Ajarkan Aku Mencintaimu

Ajarkan Aku Mencintaimu
Eps 60 pernikahan


__ADS_3

Melisa sudah berada di luar gedung.Menunggu Alvaro yang belum datang semua tamu membawa undangan tapi Melisa tidak.Akhirnya dia hanya bisa menunggu Alvaro datang.Naira menemani Melisa sampai Alvaro datang.


Rambut teurai hiasan tipis di wajahnya membuat Melisa malam itu begitu anggun.Naira bisa melihat raut wajah kebingungan Melisa jika sampai dia tidak bisa masuk.Nakra saja harus mengemis meyakinkan kalau dia adik dari mempelai pengantin pria akhirnya penjaga itu percaya,saat Arga mengangguk mengakui naira adiknya.


" kemana dia sih "?


" Sabar Kaka "!


" Ini sudah satu jam dek,awass saja kalau dia tidak datang,dasar sialan !"


Mobil berwarna putih datang,orang didalam menatap melisa dengan ketidakpercayaan.


" Dia benar benar cantik malam ini,biarkan aku di sini saja "


Alvaro malah sengaja diam di mobil memperhatikan wajah panik Melisa,bibir nya terus tertawa tiada henti.


" Kakak kenapa mobil itu diam saja ya"!


" Mungkin orangnya mati di dalam" menjawab ketus karena merasa tidak penting naira bertanya di situasi seperti ini.


" Kakak " !


" aku sudah lelah menunggu aku mau pulang saja,kau masuk saja cepat kakak mu menunggu"


Naira menurut karena sudah tidak bisa membujuk Melisa lagi.Naira sedih tidak ada teman untuk mengobrol dengannya sedangkan Arga terus tidak memperdulikan adiknya sendiri.


" Hahaha dia benar benar putus asa sekarang"!


Alvaro terus merasa terhibur dengan melihat Melisa dari kaca mobil nya.Melisa berjalan perlahan menjauh dari gedung melihat Kanan kiri menunggu berharap ada Taxi atau yang lainnya lewat.

__ADS_1


" Kau mau kemana ???"


Melisa sedang fokus berusaha memesan Taxi online.Kaget mendengar suara Al dari belakangnya,Melisa berbalik tidak menunggu lama,Al sedang menyender di mobilnya terus cekikikan.


" Kurang ajar dari tadi kau di sini "? Melisa terus memukul dada Al dengan tas nya.


" Rasakan ini ,berani mempermainkan ku Rasakan"


Melisa terus memukul Al.Tapi Al malah semakin keras dengan tawa nya.jemari nya meraih rambut Melisa yang berantakan d


menyelipkannya di belakang telinga Melisa.


apa apaan dia,kenapa ini dada ku dag dig duggggg


" Jangan merusak sesuatu yang indah karena amarah mu Melisa"


" Tunggu aku "! Melisa menarik kerah belakang baju Al dengan susah payah,karena badan nya tidak terlalu tinggi.


menarik sekuat tenaga sampai Al tersengal tercekik dengan dasi yang ikut tertarik Melisa.


" kau mau mencekiku hah ???"


Al mengatur nafas dan kesal dengan wanita kesayangannya itu.


" Maafkan aku ,tidak sengaja Al aku minta maaf"


Melisa merasa kelakuannya ini benar benar bodoh dan memukul tangannya sendiri dengan keras.


" Kenapa hei ,aku tidak suka kau selalu menyakiti dirimu seperti ini ,awas kalau berani sekali lagi aku buang di tengah hutan "

__ADS_1


Apa sih dia sok perduli seperti itu dasar badan beton.


" Melisa lihatlah ??"


Al mengusap ngusap rambut barunya so ganteng sendiri,dengan setelan jas hitam favorit nya.Melisa tercengang menahan tawa dengan kepedean tingkat dewa Alvaro bergaya di hadapannya.


" Hahah dasar gila" Melisa berjalan mendahului Al.


" Tunggu dulu,aku sudah rapih dan tampan belum"? Antusias ingin di puji dambaan hati..


" Iya kau sangat tampan,cari gadis di dalam untuk di bawa pulang ya "! Melisa menepuk nepuk bahu Al,dia mengingat bagaimana kejadian di sekolah.Jika dia datang ke sekolah lagi tentu akan membuat murid muridnya kembali histeris,jadi Melisaa akan membantu mencarikan Al seorang gadis.


" Kau akan gagal Melisa" Al dengan mudah bisa menebak isi pikiran kekasih hayalannya..Melisa acuh tidak perduli dan menuju ke pintu gedung.


" tuan mana undangannya" Seseorang penjaga meminta kertas undangan agar mereka bisa masuk.


Al berusaha menjelaskan tapi mereka tidak percaya karena memang Al tidak di bagi undangan oleh keluarga pak David.Sampai pak David mendengar keributan dan memarahi penjaga nya itu.Dia merangkul Al agar masuk ke dalam dan Melisa juga .Melisa gugup melihat sepasang pengantin duduk di pelaminan.


Arga langsung melihat wanita yang di Cintai nya dengan jelas.sorot mata nya tidak berpaling terus memperhatikan Melisa seolah dia berkata aku mencintaimu Melisa aku menikah dengannya karena terpaksa .Sampai Al berdiri tepat di hadapan Melisa.Berusaha melindungi matahari nya dari pandangan nafsu laki laki ********.


" ayo ikut aku" Al menggandeng Melisa menuju kursi dan berbicara dengan nya.


" Jangan memasang wajah seperti itu,kau terlihat lemah sekarang"!


Al menatap tajam wanita di hadapannya,yang sudah berkaca kaca.Naira datang menghampiri mereka berdua senang akhirnya dia punya teman berbincang selama acara pernikahan.


" Anak ini lagi "! Al melipat kedua tangan di belakang tengkuknya.Mendelik sebal kepada Naira.Gadis ini tidak perduli merasa sudah terbiasa dengan sikap Al padanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2