
Melisa selesai di operasi dia masih terpejam karena bius yang di suntikan dokter padanya.Dia mendengar suara teriakan dari luar ruangan dan berusaha membuka matanya.
" Aww sakit sekali " Melis meringis kesakitan saat bius tenyata sudah hilang dari tubuhnya
tubunya begitu lemas,dan seorang wanita masuk menghampiri nya.
" Arum kau di sini " Tanya Melisa
" aku di sini untuk mengurus mu ,maaf kan aku kemarin banyak kerjaan bersama paman"! timpal Arum yang sedikit terlihat sedih
" Kau kenapa " Tanya Melisa
" Tidak apa apa " jawab ketus dan Arum di hadapannya.
" apa kau melihat Arga di luar"?
__ADS_1
Arum tidak menjawab hanya menggeleng dan menunduk.
" Tolong bawa aku ke ruangan bayi " Melisa sedikit ikut sinis melihat temannya begitu cuek padanya.
"Untuk apa " jawaban dingin dan tidak menoleh.
" Jelas aku habis melahirkan anakku ,aku ingin menemui dan mencium bayi ku " Melisa semakin kesal dan berteriak.
" Anak mu perempuan,dia sangat cantik sepertimu Arga membawa nya untuk segera di kuburkan " Arum berbicara tanpa memandang wajah sahabatnya . Melisa kaget dan histeris mendengar ucapan Arum yang seperti pedang langsung membelah dada nya.
Arum langsung ke luar dari ruangan.
" Tolong dimana anakku sekarang sayang, tolong aku ingin melihatnya " Melisa terus berontak dan melepas infusnya dia tidak tau selang di pasang di daerah sensitif nya.Selang kecil itu terlepas dan membuat Melisa kesakitan.
" tolong mana anakku " Melisa terus menarik baju suaminya Arga tidak kuat dan ikut menangis.Arga kalut dan bingung dia tidak sadar menampar wanita belahan jiwa nya agar dia tenang.
__ADS_1
" Kau menamparku " Melisa memegang pipi nya yang sakit tapi tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.
" Maaf , maaf kan aku sayang maafkan aku " Arga kembali memaksa dan mendekap Melisa agar berasa diam dan tenang dalam pelukannya.Tapi Melisa menolak dia menjauh dari Arga.
" Maafkan aku tidak bisa menjaga anak kita tolong maafkan aku " Melisa terus menjauh dan merapatkan kedua tangannya, dan menggeleng perlahan memohon agar Arga memaafkan nya.Arga tidak menyahut dia malah keluar meninggalkan istrinya sendiri
Melisa semakin histeris dia tahu dari raut wajah Arga dia sangat membenci dirinya.mekisa melemparkan semua barang di sana .
" Melisa tolong tenanglah " Arum mengehentikan dan berusaha memeluk Melisa dengan kuat, Melisa tersungkur tidak sadarkan diri,yang Arum lakukan adalah memanggil dokter.Arga tidak bergeming saat dia meminta untuk masuk dia acuh dan diam.
Dokter terpaksa menyuntik Melisa obat penenang dan dia tidur tidak bangun semua dokter keluar hanya Arum yang menunggu nya di sana.Entah kemana Arga pergi bahkan Naira yang begitu sayang pada Melisa tidak ada di sana.
Arum keluar meninggalkan Melisa,untuk mencari Arga tapi dia tidak menemukannya, dia kembali masuk untuk menjaga Melisa di sana.
Dua hari berlalu dua hari di rumah sakit dia hanya diam sangat shok,waktu selama itu bahkan Arga tidak datang untuk menjenguk nya Arum yang mengurus semua, Melisa di mandikan oleh Arum, tapi Melisa tidak mengeluarkan suara sedikitpun sampai sekarang.
__ADS_1
Bersambung