Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
Eps 41 menangis


__ADS_3

" kau dari mana saja"?


seseorang menghambur memeluk Melisa erat,melisa menoleh dan itu arum.


mereka berpelukan menangis bersama terasa lama tidak lama berjumpa.


" aku lelah mencari mu "! Arum memegang pipi melisa.


"maaf aku merepotkan mu ,arga juga pasti khawatir istrinya hilang hehe "


Arum melengos mencari topik lain !


"ayo kita keluar dan mencari makan"!


" Sebentar aku menunggu teman ku "


" Siapa "?


Al berjalan menyisir rambut dengan tangannya yang berkeringat.Arum terpesona melihat seorang yang tampan ke arahnya dia makin mendekat


.


" Oh tuhan sungguh sempurna ciptaan mu"


" dia ke arah ku " tersipu malu menutup wajah dengan telapak tangan


Melisa hanya diam melihat tingkah bodoh temannya.


Al berjalan melewati arum,dan mendorong belanjaan dengan tangan kiri, tangan kanan merangkul melisa agar mengikuti nya,melisa kaget tidak bisa kabur, tangannya begitu keras .


" Hah,apa ini "? arum terkejut dan mengikuti mereka berdua dari belakang.

__ADS_1


Setelah membayar ke kasir ,Al menyeret melisa keluar dengan merangkulnya.


" Aww sakit" pura pura agar Al melepaskan nya.


"Maaf " melepaskan rangkulannya dan berjalan ke arah Restauran di dekat supermarket, Arum dan melisa mengikuti dari belakang.


Al duduk ,mereka tadi yang mengikuti duduk di hadapannya.


" Aku lelah sekali " Membentangkan tangan tidak perduli siapa yang di dekatnya.


" Melisa,dia kenapa " tanya Arum


" Dia gila "! Melisa menjelaskan,dan mereka berdua cekikikan bersama


" Aku tidak tuli " Al bicara tapi tidak menoleh sibuk dengan ponselnya.


" Kau mau pesan apa " Tanya Al pada melisa..


" aku tidak suka jawaban terserah !


" jus mangga dan spaghetti" Melisa melihat menu makanan di atas meja.akhirnya Al diam.


" Kau tidak akan menawariku" Tanya Arum


Al diam masih dengan hidup nya, ponsel nya maksudku.


" Hello" Arum mengibaskan tangannya di depan Al.


" ok pesan saja terserah" Al menimpal masih sibuk dengan ponselnya.


" cih belagu"!

__ADS_1


" aku tidak tuli !


Arum diam kembali ke topik yang ingin dia bahas,menarik melisa agar menjauhi singa di depan mereka


." Bicara di sini jangan di kursi lain " Al tanpa menoleh masih dengan hidupnya.


" Ok begini ,aku ingin memberi mu kabar " Arum sedikit gugup dia takut Melisa akan histeris.


" Kau tahu kan arga bahkan tidak menjenguk mu di rumah sakit?"


pura pura bermain ponsel al mengernyit kan dahi nya saat mendengar sesuatu di hadapannya.


" Melisa aku yakin kau bisa hidup tanpa laki laki gob***k.itu kan"?


" apa yang sebenarnya ingin kau katakan padaku" melisa menggenggam tangan arum dan mata nya mulai berkaca kaca akhirnya satu tetes lolos dari mata coklat nya.


" dengar,jangan menangis aku tidak akan lanjut kalau kau begini"!


" Ok ok aku berusaha diam". Melisa mengusap matanya berusaha kuat.


Al semakin tidak kuat dengan diam nya,bibir nya mulai menggerutu!


" aku setiap hari memohon pada nya agar menengok mu,, bahkan aku menjelaskan kalau kematian anak kalian bukan kesalahan mu,itu takdir kan?.Allah Lebih tahu apa yang di rencanakan-Nya dengan mengambil anak dari kalian,kan"?? Arum menghela nafas panjang.


Al menekan nekan jarinnya di dahi!


" aku tidak percaya bahwa arga ,befikir aku yang menginginkan ini terjadi,aku setiap hari harus membuang air ASI ku rum ,itu menyakitkan rum, belum jahitan ini ,ini sangat perih dan sakit aku bahkan tidak bisa batuk dan bersin, rasanya semua getaran itu menyerbu ke luka ku dan itu sangat sakit rum " Melisa tidak kuasa menahan air matanya dia terus menangis .


" Tolong tenang " Arum memeluknya .


Al menekan dahi,dengan kedua jempolnya dan menaruh ponselnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2