mengikuti dibelakang. Menarik mereka berdua agar mengikuti nya ,Paman mengarah ke makam umum satu satunya dikampung ya itu
tidak lama kemudian mereka sampai
diatas tanah satu makam yang masih baru
"paman,apa ini makam bapa.
tangis langsung banjir dari matanya
"iya ,ini makam bapamu Melisa,ucap paman sambilmenyeka air mata dimatanya sendiri
"BAPAAA,maafkan Ica ,bapa tolong maafkan Ica dan Arum sudah meninggal kanmu dengan Ratna ,ampuni aku ya Allah meninggalkan bapa , Melisa beristighfar karena sesak didadanya makin menyeruak
dari belakang arum juga menangis
sambill bergumam
__ADS_1
***ya Allah tolong tempatkan bapakku ditempat terindah mu Amiin** .gumam Arum dan mengaminkan
Bersambung*