Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
Diam


__ADS_3

" Al aku tidak apa apa !" melepaskan tangan Al dari lehernya.Tapi tetap Al bersikukuh memeriksa luka tersebut " Al Tolong lah ".


" Diam " Al berteriak di hadapan wajah melisa.Dan membuatnya kaget ,Melisa tidak pernah melihat Al seperti ini sebelumnya " Maafkan aku ,aku tidak bermaksud menyakitimu ".


" tolonglah diam sekarang ,kau mengerti ?" .Membujuk dengan selembut mungkin agar wanita kesayangannya,berhenti menatap karena ketakutan " Ikat rambut mu,aku akan keluar mengambil kotakku ".


Al keluar ,menuruni tangga dengan cepat ,melangkah ke luar rumah membuka mobinya.Ibu hanya memperhatikan tidak berani menanyakan apapun,dia tahu Alvaro sedang marah walaupun berusaha menutupi,Al sangat marah dengan kelakuan Melisa kali ini.


setelah menemukan yang dia cari.Al kembali ke dalam rumah,Melisa masih diam meneteskan air matanya.Dan itu membuat Al merasa bersalah.


" Melisa maafkan aku,aku tidak bermaksud apa apa tadi.Aku mengkhawatirkan mu Melisa,aku menyayangimu.Kau tahu apa yang ada dipikiran ku tadi ?" .Mengatakan panjang lebar,agar Melisa tenang itulah yang dia lakukan.Berdiri dibelakang sofa mengikat rambut kekasihnya yang terburai tidak jelas acak acakan.


" Aku takut kehilanganmu " Mengusap lembut kepala Melisa.Dia hanya diam dan memejamkan mata.Al menyelesaikan tugas mengikat rambut dan duduk samping Melisa.


Al kenapa kau menyayangiku,aku tidak pantas!!!

__ADS_1


" Al aku minta maaf ,aku melakukan ini bukan untuk bunuh diri aku bersumpah " .Melisa menjelaskan apa yang dia lakukan tidak seperti waktu itu.Saat Al menolong nya diatas gedung rumah sakit.


" Diam aku akan memeriksa mu " Al Menarik kursi dan duduk dihadapan Melisa.Melisa terkejut dengan apa yang dia lakukan.Meraba raba leher Melisa sesekali dia mengernyitkan dahinya.Luka di leher itu berada tepat bekas kecupan yang kini terganti dengan luka.


" Nanti juga hilang,kenapa menyakiti diri sendiri ".Mulai membuka kotak mengeluarkan kapas yang dia beri alkohol mengusap ngusap nya pelan luka itu.


" diam kalau takut pejamkan mata mu!".


" Apa kau pikir aku akan bisa setiap saat mengaca diri.Dan melihat ini !" menunjuk leher yang sedang diobati Al.


" Apa yang dia katakan?" Melisa memegang tangan Al karena penasaran.Dia tahu kalau Arum pasti mencari nya sampai sekarang.


" Apalagi ,tentu dia sangat khawatir !" terus melihat tangan yang mencengkram ya kuat.


" Ponsel ku ada di tas ,tapi tas itu entah kemana !" kebingungan.

__ADS_1


" Ada ponsel ku satu lagi !" terus fokus pada luka yang dia tangani, meniup nya pelan karena Melisa meringis memejamkan mata.


" Tidak !" Melotot kaget.


"Kenapa ?" Tersenyum penuh arti.


" Kau akan memasang sesuatu lagi kan ?". Alvaro tergelak mendengar alasan yang memang akan dia lakukan sampai kapanpun.


" Haha ,oh jadi sengaja ya membuang ponsel ku ke danau !". Melisa kaget karena Al mengetahui nya.Menunduk penuh penyesalan.


" Aku tidak mau Al ,jadi aku buang setelah aku tahu di di dalamnya ada sesuatu !" Melisa terus menunduk pasti Al akan marah pikirnya.Tapi tidak Al malah tertawa melihat ekspresi pujaan hatinya.


" Tidak masalah,pakai ponselku telfon Arum.Dia pasti seperti orang gila mencari mu" Meletakan kain kasa yang sempat akan dia Pakaikan.Mengeluarkan ponselnya dari saku .Melisa senang dan meraih ponsel untuk mengubungi Arum.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2